sedang sibuk apa? bagaimana kuliahmu? dan bagaimana keadaan hatimu? masih seperti dulukah? aku harap kamu telah merubah hatimu itu menjadi jauh lebih bahagia dari sebelumnya. oia aku lupa selamat ulang tahun kamu. maaf aku terlambat mengucapkannya. lupa? tentu aku tidak lupa. yang penting doaku sudah aku sampaikan pada tuhan. lagipula aku tidak mau mengganggu hari spesialmu itu dengan ucapan singkat dariku. bagaimana dengan dia? iya dia yang bersamamu saat hari spesialmu itu. tidak terasa ya sudah dua tahun semenjak ulang tahunmu yang ke 17, rasanya aku tidk dapatt melupakan hari itu.
kenapa kamu datang lagi? apa aku yang memaksa mengundangmu masuk kembali dalam ingatanku? ah ya di tengah tumpukan kertas yang berserakan, di tengah pikiran yang melayang, dan di tengah keadaan yang sedang bergantung dengan obat. aku menyempaatkan diri mengabadikan ingatanmu dalam tulisan ini. aku rindu.
banyak sekali pertanyaan dalam benakku ini setelah kita tak lagi saling bisa bertatap dan saling melempar senyum malu. contohnya pesan yang temanmu kirimkan dlm twitterku melalui akun twitermu. aku tak yakin itu temanmu, aku rasa itu kamu. atau mungkin aku berharap itu kamu. ya kamu yag rindu aku, kamu yang mal untuk bercakap atas namamu, jadi kau tumbalkan atas nama teman. aku harap kamu juga rindu
kamu tau? aku sempat mengabaikan kegiatan kemahasiswaanku demi berkunjung ke sekolah kita dulu, dengan harapan kau juga datang saat itu. tapi nyatanya kau tidak hadir. kemana kamu? jangan sembunyi. kemarilah ceritakan kisah luar biasamu selama aku dan kamu tak saling bertatapan. aku sangat rindu
salahku. yang tidak bisa melepas lembaran lembaran yang di sebut kenangan itu pergi, ya melepasnya pergi bersama bayanganmu yang tidak bisa aku lihat lagi. pasti kamu menganggapku berlebihan, karna setelah dua tahun berlalu nyatanya aku masih saja menulis hal yang sama, kamu. tapi inilah kenyataannya, inilah aku yang masih saja terjebak dalam parit yang disebut kenangan, ini aku dengan sisa puing puing kata yang pernah kau ucap. aku masih rindu
aku tidak memintamu kembali, aku anya menyampaikan rasa ini. aku tidak memintamu melihat kebelakang lagi, aku hanya menyalurkan isi hati. aku tidak memintamu membantuku pergi, aku hanya menimati sisa hari. aku tetap rindu
untuk kamu
penyejuk hati