aku menulis ini, ketika aku tau apa yang ku harap takan pernah ku dekap. dan aku menulis ini saat aku mengerti apa yang aku pikir takan pernah terukir. untuk pertama kalinya semenjak 2 tahun terakhir aku menulis lagi, bukan tentang dirinya. kini aku menulis tentang dirimu. seseorang yang mampu menarikku keluar dari dunia yang selama ini membuatku berkelana tanpa ujung. dunia gelap yang tidak menyisakan cahaya. bahkan hanya untuk melihat setitik harapan.aku yang telah berkelana sekian lama dalam kegelapan, kini kau tarik pada cahaya. aku berhenti mencari dalam gelap
kamu, lelaki sederhana yang mampu membuatku keluar dari rutinitas yang selalu aku jalani dalam gelap. kamu, lelaki sedrhana yang mampu membuatku melihat bahwa masih banyak warna lain selain hitam. dan kamu, lelaki sederhana yang mampu mengenalkanku pada dunia lai selain dirinya. beribu terimakasih harus aku sampaikan, namun tak sedikitpun aku bisa mengatakannya.
hai, aku rindu. ya aku rindu pada masa dimana kita dapat bermain dan tertawa bersama, saat tidak ada rasa canggung yang aku dan kamu rasakan. saat kedekatan kita indah tanpa ada jarak. mungkin kini kau mencoba menjauh, mungki kau coba meelindungiku dari rasa sakit.
mereka mencoba mengatakan bahwa apa yang aku rasa sekarang ini adalah karena kita dekat, pertemanan kita sangatlah dekat, mereka mencoba mengatakan bahwa kita terjebak dalam dimesi yang di namakan friendzone.namun aku rasa mereka salah. pertemanan yang aku rasakan bermetamorfosis mnjadi kekagumanku padamu. aku melihat banyak sisi baik yang mungkin tidak mereka perhatikan. dan aku, melihatmu dari sudut pandang yang berbeda dari yang mereka lihat. biarlah aku yang tahu.
kini aku merasa ada sekat antara kita, aku juga tidak megerti mengapa sekat itu terbentuk. aku juga tidak mengerti apa yang kamu pikirkan tentangku saat ini. mungkin yang kamu pikirkan tentagku adalah seorang gadis yang etikanya kurang baik, seorang gadis yang tidak bisa merangkul semua teman sekelasnya, seorang gadis yang hanya bisa foya-foya menghabiskan uang, seorang gadis yang masih kekanak-kanakan. jauh bila di bandingkan dia, yang dulu pernah mengisi hatimu. dan mungkin masih mengisi hatimu sampai saat ini. jika memang kau berpikiran seperti itu, ayolah sayang kita telah berteman lama. jangan samakan pikiranmu dengan pikiran mereka yang tidak tau aku sama sekali. kau harusnya tau aku bukan?
aku rindu tertawa bersamamu. kini aku merasa asing denganmu. aku rasa semua tak lagi sama. biarlah bulan malam itu jadi saksinya, biarkan pasir dan ombak yang mendengar gelak tawa bahagia, biar jalanan yang berliku itu yang melihat senyum yang terkembang, biar semua perjalanan itu menjadi sejarah singkat ketentraman hati. mungkin aku sakit, tapi aku selalu merasa sehat di sampingmu, mungkin aku lemah, tapi aku selalu merasa kuat di dekatmu.
tidakkah kau mau mengajakku berjalan beriringan? agar aku tidak takut lagi tersesat dan sendirian. tidakkah kau mau berjalan di sampingku? kita akan sama sama menggenggam langit, kita akan sama sama menjadi hebat. siapa tau kita mempunyai tujuan yang sama. tidakkah kau mau mencobanya? aku berjanji tidak akan menyakitimu sedikitpun. tidakkah kau mau kita mencoba untuk menjadi satu? kamu telah membantuku keluar dari gelap, aku akan membantumu keluar dar dunia masa lalumu jika kamu mengizinkan.
boleh aku menitipkan hatiku? aku titipikan hatiku padamu. pada orang yang telah menyelamatkanku, pada orang yang telah membantuku belajar bagaimana caranya tertawa kembali, pada oorang yang membuatku peduli. tolong jaga hatiku sampai aku kembali, atau sampai saat kau sadar ada aku. tidak perlu terburu buru, aku akan berjalan perlahan. berlarilah jika kau sadar.
kini aku tersesat dalam kemilau cahaya, aku terkubur dlam banyak warna, tapi aku suka disini, aku takan kembali pada dunia gelapku, tapi maukah kau tunjukanku satu warna? yang dapat menuntunku pada sesuatu, yang meneragi jalanku agar aku tidak tersesat. aku tidak akan menunggumu di persimpangan ini. aku akan terus berjalan, mungkin berlawanan arah dengamu. dan saat kau melihat ke belakang sudah takan ada aku lagi. dan aku harap saat itu kau tidak akan pernah menyesal meninggalkanku di persimpangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar