untuk kamu , yang diam diam menjadi perhatianku
aku mengenalmu , kau mengenalku , tapi kita tak saling bicara. aku bisa melihatmu , kau bisa melihatku, tapi kita selalu saling mencuri pandang. kau dan aku, terduduk di suatu ruangan , tak hanya kita berdua , tapi aku hanya merasa kita hanya berdua , tempat itu di siapkan hanya untuk kita. kita saling terdiam di ruang ini , suasana hiruk pikuk dalam ruangan ini, tapi aku bisa mendengar degup jantungmu.
kau dan aku, selalu kau dan aku. selalu kau yang aku tunggu, selalu dirimu yang menjadi penyemangatku. walau kau tak pernah tau itu, tapi cukuplah aku memendamnya sendiri saja. kau dan aku , kau yang selalu tertawa lepas , aku yang selalu tersenyum melihatnya, kau yang selalu membuat kekonyolan , aku yang selalu tertawa melihatnya, ya kau dan aku.
aku mengagumi mu , aku mengagumi sosok konyolmu itu , aku mengagumi setiap gerakmu , setiap tutur kata yang kau ucap , setiap senyuman yang terlukis dari bibirmu , ya aku sangat mengagumimu , aku selalu mengagumimu , entah seberapa konyol kelakuanmu , aku elalu menyukainya , aku tak pernah meraa jenuh melihatnya , selalu kau berikan kejutan kejutan kecil di setiap lakumu.
kau dan aku , akankah suatu hari nanti menjadi kita ? akankah itu terjadi ? apakah ini harapanku ? entahlah , yang penting aku selalu mengagumiu :)
ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)
Rabu, Februari 8
khayalan
Hanya dalam mimpi
Diriku dan khayalan dalam kenyataan
Kini kualami satu masa indah dalam tidurku
Kita pun bermesraan saling mengikat janji
Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih
Mungkinkah dirimu cinta kepadaku
Seperti mimpi-mimpi yang s’lalu datang dalam tidurku
Inikah kenyataan apabila tidurku
Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih
Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku
Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu
Dan kita berjumpa dalam mimpi
Kau pun merasakan itu
Mungkinkah ini takdirnya
Diriku dan khayalan dalam kenyataan
Kini kualami satu masa indah dalam tidurku
Kita pun bermesraan saling mengikat janji
Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih
Mungkinkah dirimu cinta kepadaku
Seperti mimpi-mimpi yang s’lalu datang dalam tidurku
Inikah kenyataan apabila tidurku
Seolah diriku dan kamu bagai sepasang kekasih
Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku
Padahal tak sedetik pun kurindu dirimu
Dan kita berjumpa dalam mimpi
Kau pun merasakan itu
Mungkinkah ini takdirnya
khayalan - the groove
Sabtu, Februari 4
2 tahun hanya untuk melihat senyummu :)
untuk seseorang yg senyumnya ku tunggu
di sela senyum sang mentari yang hangat dan menemani hari itu , di tengah gelak tawa ceria sang sahabat yang telah lama tak berjumpa , di depan gedung sekolah yang sudah hampir 6 bulan aku sebut 'mantan sekolahku' . hari itu adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur yang mereka bilang terlalu singkat , libur semesteran , libur untuk bulan puasa dan juga libur untuk lebaran tentunya . seperti kebiasaan yang sudah sudah , selaku umat islam kami mengadakan halal bihalal .
sengaja aku tidak mengikuti acara halal bihalal di sekolah baruku , dengan semangatnya aku langsung pergi ke tempat ini , sekolahku yang lama . aku rindu , rindu akan suasana saat di sekolah ini , rindu akan sahabat sahabatku , dan juga dia.... ya dia , sengaja aku datang pagi , aku rindu padanya , bahkan sangat rindu . di langkahku tersimpan berjuta harapan , harapan untuk bertemu dengannya , melihat senyumnya , ya aku merindukan senyum manisnya. aku menunggunya , aku ingin melihatnya , walau mungkin aku dan dia tidak akan bercengkrama seperti aku dan sahabatku , tapi dengan melihat senyumnya , itu sudah mengobati rasa rinduku , rasa rindu yang mendalam setelah hampir 2 tahun tak berjumpa , tak bertatap mata , tak elihat seulas senyum di wajahnya , apa lagi saling bertegur sapa
tapi harapanku seakan hanya angan , hanya ke sia siaan saja , hanya akan tetap menjadi harapan . apa harapanku terlalu tinggi ? terlalu berlebihan sehingga tuhan enggan mengabulkannya ? bahkan hanya melihat seulas senyum di bibirnya? apa tuhan tidak tau ? aku sangat merindukannya . 2 tahun tanpa tau kabrnya , dua tahun tanpa melihatnya. aku menyesal telah merusak handphoneku dulu , merusak barang yang ternyata mebuatku sangat menyesal , menyesal karna menghilangkan sesuatu yg dapat menghubungkan antara aku dengannya . nomer handphonenya , ya itu yang dapat membuatku sedikit mengobati rasa rindu , walau hanya sekedar bertukr pesan singkat , tapi itu cukup untukku . ya sudahlah itu masa lalu, lagi pula semuanya sudah terjadi , tidak dapat di ubah lagi
tuhan masih saja tidak mengabulkan doaku saat itu , di saat teman temannya datang , aku mencoba mencari kehadirannya , namun ternyata dia tak ada , entah dimana . apa ungkin dia sudah tidak mau mengenal sekolah lamanya ini ? sekolah yang selama tiga tahun pernah mengukir kenangan untuknya ? kenangan manis ? kenangan buruk ? kenangan tentangku ? semakin saja aku tak sabar menunggu kedatangannya. aku terlalu banyak berharap , suatu harapan yang berlebihan
terlalu lama menunggu , sahabat sahabatku pun sudah tak sabar untuk segera meninggalkan tempat ini , karna kita sudah mempunyai rencana utuk bernostalgia bersama , lagi pula tempat ini sudah mulai sepi , matahari sudah terlalu tinggi . akupun menurut dan beranjak dr tempat duduk , ke tempat dimana kendaraan yang kami tumpangi di parkirkan.
saat sedang menunggu salah satu sahabat sambil mengobrol di pinggir jalan , salah satu sahabat berbisik di telingaku "sa itu ka***** " , benar saja dia yg aku tunggu akhirnya datang juag , senyumku terkembang melihatnya berjalan , aku kira dia tidak akan tersenyum padaku saat melewati kami , bahkan melirik pun tidak . tetapi dugaanku salah , dia menghampiriku dan bersalaman denganku . hal yang sesbenarnya tidak penting untuk orang lain , tapi itu cukup membuatku tersentak dan tersenyum penuh arti . bersyukurlah aku tidak pulang cepat , jika aku pulang cepat lagi lagi penyesalan akan aku rasakan , menyesal tidak bisa melihat senyumnya kala itu
kesempatan tidak datang dua kali bukan ? aku sangat merindukannya kala itu , karna dia masih saja membayangi pikiran ini , diam diam menyelinap di saat aku mereka reka masa indah , selalu saja ada sosknya dalam benak ini. di tahun kemarin , aku tidak melihatmu datang di gedung ini , di sekolah ini . tapi hari ini tuhan mempertemukan kita , memberikan apa yg aku harapkan . entah karna tuhan kasihan kepadaku , atau mungkin karna tuhan bosan mendengar doaku yg tentang mu saja ? itu rahasianya , aku tak peduli , yang penting hari itu aku melihat kembali seulas senyum yang selalu aku dambakan selama 2 tahun ini :)
dari penggemarmu , yang diam diam mendambakan senyummu :)
Langganan:
Komentar (Atom)