ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Minggu, Oktober 13

cinta. rasa. sakit.

cinta itu bukan bagaimana kita bisa menemukan yang kita inginkan, tapi membuatnya menjadi yang kita inginkan. cinta tidak datang dengan sendirinya, tapi cinta datang ketika diinginkan. cinta yang tertanam dalam benak seseorang terkadang tak bisa di talar oleh orang lain. hanya orang itulah yang dapat merasakan, bahwa cinta yang ia raskan lebih indah dari cinta yang lainnya.

kita telah menjadi sepasang kekasih, menjadi dua sejoli, menjadi raja dan ratu. bukan dalam hitungan hari atau minggu, kita telah menjalani itu dalam hitungan tahun. kita telah menjalani waktu bersama, melewati suka dan duka. dalam waktu yang tidak bisa di bilang singkat. aku dan kamu, telah menjadi kita. dua jiwa yang menjadi satu. saling ketergantungan, saling berkaitan. tak dapat terpisahkan. cinta. indah.

tapi kau tau apa yang sekarang terjadi? dunia yang dulunya serasa milik berdua, bahagia yang kita rasakan berdua tak lagi ada. sekarang kita yang di maksud disini adalah aku, kamu dan dia. iya dia yang telah membuat hari harimu lebih indah dari yang aku berikan. yang membuat waktumu terasa lebih berkesan. membuat rona abu dalam hidupmu menjadi berwarna. sedih. sakit.

mungkin ini memang salahku, yang selalu mengatur segala kegiatanmu, membuatmu merasa tak nyaman dan membuatmu merasa di jadikan tahanan. ya kau memang tahanan bagiku, tahanan hatiku. aku tak pernah ingin kau keluar dari sel yang kusebut hati dan rantai yang ku sebut cinta. aku tak mengizinkanmu melihat dunia luar.karna aku tau. dunia luar selalu lebih indah di banding dalam tahanan ini.

kamu tau tidak? bahwa selama ini aku mengurungmu hanya karna satu alasan. aku takut kehilanganmu. namun kamu tidak pernah mengerti dan malah menganggapnya sebagai halangan. aku tau siapa kamu dan bagaimana sifatmu, aku tak mau kehilanganmu, aku takut kehilanganmu. mungkin caraku salah, tapi aku tidak tau kalau ada cara yang lebih baik selain mengurungmu? coba tunjukkan padaku.

aku menyesasl dengan apa yang aku katakan padamu semalam, aku menyesal merasa sangat bersalah terhadap perlakuanku padamu, aku menyesal terlambat tau bahwa ternyata kau juga punya andil kesalahan dalam hal ini, dan kau tak mau mengakuinya.

kamu tau? aku merasa sangat bodoh saat aku tau ternyata kata kata yang kamu keluarkan adalah palsu. kamu tau? betapa sakitnya hati ini saat mengetahui kebenarannya. kamu tau? betapa inginnya aku membuat diriku sirna dari muka bumi ini supaya aku tidak merasakan lagi yang namanya sakit hati?

kamu bilang kamu telah menuruti semua perkataanmku. tapi nyatanya? kau masih saja berhubungan dengannya kan? hal yang aku lakukan untuk membuatmu tidak berpaling adalah sia sia, kau masih saja mencarinya dengan cara apapun. kamu tau? aku sakit.

lalu sekarang aku lebih berpikir jeernih, lebih berpikir kemungkinan yang terjadi. saat aku berusaha sekuat tenaga menjagamu suapa tidak pergi, namun nyatanya kau masih bisa berlari. bagaimana dengan halnya aku membiarkanmu lepas bebas begitui saja? mungkin dalam sekejap aku takan pernah melihatmu lagi. begitukah?

mungkin aku berlebihan, tapi taukah kamu apa yang aku rasakan? apa yang aku inginkan? apa maksudku dari semua ini? jangan pernah mengambil kesimpulan saat apa yang kamu pahami hanya setengah dari apa yang seharusnya kamu ketahui.

