Selamat tanggal 26. Aku tau, hari ini sudah bukan tanggal 26
kan. Doaku selalu sama, semoga kamu selalu bahagia dalam setiap tarikan dan
hembusan nafas. Tersenyum dalam setiap pijakan akan langkah kaki. Serta tak
lupa untuk sehat selalu.
Berapa lama aku tidak menulis apapun ya. Ah tidak, aku tetap
menulis, namun tidak sampai hati untuk selalu mengganggumu dengan segala
tulisan yang aku buat, jadi aku tidak memposting apapun. Tapi kali ini aku ingin sedikit mengganggumu
lagi. Rinduku sudah tidak dapat dibendung lagi, terlalu banyak.
Aku masih dan selalu percaya, kamu selalu membacanya dan
kamu selalu ada disini. Aku juga tidak tau kenapa, tapi aku percaya. Tulisan
ini satu satunya yang bisa membuat aku sedikit lega, lega akan segala hal. Aku
seperti sedang berbicara dan kamu tersenyum mendengarkan, senyum yang membuatku
merasa lebih tenang pada akhirnya.
Kamu tau, aku masih menyimpan foto kita di galeriku dan aku
juga masih menangis setiap mendengarkan dua lagu yang mengingatkan aku tentang
kamu. Ya, malaikat juga tahu milik dewi lesatri dan juga mesin penenun hujan
milik frau. Aku masih menangis da tersenyum mengingat semua hal tentang kamu.
Ah memang pada dasarnya saja aku cengeng. Tak lupa aku masih selalu mencurahkan
segala yang aku rasa, seakan aku berbincang denganmu. Masih banyak hal yang aku
rasakan, seakan semua baru terjadi kemarin, seakan semuanya masih ada. Padahal
semua lagi lagi hanya imaji, semua hanya fantasiku saja. Kamu tidak pernah lagi
ada.
Entah sampai kapan aku akan selalu tenggelam dalam
fantasiku. Mencari cari bahagia dan ketenangan dari semua itu. Tapi hanya itu
yang bisa aku lakukan sekarang, menenangkan diri sendiri. Terlalu banyak hal
yang aku simpan, terlalu banyak hal yang tidak pernah ada yang mengerti,
terlalu banyak hal yang sampai akhirnya aku telan sendiri. Aku nyaman dengan
segala imaji ini, aku senang tenggelam dalam gelap yang menerangkan walau
sekejap, aku bahagia walau semua taj
pernah nyata.
Meluapkan semuanya kepada mereka yang hanya penasaran, mlaha
menambah sesaknya. Entah sampai kapan aku akan terus menulis kalimat yang tidak
mau kamu tau, bahkan tidak kamu tau. Entah sampai kapan aku akan terus
membayangkan kamu disini. Entah sampai kapan aku membuat percakapan seolah olah
sedang berbicara denganmu. Aku tau, aku telah kehilangan akal sehatku. Tapi
kamu tau? Tidak ada yang lebih membahagiakan dibanding itu.
Tidak usah berpikir
tuk memutus tali yang bahkan
tidak pernah tersambung
kamu hanya imaji, sebuah fantasi