ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Senin, April 23

gadis dengan sejuta senyuman

dari aku...
untuk kamu...
pria dengan beribu rahasia...

harapan yang kau beri, atau aku yang berharap? kau yang memberi perhatian, atau aku yang merasa di perhatikan? kata katamu yang terdengar selalu manis, atau aku yg selalu merasa kata katamu selalu manis? apa ini? fantasi? atau sekedar penasaran cinta? dari segi mana aku melihatnya? dari segi mana kamu melihatnya?

aku tidak mungkin berharap jika kamu tidak memberikan harapan itu, aku tidak mungkin tersenyum tanpa alasan pada hari hariku, perhatian kecilmu, kata katamu, pengakuanmu, tingkah lakumu, cemburumu, amarahmu. itu yang membuatku tertarik untuk menyelami suatu kisah dan membuat sesuatu yang bisa di kenang di masa yang akan datang bersamamu.

tapi ternyata semuanya palsu, mungkin ini yang kau maksud dengan fantasi dan aku tidak akan mengerti. kau membuatku seperti boneka yang bisa kau mainkan sesuka hatimu, kau membuatku seperti pelampiasan cinta yang pernah menyakitimu, kau membuatku tersenyum, kau membawaku terbang tinggi, namun kau hempaskan begitu saja. apa yang aku rasakan? sakit tentunya! apa yang kau rasakan? kau tidak pernah merasa telah menyakitiku.

jika di lihat dari segi yang mungkin kau lihat. kau menganggapku seseorang yang mungkin saja sedang memujamu, berlebihan mengharapkanmu? yasudahlah jika itu yang mungkin kau lihat dari diriku, aku sudah tidak peduli lagi.

kata katamu yang selama ini, sekarang aku tau, semuanya BOHONG. terima kasih telah membohongiku, kau tidak akan berterima kasih padaku? ah iya, kau merasa aku bukan seseorang yg hebat kan? mungkin awalnya ada sedikit peranku untuk menjembatani antara kalian berdua. kalau aku tidak menjembatani itu, apa yg sekarang sedang kau lakukan? masih membohongiku dengan kata kata manismu itu? atau apa?

aku penghancur? aku perusak? bodoh! aku tidak tau menau tentang apapun. kau kira aku ini apa suka merusak hubungan orang? dia saja yang pikirannya sempit, dengan tiba tiba menyalahkan dan menuduh orang sembarangan. kau juga menyalahkanku? yasudah kalau begitu. aku mau berterima kasih padamu, sangat berterima kasih padamu. aku tidak marah padamu krn kamu ikut menyalahkanku. aku mau berterima kasih karena kamu telah membukakan mataku, telah membuka hatiku dan pikiranku yan sempat menjadi bodoh karena semua kebohonganmu, sekarang aku melihat sisi lain, yaitu kebohonganmu, menjadikanku pelarian, boneka? ya mungkin itu juga. terima kasih karena kini rasaku bukan kecewa, namun sedikit kesal krn sempat di bohongi.

yasudahlah, akan aku lupakan semua kebohonganmu itu, walau kebohonganmu itu sempat membuatku tersenyum, namun teteap saja itu sebuah kebohongan, semua adanya. terima kasih banyak telah mengajarkanku menjadi orang yang sabar, orang yang peduli, orang yang rela berbagi, orang yang tanpa pamrih menolong. banyak pelajaran yang aku terima. kini aku yang selalu bisa tersenyum telah kembali, tanpa kamu, tanpa kebohonganmu. bawa jauh semua kebohonganmu, jangan pernah berbohong lagi padaku, jaga dia baik baik, jangan lepaskan dia lagi.