saat ini aku hanya ingin berkata bahwa apa yang aku rasakan mungkin tak kau pahami, apa yang aku inginkan mungkin tak lagi kau ketahui, apa yang aku maksudkan tak lagi kau hiraukan. tapi tolong, aku ingin di hargai, aku ingin di anggap ada. aku tidak menyuruhmu merasakan apa yang aku rasakan, hanya aku memintamu agar mengerti apa yang aku rasakan. maaf sayang, aku pacarmu, bukan seseorang yang bisa kau datangi di saat wanitamu yang lain sedang sibuk. maaf sayang aku pacarmu, bukan orang yang bisa kau abaikan saat kau bertemu wanita baru. maaf sayang aku pacarmu, bukan orang yang hanya bisa melihatmu tertawa bersama wanita lain. maaf sayang aku pacarmu, bukan orang yang senang bertengkar denganmu. maaf sayang aku ini pacarmu!

Rabu, Juni 26

indah walau sesaat

aku bingung, mengapa sampai detik ini aku masih saja teringat akan kenangan itu. bukan hanya teringat, tapi kenangan itu masih saja melekat dengan sempurna di benak ini. entah dengan alasan apa aku masih saja mengingatnya, setiap detik kejadian yang telah terlewati dulu. masih terlihat jelas, seperti baru kemarin. entah sampai kapan semua ini akan berlanjut. aku terlalu pengingat? atau semua terasa terlalu menyenangkan bagiku? hingga aku tidak sepenuh hati untuk meninggalkan kenangan itu di belakang.

semenjak hari terakhir, kita tak pernah lagi berbincang bukan? bahkan hanya untuk sekedar bertegur sapa pun rasanya jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah. keadaan berbalik sepenuhnya. jujur saja, aku memang rindu. bahkan teramat sangat rindu. tapi apa yang bisa aku perbuat? aku hanya bisa terdiam, tak dapat melakukan apa yang aku mau sesuka hatiku. aku bukan siapa siapa

aneh memang, bila di pikir dengan akal sehat. harusnya semua kenangan yang telah tertinggal lebih dr setagun itu terlihat samar. tapi nyatanya semua terlihat jelas, jelas sekali. memang begini? ataukah aku yang begitu berlebihan?

kemarin, mungkin adalah hari dimana kenangan itu kembali kuat untuk tetap berada di benak ini. hari dimana kenangan adalah sesuatu yang indah, akhir cerita yang menggantung. membuat bibir tersenyum, walau sebenarnya dada terasa sesak. mungkin yang kamu rasakan lain halnya dengan yang aku rasa. berlebihan ya? tapi itulah yang aku rasakan.

apa mungkin setelah hari kemarin, akan ada lagi hari dimana kita bisa bertemu? kemungkinan yang sangat kecil. dulu walau aku dan kamu tak saling bertegur sapa, tapi aku masih bisa melihatmu. tapi sekarang? itu tidak akan terjadi lagi bukan?

walau aku bukan sesuatu yang penting bagimu. walau aku hanya seseorang yg kebetulan saat itu berada di persimpangan jalan. dan saat kau pergi melanjutkan perjalananmu, aku tetap diam. berdiam di tempat yang sama, di persimpangan itu. berharap suatu saat nanti kau akan berjalan kembali ke persimpangan itu. menemui sosok yang sudah lama kau tinggalakan jauh.

mungkin itu harapan, mungkin aku terlalu rajin untuk menunggu sesuatu yang tak pasti. tapi aku takut untuk melangkah, terlalu takut untuk meninggalkan tempat itu. aku takut kamu berbalik, dan tak ada aku lg disana. walau semuanya tak mungkin.

maaf dan terimakasih.
maaf untuk semua sikap ku yang terasa sangat amat berlebihan dan menyebalkan. maaf untuk aku yang sampai saat ini belum bisa berjalan ke suatu arah. maaf untuk sikapku yang pernah membuatmu marah padaku. maaf aku memang bukan seseorang yang bisa membuatmu tersenyum lebih lama. tapi terimakasih. terimakasih untuk pernah berada dalam mimpiku, terimakasih telah mengizinkanku menyicipi rasanya bahagia, terimakasih telah menjadi penyebab dari senyumku, terimakasih untuk hari kemarin, terimakasih untuk kenangan kenangan itu.

