ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Minggu, November 16

tabunganku?

kemana perginya rembulan saat mentari datang?
kemana perginya matahari saat bumi di guyur hujan?
kemana perginya hujan saat pelangi menampakan warnanya?

sore ini rasa itu kembali muncul. rasa yang tak pernah aku pahami. rasa yang membuat tubuh ini gemetar. rasa yang membuat dada ini sesak setengah mati.raasa yang membuat jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya. rasa yang membuat air mata jatuh dengan bebasnya. rasa yang membuatku terduduk lemas tanpa daya.

sore ini cuaca di luar rumah mendung. mentari enggan mengeluarkan kilaunya, hujan pun malu malu untuk menginjakan bulirnya di tanah ini, hanya awan yang sedari tadi bulak balik menguasai langit yang tadinya biru menjadi sendu. rumah ini kosong di tinggal para penghuninya, hanya ada aku yang sibuk bermalas malasan dengan selimut dan remote tv nya.

entah apa yang merasuk, entah apa yang tiba tiba melintas dalam pikiranku. dadaku sakit, dan dengan anggunnya air mata ini menari di pelupuk mata tanpa ada komando dari siapapun. tangis tanpa suara, tangis yang membuat nafasmu sulit di atur. tangis yang menyesakkan. tangis tanpa sebab yang pasti. tangis konyol tanpa arti. aku terduduk di tempat tidurku.

ini memang bukan kali pertamanya aku menangis seperti ini, ini juga bukan kali pertamanya aku bingung, kenapa diriku ini? apa yang salah? apa aku gila? apa aku depresi? apa aku harus ke psikiater? aku tak perna tau pasti mengapa ini bisa terjadi. tapi yang aku tau, mungkin ini adalah sebuah titik dimana apa yang kau kumpulkan sejak lama, lama lama akan memenuhi tempatnya, lama lama isi dalam tempat itu akan keluar. seperti air yang kau tuangkan dalam gelas, jika terus menerus, air itupun akan tumpah dari gelasnya. begitupun sedih.

kemana kamu akan pergi saat kamu merasa tidak ada satupun tempat pelarian yang dapat menyejukkan hati? kemana kamu akan berlari jika suasa muram selalu mengikuti? dimana kamu akan bersembunyi saat tak ada tempat yang dapat di singgahi? saat kamu tak pernah tahu arah tujuan yang tepat untuk mengusir segala rasa dan asa. saat air mata memaksa untuk keluar. saat semua rasa tak mempunyai makna.

jika boleh menebak nebak, mungkin adalah sebuah tabunganku yang sudah penuh, tabungan yang sudah tidak dapat lagi menampung isinya, hingga akhirnya keluar tanpa sebab. tabungan sedihku? kata orang akan lebih ringan bila sedihmu di bagi pada orang lain. tapi pada kenyatannya orang lain juga memiliki masalah, memiliki sedihnya sendiri. dan untuk apa aku membagi punyaku pada mereka?

biar, biarlah mereka dengan urusannya, dan aku dengan urusanku. aku tidak perlu orang yang mau di bagi dengan sedihku, yang mau menolongku keluar dari sedih ini. apalagi orang tidak bisa membuatku bersedih. karna aku tau takan ada orang yang setulus itu. aku hanya perlu orang yang mau meminjamkan bahunya saat aku gelisah, menghapuskan air mataku saat aku menangis, mendekapku saat aku terisak, dan pada akhirnya mengubah sedihku menjadi senyuman yang baru.

semua orang pasti punya sedihnya sendiri, apapun sebabnya. tidak akan ada orang yang selalu ceria tanpa setitikpun kesedihan. yang ada hanyalah orang dengan seribu topengnya. orang yang mampu menutupi sedihnya di hadapan orang lain, orang yang mampu tersenyum dan tertawa tanpa memperlihatkan lukanya pada dunia.

semoga pada waktunya nanti, setiap orang punya obat penyembuh luka dan sedihnya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar