ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Sabtu, April 11

maish belum berhenti


Selamat tanggal 26. Aku tau, hari ini sudah bukan tanggal 26 kan. Doaku selalu sama, semoga kamu selalu bahagia dalam setiap tarikan dan hembusan nafas. Tersenyum dalam setiap pijakan akan langkah kaki. Serta tak lupa untuk sehat selalu.

Berapa lama aku tidak menulis apapun ya. Ah tidak, aku tetap menulis, namun tidak sampai hati untuk selalu mengganggumu dengan segala tulisan yang aku buat, jadi aku tidak memposting apapun.  Tapi kali ini aku ingin sedikit mengganggumu lagi. Rinduku sudah tidak dapat dibendung lagi, terlalu banyak.

Aku masih dan selalu percaya, kamu selalu membacanya dan kamu selalu ada disini. Aku juga tidak tau kenapa, tapi aku percaya. Tulisan ini satu satunya yang bisa membuat aku sedikit lega, lega akan segala hal. Aku seperti sedang berbicara dan kamu tersenyum mendengarkan, senyum yang membuatku merasa lebih tenang pada akhirnya.

Kamu tau, aku masih menyimpan foto kita di galeriku dan aku juga masih menangis setiap mendengarkan dua lagu yang mengingatkan aku tentang kamu. Ya, malaikat juga tahu milik dewi lesatri dan juga mesin penenun hujan milik frau. Aku masih menangis da tersenyum mengingat semua hal tentang kamu. Ah memang pada dasarnya saja aku cengeng. Tak lupa aku masih selalu mencurahkan segala yang aku rasa, seakan aku berbincang denganmu. Masih banyak hal yang aku rasakan, seakan semua baru terjadi kemarin, seakan semuanya masih ada. Padahal semua lagi lagi hanya imaji, semua hanya fantasiku saja. Kamu tidak pernah lagi ada.

Entah sampai kapan aku akan selalu tenggelam dalam fantasiku. Mencari cari bahagia dan ketenangan dari semua itu. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang, menenangkan diri sendiri. Terlalu banyak hal yang aku simpan, terlalu banyak hal yang tidak pernah ada yang mengerti, terlalu banyak hal yang sampai akhirnya aku telan sendiri. Aku nyaman dengan segala imaji ini, aku senang tenggelam dalam gelap yang menerangkan walau sekejap, aku bahagia  walau semua taj pernah nyata.

Meluapkan semuanya kepada mereka yang hanya penasaran, mlaha menambah sesaknya. Entah sampai kapan aku akan terus menulis kalimat yang tidak mau kamu tau, bahkan tidak kamu tau. Entah sampai kapan aku akan terus membayangkan kamu disini. Entah sampai kapan aku membuat percakapan seolah olah sedang berbicara denganmu. Aku tau, aku telah kehilangan akal sehatku. Tapi kamu tau? Tidak ada yang lebih membahagiakan dibanding itu.


Tidak usah berpikir
tuk memutus tali yang bahkan
tidak pernah tersambung
kamu hanya imaji, sebuah fantasi