pada akhirnya dalam suatu pertemuan pasti ada perpisahan, terimakasih telah memberikan kenangan indah di hari kemarin, walau hanya sesaat tapi cukup untuk di kenang.

untuk kamu
fantasiku

Kamis, April 11

semua hanya tentang waktu

ini bukan mimpi, ini bukan sebuah imajinasi ataupun fantasi seperti yang kau katakan. aku mengenalmu, tersenyum bersamamu, tertawa bersamamu dan bahagia bersamamu. ya, itu yang aku rasakan. bagaimana dengan perasaanmu? apa kau merasakan hal manis itu juga? kini semua canda itu telah berlalu, semua tawa itu hanya bersisa kenangan, ya kenangan indah untukku.

entah karna alasana apa aku kembali menulis dan membiarkan jari jariku bernari di atas keyboard ini. membiarkan hati ini berbicara merangkai kata, membiarkan otak ini terbang berkelana berimajinasi. mungkin karna satu hal, dan lagi lagi hal yang sama seperti yang dulu. aku merindukanmu

pasti kamu bingung, mengapa aku merindukanmu. padahal kita selalu bertemu setiap hari. ya kita memang selalu bertemu, tapi kamu hadir untuk orang lain, bukan untukku, aku rindu ketika kau ada untukku, tertawa bersamaku, dan menangis bersamaku.

yasudahlah, mau aku sreindu apapun padamu, rindu semua yang ada padamu, atau hal hal dulu yang aku lakukan padamu, rasanya sudah tak penting lagi, biarlah rindu ini hanya menjadi sebuah rindu, yang tidak bisa berlabuh pada apa yang di rindukannya, karna smua sudah berbeda sekarang.

hai kamu, apa kabar? maaf aku lupa menanyakan hal itu padamu, ya karna aku tau, sepertinya kau baik baik saja. akupun begitu, aku baik baik saja. mm, bagaimana dengan dia? apa kabarnya? iya dia, tambatan hatimu kini. kuharap daipun sama baiknya. oia, kau tau? hingga saat ini aku masih berpikir, bahwa aku masih lebih baik dari dia.

tidak terasa ya, setaun yang lalu kita tertawa dan tersenyum bersama. merayakan ulang tahunmu, membantumu kembali padanya, kau kembali, dan aku pergi. bisa kau bayangkan berapa lama itu? dan semua kini telah berubah. aku yang memang hanya mengenalmu di dunia maya bernama sms, saat kau tidak mengisi layar depan handphoneklu lagi, disitu juga aku mulai kehilanganmu. walau ragamu tetap dapat aku lihat dengan mata. tapi matamu tak dapat aku baca lagi oleh hati.

semua kini berbeda, semua berubah. candamu kini tak lagi bersamaku, senyummu kini tak lagi untukku. tapi kau tau? ada hal yang tak pernah berubah dari waktu yang lama itu. hatiku kini masih berisikan semua tentang kamu. dan tangis ini sesekali muncul karenamu. tak jarang bibir ini tetap tersenyum teringakan kamu. sedikit berlebihan memang, tapi inilah kenyataannya.

tak terasa, setaun berlalu. dan tak terasa waktu akan berlalu dengan cepat. setahun lalu, aku kehilangan kehadiranmu, senyummu, candamu. tapi masih bisa melihat ragamu. tapi sebentar lagi, ragamupun akan hilang dengan seiring berjalannya waktu. aku berharap, aku masih bisa bersamu, melihatmu tersenyum dan bahagia.

ah ya, mungkin aku tau mengapa hari ini aku menulis tentang ini. aku takut kehilangan yang tersisa darimu. kehilangan semua tentangmu. dan hanya meninggalakan kenangan.mungkin kali ini aku masih teramat sangat takut kehilanganmu. tapi mungkin juga dengan seiring berjalannya waktu, aku bisa membuka hati, dan tidak lagi memikirkan tentangmu. semua hanya tentang waktu

apa kau akan merindukanku? apa kau akan tersenyum bila mengingatku? apakah ada aku dalam mimpi dan lamunanmu? apa aku mempunyai posisi dalam hatimu? apa itu mungkin? atau kau tidak pernah melihatku dengan hatimu walau hanya sedetik saja?

untuk kamu
fantasiku

Rabu, Maret 27

mengenalmu

Awalnya, ini hanya perasaan kagum yang tak begitu kupedulikan, tapi ternyata aku salah; perasaan ini berkembang menjadi rasa takut kehilangan yang sulit kuhindari. Aku mulai menyayangimu tanpa sepengetahuanmu. Semua berjalan seperti biasa dan aku semakin menikmati kedekatan kita yang entah harus diberi nama dengan status apa.

Aku tak pernah takut saat mencintaimu. Layaknya air laut yang mengikuti lekuk gelombang, seperti itulah aku membiarkan rasa cintaku terus mengalir tanpa kendali. Percakapan setiap malam yang kauselipkan lewat pesan singkat mampu menyeretku ke perasaan yang dulu sangat ingin kuhindari; cinta. Kamu membuka mataku dengan tindakanmu yang ajaib, sampai-sampai aku tak lagi paham alasan yang harus kujelaskan; mengapa aku bisa begitu menggilaimu.

Cinta ini sangat tulus. Sungguh. Tak ada penuntutan yang kulakukan, aku juga tak mengganggumu, dan aku juga tak meminta status serta kejelasan. Aku tidak seberani itu kan? Kamu mengetahuiku juga mengenalku, tak mungkin jika kautak menyadari ada perasaan berbeda dalam hatiku. Aku bisa menebak matamu, ketika kamu bercerita tentang dunia yang ingin kausinggahi, saat kaumembawaku ke dalam dunia ceritamu yang sudah mulai kupahami. Aku berusaha memahami kemisteriusanmu.

Aku merasa sudah mulai memahami. Aku merasa punya kesempatan untuk sedikit mencicipi hidup menyenangkan bersamamu. Aku sanggup mengisi hari-harimu dengan kebahagiaan baru. Tapi, ternyata kita tak sejalan. Perhatian yang kusediakan khusus untukmu seakan menguap tak berbekas. Rasa cinta yang kuperjuangan dengan sangat demimu seolah-olah tak pernah mampir sedikit dalam benakmu. Kaubiarkan aku  mengejar bayangan, sementara kenyataan yang sesungguhnya entah kausembunyikan di mana. Batas kebahagiaan yang dulu kaujelaskan secara utuh padaku; kini buram dan hitam.

Tidak mungkin kautidak tahu bahwa aku mencintaimu. Tidak mungkin kautak memahami perhatian dan tindakanku. Tidak mungkin hatimu begitu buta untuk mengartikan segalanya yang kurasakan terhadapmu adalah cinta! Apa hatimu sengaja kaukunci rapat untukku? Apa matamu sengaja kaubutakan agar tak membiarkan bayanganmu menyentuh retinamu?

Langkahku terus mencoba menggapaimu, jemariku merasa menggenggam tanganmu; namun, ternyata semua kosong. Kukira, percakapan kita adalah hal yang spesial bagimu. Kusangka, semua perlakuanmu terhadapku adalah bukti bahwa kaumenganggapku istimewa. Nyatanya, aku salah menafsirkan. Bagimu, aku bukan siapa-siapa dan tak berarti apa-apa.

Aku tak bisa menahanmu pergi. Bahkan, ketika kaumemilih habiskan kebahagiaanmu bersama yang lain, kemudian membiarkan aku sendirian. Tanpa mengucapkan pisah dan tanpa kautahu sudah ada yang tumbuh diam-diam di hatiku; cinta.

Ternyata, aku belum benar-benar memahamimu. Ternyata, aku belum benar-benar mengenalmu. Ternyata, kamu yang kuperjuangkan dengan sangat mendalam; tak sehebat yang kubayangkan.