selamat pagi tuhan. apa disana pagi? siang? atau malam? entahlah tak ada yang tau. tuhan, bisakah kita berbincang? ya masih dengan topik bahasan yang sama tuhan, masih tentang dia.aku tau tuhan kini dia tidak pernah ada lagi dalam hari hariku, dulu dia penyebab senyumku, penyemangatku, tapi kini? dia ungkin menjadi penyebab kegalauanku ini? mugkin, banyak hal yang sulit kini, namun tetap harus aku jalani sendiri.
tuhan, bukan maksudku mengeluh dengan semua keadaan yang telah berubah sekarang ini. aku juga tidak menyalahkanmu tentang skenario yang sekarang telah kau ubah. aku tau dan paham kau sedang mempersiapkan yang lebih baik dari kemarin.hanya saja aku tidak mengerti, mengapa kau ambil dia secara langsung? bahkan kau tak menyisakan senyumnya untukku? dia benar benar tidak baik untukku? atau apa?
merasa kehilangan, merasa sepi. sebenarnya tidak seperti itu. kami jarang berkomunikasi, aku jarang menemui pesan singkatnya yang selalu masuk dalam inbox handphoneku. dalam jarak dekatpun kami jarang berkomunikasi. tapi itu yang membuatku senang tuhan. pesan singkatnya yang tiba tiba, mampu membuatku terjaga di saat kantuk sudah melanda, senyumnya yang terlukis di wajahnya, seperti magis yang bisa mebuatku tersenyum tanpa sebab. namun kini? tak ada lagi pesan singkatnya, tak ada lagi senyumnya.
tuhan, kini tak pernah lagi aku melihat matanya yang tersenyum padaku. yang ku lihat adalah kebencian. banyak hal yang tidak aku mengerti tuhan, apa kau bisa jelaskan padaku? apa yang sebenarnya ia rasakan kini tuhan? perasaannya padaku? dan apa yang menyebabkan sikapnya seperti itu kini? kana sosok wanita itu? katanya wanita itu adalah kekasihnya, namun mengapa ada seorang lelaki yang berkata bahwa dia dan wanita itu sedang dekat tuhan? apa yang terjadi? siapa yang berbohong? lalu tuhan, orang itu, ya lelaki itu tuha, temannya. apa maunya? mengapa ia senang sekali mengadu domba dan membuatku seakan terjatuh di hadapannya? apakarna dendam?demdamnya padaku? dendam karena aku mengetahui kelakuan busuknya pada wanita? apa karna itu? ia tidak suka kah? mengapa ia harus mengarang cerita dan menjadi kompor untuk dia yang seharusnya kii masih tersenyum padaku? bahkan ia pun tak tau apa yang sebenarnya terjadi.
tuhan sebenarnya apa yang kau persiapkan untukku? isak tangis kehilangannya, lamunan mengingat masa lalu. itu cukup menyiksaku. senyum yag dulu ada, kini tak ada lagi. aku hanya ingin menjelaskan semua padanya, menjelaska semua yang telah keluar dari jalurnya. tidak hanya kali ini aku merasa di fitnah dan menjadi terabaikan tuhan. apakah akan ada hal yang seperti ini lagi? kini keluhanku tuhan, aku lelah menjadi bahan fitnahan, aku lelah terus merasa sendiri tuhan. sudah lama aku bersabar, namun entah mengapa kini aku merasa lelah, mungkin ini titik jenuhnya. tuhan, rangkul aku, tersenyumlah untukku. bantu aku mengatakan pada mereka, pada inspirasiku, bahwa aku bukan seperti yang mereka dengar dari manapun.tidak ada yang benar benar mengerti aku, selain aku dan kau ya tuhan.
untuk kamu, inspirasiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar