Malam ini ramai, tanpa rintik hujan seperti kemarin. Sama seperti
aku, sekelilingku ramai, tanpa ada kamu di sisiku. Selamat malam kamu, yang
entah masih bisa aku panggil kekasih atau tidak. Semoga malam mu ini seramai
antrian pom bensin di luar sana.
Hari ini aku mengahbiskan waktuku, bukan untuk berfoya foya,
hanya saja untuk menghilangkan sesak. Hari ini aku menghabiskan waktuku di
tamna bermain. Kamu tau? Iya, taman bermain yang pernah kita kunjungi. Tak
banyak yang berbeda dari taman bermain tersebut. hanya saja mungkin yang
berbeda adalah kali ini aku tidak datang bersamamu, melainkan bersama teman
temanku. Aku rindu.
Langit siang tadi mendung, mengiringi aku dalam perjalanan
ke tempat itu. Memang sudah pernah aku tolak ajakan temanku untuk pergi ke
taman bermain itu, entah kenapa pagi tadi semuanya berubah. Aku memutuskan
untuk ikut bergabung. Hujan deras dalam perjalanan menemani lamunanku
tentangmu, tentang aku yang mungkin saja bertemu kamu dengan gadis lain,
mengingat taman bermain itu tidak jauh dari tempatmu menuntut ilmu. Aku terdiam.
Sesampainya di taman bermain, aku memang menikmati setiap
wahana yang ada. Melepaskan semua jeritan hingga lemas. Ah akhirnya aku tau,
kenapa pada akhirnya aku memutuskan untuk bergabung. Mungkin aku berharap
dengan cara seperti itu aku dapat melepaskan sedihku sejenak. Walau aku tau,
banyak kenangan tentang aku dan kamu, tentang kita di tempat itu. Aku termenung.
belum cukup sampai disitu, belum cukup tuhan membawaku
kembali pada beribu kenangan akan dirimu kala itu. Bisakah kamu menebak kemana
perginya aku setelah taman bermain? Aku dan teman temanku memutuskan untuk
makan malam, makan makanan kesukaanmu. Aku terduduk di sebuah kursi di kedai
bakso, kedai bakso yang berada di ujung jalan itu. Ingat? Kita juga kesana
setelah kita puas di taman bermain itu. Iyakan? Apa kamu masih ingat? Aku membisu.
Ada saja cara tuhan untuk selalu mengingatkan aku padamu. Pada
semua kenangan kita yang telah terukir sejak kita masih berseragam putih abu. Terlalu
banyak cerita, suka dan duka yang telah kita lewati bersama selama itu. Indah saat
kita selalu bersama setiap hari tanpa pernah waktu terlewati sendiri, tapi
sekarang semuanya berbeda. Mungkin aku da n kamu belum siap di pisahkan jarak
dan waktu. Mungkin ini salahku, yang kini terlalu sibuk tentang apa yang aku
jalani. Mungkin ini salahku yang tidak sempat menanyakan sedikit saja kabarmu
kala kita masih bersama.
Sekarang, aku tak tau tentang kabarmu. Aku tak tau apa yang
sedang kau jalani saat ini. Aku tak pernah tau sesuatu tentangmu. Mungkin kini
kau sudah bahagia dengan gadis baru pilihanmu, yang akan selalu ada di
sampingmu. Tidak seperti aku yang jauh entah dimana. Yang selalu sibuk dengan
semua organisasinya. Mungkin kini tak ada aku lagi di pikiran bahkan hatimu.
Aku rindu dekapanmu di kala aku gelisah, aku rindu saat kau
hapuskan air mataku saat gundah. Aku benci dengan keadaan sekarang ini. Tapi inilah
nyatanya, hanya ada dodo dan didi yang aku dekap, hanya ada tanganku yang
mengusap. Mungkin kamu tidak akan pernah
memperdulikan tulisan ini. Tapi ini membantuku merasa lebih tenang. Salahku yang
tidak pernah menceritakan semua masalah yang terjadi belakangan ini. Sejujurnya
aku tidak mau membebani mu lebih banyak.
Tak ada yang bisa aku perbuat lagi pada rindu ini. Ku titipkan
doa untukmu lewat tuhan selalu. Bukan salahmu jika kamu pergi. Bukan salahmu
jika kamu bosan. Biar, biar semua terjadi. Biar kamu pergi, tapi pastikan kamu
tau kemana kamu akan pulang. jika saja ada kesempatan bagi kita untuk memulai kembali semuanya dari awal, dan menjadikannya selalu bahagia. Jika mungkin suatu saat nanti kamu rindu, kamu
pasti tau kemana harus mencariku. Aku pasti akan tetap berada disitu,
menunggumu pulang membawa senyuman. Terima kasih kekasih hati.
Untuk kamu pengisi hati,
Dari aku kekasihmu
Yang rindu
Dan mennggumu pulang