Dalam kesunyian, aku merasakan ada
sesuatu yang paling indah, paling manis seperti ada kekuatan magis yang begitu
menghanyutkan jiwa, sesuatu yang begitu menarik. Tetapi di dalam kesunyian, aku
juga dapat merasakan suatu hal yang menyakitkan, yang menusuk bak duri. Dalam
kesunyian, aku juga dapat merasakan dan dapat membayangkan suatu fantasi dan
angan yang aku harapkan, seakan ada sepasang sayap yang membawaku terbang
berkelana dalam dunia tak kasat mata yang di sebut imajinasi. Dalam sunyi aku dapat merasakan hal indah dan
hal menyenangkan yang silih berganti mengisi hari, dimana aku berpijak, di bumi
pertiwi ini. Namun dalam sepi, aku dapat pula merasakan sesuatu yang menusuk di
relung hati ini, suatu rahasia yang tak bisa aku ungkapkan, rahasia yang penuh
teka teki. Dalam sepi dan sunyi juga aku
dapat merasakan kegelisahan, kebimbangan, kebingungan karena teka teki rahasia
yang sulit untuk di ungkapkan. Dalam sepi akupun dapat merasakan ha yang
teramat sangat mengecewakan, membuat hati pilu, lagi lagi karna rahasia yang
tak kunjung terungkap. Namun dalam sepi aku juga dapat merasakan lembutnya
sentuhmu saat kita saling bercakap lewat doa yang aku sampaikan padamu, dan aku
selalu merasa bahwa engkau selalu memperhatikanku dari kejauhan, mengasihiku
dalam sepi, menyayangiku dalam diam. dalam sepi dan kesunyian, aku selalu
mengingat engkau wahai tuhanku.