mungkin aku telah di permainkan, tapi itu membuatku menjadi lebih mengerti tentang pentingnya lebih mengenal seseorang. memberiku pengalaman berharga tentang menolong tanpa pamrih, pengalaman tentang ikhlasnya dengan tuduhan kosong tanpa jawaban. kini di malam yang penuh bintan ini, aku kembali tersenyum senang, kembali menjadi dirku, kembali menemukan jati diri yang hilang tertimpa kebohongan, kembali menjadi seseorang yang kuat. mulai hari ini, takan ada kamu lagi, takan ada tentang kamu lagi, akan ku buka lembaran baru.

tertanda.....
gadis dengan sejuta senyuman

Senin, April 16

maaf memulainya kembali


Kamu! Ya kamu! Seseorang yang telah merubah segalanya. Kamu! Ya kamu! Seseorang yang kini selalu menjadi penyebab tangis dan tawaku. Kamu! Ya kamu! Seseorang yang selalu aku riundukan, dan kamu! Ya kamu! Seseorang yang selalu hilir mudik dalam pikiranku.

Langit biru itu kini telah berubah menjadi jingga kemerahan. Matahari yang sedari tadi menatapku heran, kini sudah mulai menghilang. Semilir angin yang semula tenang, kini terdengar lebih berdesah di antara dedaunan. Dan daun daun yang semula hanya terpaku menatapku, kini mulai bergoyang seperti hendak mengatakan sesuatu. Ya, inilah aku, aku yang selalu menghabiskan sisa senjaku bersama pepohonan, burung burung dan serangga serangga kecil disini. Ya disini, tempat indah yang selalu membuatku tenang, tepi danau.

Tepi danau, tempat yang snagat sejuk, tempat yang sangat nyaman, tempat yang mampu membuatku tersenyum selain dirimu, ya selain dirimu. Mungkin terdengar seperti sesuatu yang di besar besarkan, tapi inila nyatanya. Hanya kamu yang bisa mebuatku tersenyum tulus, dan yang kedua ya hanya sesuatu yang terjadi tanpa di duga di danau ini.

Tapi kemana kamu? Kemana kamu sekarang? Kemana saja kamu? Kenapa kamu pergi? Kenapa kamu tak kembali? Kenapa aku merasakan ada yang aneh? kenapa sikapmu berubah? Semua pertanyaan itu seakan membombardir perasaan ini, semua hancur seketika, semua menjadi tak beraturan. Hey kenapa ini? Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak mengerti apa apa? Apa salahku?

kini akupun seakan tersadar dari mimpi indah yang diam diam menghilang dan kembali menjadi kenyataan yang seharusnya aku jalani. sku tersadra bahawa aku selalu bermimpi untuk bisa memiliki senyummu itu. ya hanya aku, tapi kenyataannya memang itu hanya sebuah mimpi yang tak mungkin dan tak akan pernah mungkin untuk menjadi kenyataan.

aku telah mengatakan padamu yang sebenarnya, dan kamu lebih memilih untuk menjauh bukan? ntah lah, sebenarnya aku tidak mau hal itu terjadi, walau memang kita jarang bahkan tidak pernah berkomunikasi secara langsung.  aku juga tidak pernah menyesali hal itu terjadi, walau diam diam aku sering menunggu pesan singkatmu menyapa. ini hanya keinginanku, keinginanmu bukan aku pastinya.

aku mengerti jika aku tidak pernah singgah di hatimu walaupun hanya sebentar, aku juga sangat mengerti jika kamu merasa risih dengan sikapku dan ingin pergi menjauh. sekarangpn dia yang pernah mengisi relung relung hatimu dan mungkin masih mengisinya sampai sekarang,  telah datang kembali ke kehidupanmu. dia yang dulu menghlang, ini kembali hadir di hadapanmu. mungkin ada rasa pilu yang tercipta saat dia bercerita dengan sangat senangnya, kata katanya sakan menari, tapi dari tarian itu seperti mampu menyayat hati ini

saat dia menanyakan nomer ponselmu, saat dia memperlihatkan pesan sinkat antara kamu dan dia, saat rasa bahagia yang dia rasakan dapat aku rasakan juga, hatinya menggebu gebu. aku hanya bisa tersenyum, hanya bisa ikut bahagia, entah tulus ikut bahagia atau hanya sebuah sandiwara belaka. semoga sja benar benar ikut berbahagia. ku rapalkan anammu dalam doa, semoga kamu bahagia, semoga kamu mendapatkan duniamu yang hilang kembali hidup.

