wanita itu bukan mainan yang bisa di bawa ksana kemari, bukan boneka yang bisa di atur sesuai keinginan, bukan wayang yang bisa di mainkan sesuai kehendak dalang. wanita itu bukan hanya pemanis di dunia ini, tapi dia itu sebagai peran utama. jika tidak ada wanita, makhluk di bumi ini tidak akan pernah bertambah, malah akan selalu berkurang. jadi jangan jadikan wanita sebagai sebuah permainan.
hari hari yang aku lewati biasa saja, tak ada yang begitu menarik. semua berjalan stabil tanpa ada letupan atau guncangan. semua benar benar biasa saja sampai akhirnya sosokmu mulai muncul dalam kaehidupanku, kehidupanku yg lurus lurus saja. sosokmu yang entah muncul kapan dan muncul dari mana kini selalu hadir untukku.
ya, hari hariku mulai menjadi tidak biasa. yang biasanya berjalan lurus, kini memiliki jalan berbelok, menanjak, dan juga menurun. sosokmu yang mengubah semua jalan di hidupku, yang dulu mengambil keputusan untuk tidak mau mempunyai perasaan lebih dari sekedar teman pada sesosok makhluk yang di sebut pria. tapi setelah mengenalmu, perlahan kata kata itu tenggelam, yang muncul kini adalah perasaan yang lebih dari sekedar teman, entah kagum, atau apalah akupun tak mengerti.
cukup lama aku menikmati keadaan ini, keadaan di saat perhatianmu selalu menghujani hari hariku, pesan singkatmu yang selalu memenuhi telpon genggamku, senyummu yang menjadi penyemangatku melewati hari demi hari. tak terasa 6 bulan sudah berlalu. ya, waktu yang cukup lama dan selalu aku nikmati setiap inci kejadian yang terlewati saat bersamamu.
belakangan ini aku melihat tingkahmu yang berbeda dari biasanya. apakah ada orang lain di hatimu? ah mungkin hanya perasaanku saja. ku abaikan dugaan itu, dan ku tepiskan jauh jauh pikiran itu dari otakku. tapi mungkin ternyata memang benar ada orang lain di hari harimu, kini bukan aku penyebab senyummu itu? sudahlah, itu hakmu bukan?
sampai suatu hari seseorang menghampiriku, berusaha berbicara padaku, seperti ada sesuatu yang benar benar serius. benar saja, dia berkata sesuatu yang tak pernah aku duga, tak pernah aku kira dan tak pernah aku bayangkan. dia yang saat itu tengah berdiri di hadapanku memasang muka yang memelas, menahan rasa bersalah yang teramat sangat. dia, yang kini berusaha mendapat maaf dariku.
ya tentu saja aku memaafkannya, aku bukan type orang yang pendendam. ini juga bukan sepenuhya salahnya. aku juga bersalah, aku yang tidak mengerti tentang perasaan yang aku rasakann ini, perasaan yang membuatku bisa terus tersenyum sepanjang hari, terus berjingkrak bernari dalam sepi, perasaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. mungkin terlalu dini aku merasakannya, sehingga aku tidak bisa menafsirkan semua itu.
ada seseorang yang menita sorot matamu itu, ya ada seseorang yang mewarnai hari harimu. aku tau siapa orang itu, aku tau sosok itu, aku tau dia, aku benar benar mengenalnya. dan aku juga mendengar kabar bahwa sebentar lagi kau akan menyatakan perasaanmu? hey untuk apa pesan singkatmu selama ini? yang bukan sekedar pesan singkat biasa, untuk apa perhatianmu selama ini? untuk apa semua ini? sandiwaramu? tega sekali ! dan benar saja kau telah menyatakan perasaanmu itu padanya, pada saat acara perpisahan itu. untung saja aku berhalangan hadir, sehingga aku tidak usah bersusah payah menahan air mata dan menahan gejolak perasaan yang saling beradu, tidak usah menonton adegan romantis yang menyakitkan itu, biarlah saja hanya sebuah cerita.
diam diam ada sedikit rasa aneh di dada ini, sesak yang tak biasa. mungkinkah ini yang namanya sakit hati? ternyata diam diam, sosoknya yang mungkin adalah cinta pertamaku, dan mungkin yang pertama kali juga menorehkan sedikit luka yang mendalam di hati ini. benar benar kennagan yang sulit untuk di lupakan.
hey, apa lagi ini? temanmu itu ! mau apa dia? mempermainkanku juga? menjadikanku barang taruhan juga? sudah cukup aku merasakan sakit yang kau berikan, yang secara mengendap endap menusuk relung hati ini. aku yang tidak tau tentang dunia percintaan telah kau bawa ke dalam lembah cinta itu, dan kau sendiri yang mendorongku masuk dalam jurang luka dan sakit hati.
dulu aku di jadikan barang taruhan olehmu, sekarang apa lagi yang akan temanmu itu lakukan padaku? untuk apa dia mendekatiku? kau sengaja melemparku padanya? supaya aku bisa melupakanmu? itu kah maksudmu? hey jangan naif dulu, jangan terlalu naif!
kau pikir saat mendorongku ke jurang luka itu, kau berhasil mendorong segalanya? mungkin memang ada rasa sakit yang sempat membuatku lemah, tapi semangatku terus maju, dia tak pernah padam. dengan mudahnya aku bisa keluar dari jurang itu! lihat aku kini, lihat aku sekarang, aku tak butuh kamu lagi! aku tak butuh manusia penuh sandiwara sepertimu!
kau pikir kau dalang dari semua sandiwara ini? kau pikir aku ini wayangmu? bonekamu? kau salah. aku ya aku, aku bukan bonekamu! bukan wayangmu yang bisa kau permainkan seenaknya! aku bisa menjalani hidupku sendiri, aku tida butuh dalang egois sepertimu! hari hariku yang lurus lebih berarti karna semua itu tanpa kepalsuan ! tanpa sandiwara, dan tanpa sebuah taruhan!
hey pria yang disana. iya kamu yang menganggap dirimu segalanya! aku memang pernah kau sakiti, tapi aku telah bangkit! aku memang telah kau butakan, tapi kini mataku sudah terbuka! aku bukan mainanmu! aku bukan bonekamu! aku bukan wayangmu! aku juga bukan barang yang bisa kau jadiakn taruhan! aku harap kau sadar dan menyesal! aku harap tak ada lagi yang kau jadikan mainan dan kau jadikan boneka. biarlah aku yang merasakan, ya biarlah aku wanita yang di pilih tuhan, wanita tegar yang spesial di mata tuhan yang bisa menjalani kepahitan ini. tuhan tau aku mampu, makannya dia menunjukku.
ingat sekali lagi dan camkan dengan baik, aku bukan mainanmu! aku bukan barang yang bisa seenaknya kau jadikan bahan taruhan! jangan bertindak bodoh! karna hukum karma masih akan tetap berlaku. roda selalu berputar. biar tuhan juga yang membalas perbuatanmu itu padaku, nanti giliranku yang tersenyum saat tuhan telah membalaskan atas semua tindakanmu itu.
"..........."
BalasHapus"................................"
".............................................."
\^_________________________________^/
aduh seandainya saja orang yang berkaitan membacanyaaa....
hahaha iya semoga saja dia membaca ya :p
BalasHapus