untuk kamu...
pria dengan beribu rahasia...
harapan yang kau beri, atau aku yang berharap? kau yang memberi perhatian, atau aku yang merasa di perhatikan? kata katamu yang terdengar selalu manis, atau aku yg selalu merasa kata katamu selalu manis? apa ini? fantasi? atau sekedar penasaran cinta? dari segi mana aku melihatnya? dari segi mana kamu melihatnya?
aku tidak mungkin berharap jika kamu tidak memberikan harapan itu, aku tidak mungkin tersenyum tanpa alasan pada hari hariku, perhatian kecilmu, kata katamu, pengakuanmu, tingkah lakumu, cemburumu, amarahmu. itu yang membuatku tertarik untuk menyelami suatu kisah dan membuat sesuatu yang bisa di kenang di masa yang akan datang bersamamu.
tapi ternyata semuanya palsu, mungkin ini yang kau maksud dengan fantasi dan aku tidak akan mengerti. kau membuatku seperti boneka yang bisa kau mainkan sesuka hatimu, kau membuatku seperti pelampiasan cinta yang pernah menyakitimu, kau membuatku tersenyum, kau membawaku terbang tinggi, namun kau hempaskan begitu saja. apa yang aku rasakan? sakit tentunya! apa yang kau rasakan? kau tidak pernah merasa telah menyakitiku.
jika di lihat dari segi yang mungkin kau lihat. kau menganggapku seseorang yang mungkin saja sedang memujamu, berlebihan mengharapkanmu? yasudahlah jika itu yang mungkin kau lihat dari diriku, aku sudah tidak peduli lagi.
kata katamu yang selama ini, sekarang aku tau, semuanya BOHONG. terima kasih telah membohongiku, kau tidak akan berterima kasih padaku? ah iya, kau merasa aku bukan seseorang yg hebat kan? mungkin awalnya ada sedikit peranku untuk menjembatani antara kalian berdua. kalau aku tidak menjembatani itu, apa yg sekarang sedang kau lakukan? masih membohongiku dengan kata kata manismu itu? atau apa?
aku penghancur? aku perusak? bodoh! aku tidak tau menau tentang apapun. kau kira aku ini apa suka merusak hubungan orang? dia saja yang pikirannya sempit, dengan tiba tiba menyalahkan dan menuduh orang sembarangan. kau juga menyalahkanku? yasudah kalau begitu. aku mau berterima kasih padamu, sangat berterima kasih padamu. aku tidak marah padamu krn kamu ikut menyalahkanku. aku mau berterima kasih karena kamu telah membukakan mataku, telah membuka hatiku dan pikiranku yan sempat menjadi bodoh karena semua kebohonganmu, sekarang aku melihat sisi lain, yaitu kebohonganmu, menjadikanku pelarian, boneka? ya mungkin itu juga. terima kasih karena kini rasaku bukan kecewa, namun sedikit kesal krn sempat di bohongi.
yasudahlah, akan aku lupakan semua kebohonganmu itu, walau kebohonganmu itu sempat membuatku tersenyum, namun teteap saja itu sebuah kebohongan, semua adanya. terima kasih banyak telah mengajarkanku menjadi orang yang sabar, orang yang peduli, orang yang rela berbagi, orang yang tanpa pamrih menolong. banyak pelajaran yang aku terima. kini aku yang selalu bisa tersenyum telah kembali, tanpa kamu, tanpa kebohonganmu. bawa jauh semua kebohonganmu, jangan pernah berbohong lagi padaku, jaga dia baik baik, jangan lepaskan dia lagi.
mungkin aku telah di permainkan, tapi itu membuatku menjadi lebih mengerti tentang pentingnya lebih mengenal seseorang. memberiku pengalaman berharga tentang menolong tanpa pamrih, pengalaman tentang ikhlasnya dengan tuduhan kosong tanpa jawaban. kini di malam yang penuh bintan ini, aku kembali tersenyum senang, kembali menjadi dirku, kembali menemukan jati diri yang hilang tertimpa kebohongan, kembali menjadi seseorang yang kuat. mulai hari ini, takan ada kamu lagi, takan ada tentang kamu lagi, akan ku buka lembaran baru.
tertanda.....
gadis dengan sejuta senyuman