mataharipun mulai lelah dan enggan untuk menemani, gemerisik dedaunan pun seakan seedang saling berbisik bertanya, serangga yang sedari tadi terpaku mendengar celotehanku kini beranjak pulang ke rumah, kini bintang yang seakan menari menghiburku, bulan yang tersenyum penuh arti seakan mengatakan jangan bersedih lagi, dan aku yang masih terdiam termenung disini, mencoba menfsirkan segala yang ada di dalam hati ini, mencoba memberi penjelasan pada semua saksi bisu yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik gadis beia ini. mencoba mencari jalan untuk keluar dari labirin hati yang rumit ini, namun tetap setiap melangkah jalan buntu yang aku temui, tersesat dalam labirin hati, dengan langkah gontai tetap berusaha untuk keluar, walau sulot akan tetap ku coba. akankah ada uluran tangan yang membantu berdiri dan membantu menyelesaikan labirin ini bersama sama? itu rahasia tuhan.

Selasa, April 3

tawamu, kesakitanku

lagi lagi aku harus berusaha membuang jauh apa yang kau rasakan sekarang ini, sesuatu yag membuat dada ini sesak, sesuatu yang membuat mata ini memanas, sesuatu yang membuat ebar jantung ini tak beraturan. apa ini? rasa apa ini? sakit hati? cemburu? cemburu pada orang sepertimu? orang yang jelas jelas telah menyakiti hatiku berulang ukang, orang yang telah menjadkan aku seperti mainan, seperti layangan yang dengan seenknya bisa kau tarik ulur. berkali kali, berulang ulang.

apash sebenarnya yang kau nginkan darku ini? aku yang telah kau sakiti , aku yang telah kau berikan hadiah berupa luka hati yang cukup menyita waktu indah ku yang snagat berharga itu.belum cukup puaskah kamu dengan semua yang telah kau lakukan padaku? kau ngin melihatku jatuh terpuruk dan tak berdaya? apkah itu yang kau iginkan?

kau memg benar benar bukan manusia ya, kau tidak punhya hati, kau tidak punya akal sehat. dari semua koruptor keji yang ada di indonesia ini, kau bisa di bilang lebih keji dari itu. mereka mengambil uang semua orang, tapi tidak semuanya, masih ada yang mereka sisakan. sedangkan kamu? kamu mengambil semua hatiku, tanpa menyisakan sedikitpun untuk aku bisa hidup, dan untuk aku bisa bernafas.

semua tawamu yang selalu menghiasi wajahmu itu, itu adalah hal yang menyakitkan untukku saat ini.kau tau mengapa? karna ini semua merupakan suatu kenyataan yang harus aku terima dan tidak bisa aku hindari. pertahanan yang aku buat selama ini, semua rasa yang berusaha aku kubur dalam dalam. seketika menyeruak ke permukaan, keluar begitu saja tanpa di minta, penghalang yang aku buat seketika hancur berkeping keping.

tontonan indah yang di lihat orang orang, mungkin bukan sebagai tontonan yag romantis di mataku, melainkan sesuatu yang menembus relung hati, dengan perlahan mengiris iris setiap bagian di hati ini. benar kan ? semua yang kau katakan itu adalah omong kosong.

bodohnya aku, selalu berusaha melupakan semua tetangmu. tapi semakin lama aku berusaha melupakanmu, semakin sulit untuk bis amenjadi diriku sendiri. kekejamanmu yang telah membuat hari hariku menjadi kelabu. melihat semua adegan romanti yang kau ciptakan bersamanya,awal luka yang kau lukiskan.

ya bsudahlah, ceritamu biar saja menjadi cerita bahagiamu. ceritaku? ya biarlah aku sendiri yang merangkai semua hal indah dalam kisahku sendiri. dalam semua kebisuan yang sepi ini. dalam sebuah sandiwara yang aku cptakan untuk sementara waktu. lakukanlah apa yang kau suka, lakukan apa yang kau mau. lakukan semua kegoisanmu, lakukan tanpa memikirkan perasaan orang yg diam diam telah merasakan sakit karenamu.

sambungan dari - semua hanya omong kosong

aku bukan boneka cantikmu

wanita itu bukan mainan yang bisa di bawa ksana kemari, bukan boneka yang bisa di atur sesuai keinginan, bukan wayang yang bisa di mainkan sesuai kehendak dalang. wanita itu bukan hanya pemanis di dunia ini, tapi dia itu sebagai peran utama. jika tidak ada wanita, makhluk di bumi ini tidak akan pernah bertambah, malah akan selalu berkurang. jadi jangan jadikan wanita sebagai sebuah permainan.


hari hari yang aku lewati biasa saja, tak ada yang begitu menarik. semua berjalan stabil tanpa ada letupan atau guncangan. semua benar benar biasa saja sampai akhirnya sosokmu mulai muncul dalam kaehidupanku, kehidupanku yg lurus lurus saja. sosokmu yang entah muncul kapan dan muncul dari mana kini selalu hadir untukku.

ya, hari hariku mulai menjadi tidak biasa. yang biasanya berjalan lurus, kini memiliki jalan berbelok, menanjak, dan juga menurun. sosokmu yang mengubah semua jalan di hidupku, yang dulu mengambil keputusan untuk tidak mau mempunyai perasaan lebih dari sekedar teman pada sesosok makhluk yang di sebut pria. tapi setelah mengenalmu, perlahan kata kata itu tenggelam, yang muncul kini adalah perasaan yang lebih dari sekedar teman, entah kagum, atau apalah akupun tak mengerti.

cukup lama aku menikmati keadaan ini, keadaan di saat perhatianmu selalu menghujani hari hariku, pesan singkatmu yang selalu memenuhi telpon genggamku, senyummu yang menjadi penyemangatku melewati hari demi hari. tak terasa 6 bulan sudah berlalu. ya, waktu yang cukup lama dan selalu aku nikmati setiap inci kejadian yang terlewati saat bersamamu.


belakangan ini aku melihat tingkahmu yang berbeda dari biasanya. apakah ada orang lain di hatimu? ah mungkin hanya perasaanku saja. ku abaikan dugaan itu, dan ku tepiskan jauh jauh pikiran itu dari otakku. tapi mungkin ternyata memang benar ada orang lain di hari harimu, kini bukan aku penyebab senyummu itu? sudahlah, itu hakmu bukan?

sampai suatu hari seseorang menghampiriku, berusaha berbicara padaku, seperti ada sesuatu yang benar benar serius. benar saja, dia berkata sesuatu yang tak pernah aku duga, tak pernah aku kira dan tak pernah aku bayangkan. dia yang saat itu tengah berdiri di hadapanku memasang muka yang memelas, menahan rasa bersalah yang teramat sangat. dia, yang kini berusaha mendapat maaf dariku.

ya tentu saja aku memaafkannya, aku bukan type orang yang pendendam. ini juga bukan sepenuhya salahnya. aku juga bersalah, aku yang tidak mengerti tentang perasaan yang aku rasakann ini, perasaan yang membuatku bisa terus tersenyum sepanjang hari, terus berjingkrak bernari dalam sepi, perasaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. mungkin terlalu dini aku merasakannya, sehingga aku tidak bisa menafsirkan semua itu.

ada seseorang yang menita sorot matamu itu, ya ada seseorang yang mewarnai hari harimu. aku tau siapa orang itu, aku tau sosok itu, aku tau dia, aku benar benar mengenalnya. dan aku juga mendengar kabar bahwa sebentar lagi kau akan menyatakan perasaanmu? hey untuk apa pesan singkatmu selama ini? yang bukan sekedar pesan singkat biasa, untuk apa perhatianmu selama ini? untuk apa semua ini? sandiwaramu? tega sekali ! dan benar saja kau telah menyatakan perasaanmu itu padanya, pada saat acara perpisahan itu. untung saja aku berhalangan hadir, sehingga aku tidak usah bersusah payah menahan air mata dan menahan gejolak perasaan yang saling beradu, tidak usah menonton adegan romantis yang menyakitkan itu, biarlah saja hanya sebuah cerita.

diam diam ada sedikit rasa aneh di dada ini, sesak yang tak biasa. mungkinkah ini yang namanya sakit hati? ternyata diam diam, sosoknya yang mungkin adalah cinta pertamaku, dan mungkin yang pertama kali juga menorehkan sedikit luka yang mendalam di hati ini. benar benar kennagan yang sulit untuk di lupakan.

hey, apa lagi ini? temanmu itu ! mau apa dia? mempermainkanku juga? menjadikanku barang taruhan juga? sudah cukup aku merasakan sakit yang kau berikan, yang secara mengendap endap menusuk relung hati ini. aku yang tidak tau tentang dunia percintaan telah kau bawa ke dalam lembah cinta itu, dan kau sendiri yang mendorongku masuk dalam jurang luka dan sakit hati.

dulu aku di jadikan barang taruhan olehmu, sekarang apa lagi yang akan temanmu itu lakukan padaku? untuk apa dia mendekatiku? kau sengaja melemparku padanya? supaya aku bisa melupakanmu? itu kah maksudmu? hey jangan naif dulu, jangan terlalu naif!

kau pikir saat mendorongku ke jurang luka itu, kau berhasil mendorong segalanya? mungkin memang ada rasa sakit yang sempat membuatku lemah, tapi semangatku terus maju, dia tak pernah padam. dengan mudahnya aku bisa keluar dari jurang itu! lihat aku kini, lihat aku sekarang, aku tak butuh kamu lagi! aku tak butuh manusia penuh sandiwara sepertimu!

kau pikir kau dalang dari semua sandiwara ini? kau pikir aku ini wayangmu? bonekamu? kau salah. aku ya aku, aku bukan bonekamu! bukan wayangmu yang bisa kau permainkan seenaknya! aku bisa menjalani hidupku sendiri, aku tida butuh dalang egois sepertimu! hari hariku yang lurus lebih berarti karna semua itu tanpa kepalsuan ! tanpa sandiwara, dan tanpa sebuah taruhan!

hey pria yang disana. iya kamu yang menganggap dirimu segalanya! aku memang pernah kau sakiti, tapi aku telah bangkit! aku memang telah kau butakan, tapi kini mataku sudah terbuka! aku bukan mainanmu!  aku bukan bonekamu! aku bukan wayangmu! aku juga bukan barang yang bisa kau jadiakn taruhan! aku harap kau sadar dan menyesal! aku harap tak ada lagi yang kau jadikan mainan dan kau jadikan boneka. biarlah aku yang merasakan, ya biarlah aku wanita yang di pilih tuhan, wanita tegar yang spesial di mata tuhan yang bisa menjalani kepahitan ini. tuhan tau aku mampu, makannya dia menunjukku.

ingat sekali lagi dan camkan dengan baik, aku bukan mainanmu! aku bukan barang yang bisa seenaknya kau jadikan bahan taruhan! jangan bertindak bodoh! karna hukum karma masih akan tetap berlaku. roda selalu berputar. biar tuhan juga yang membalas perbuatanmu itu padaku, nanti giliranku yang tersenyum saat tuhan telah membalaskan atas semua tindakanmu itu.