ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Minggu, Desember 28

hampir 3 tahun

untuk kamu
sumber inspirasi tanpa batas

hari ini bukanlah hari yang istimewa yang di torehkan sejarah tentang kita berdua, bahkan mungkin tidak ada titik spesial pada hari ini. tapi hari ini aku hanya mengingatmu, tenang hanya mengingat, tak seburuk kerinduanku padamu seperti di waktu yang lain. hebat sekali dirimu, masih menjadi inspirasiku di masa yang terlampau jauh dari terakhir kali aku menangis. tak terasa, sudah 3 tahun

apa kabar kamu, pangeran imajinasiku? rasanya baru kemarin aku terakhir manatap matamu. aku rasa luka ini pun belum sembuh, terlalu lama ya? ya mungkin masih ada luka yang tersisa, hanya saja kini ada yang mengobati luka itu, orang yang berhasil menjungkir balikan aku, untuk keluar dari kefatamorganaan dirimu.

rasanya masih aku ingat jelas semua percakapan kita di malam itu, percakapan tentang cinta dan sayang. masih teringat jelas kau membuatku mengeluarkan air mata saat kita berlatih vokal. masih jelas ku ingat senyummu yang tak pernah duduk jauh dari bangku dimana aku duduk. masih aku ingat saat kau marah karna merasa di permainkan. aku juga masih tersenyum saat ingat kau mengantarku pulang. masih ingat betul saat harap harap cemas menantimu datang saat perpisahan sekolah. masih bisa merasakan tertidur di sebelahmu dalam perjalanan ke jogja. seringkali tersenyum saat melihat foto berdua denganmu saat perpisahan, merasakan kikuknya saat harus kembali duduk bersebalahan denganmu dalam mobil berplat ZL itu. dan selalu ingat saat ulang tahun ke 17mu. terlalu banyak kenangan dalam waktu yang singkat itu.

terutama aku selalu tertawa dan merasa bodoh setiap kali membaca segala tulisan dan cerita tentangmu. tulisan yang dengan jelasnya menggambarkan aku yang telah tenggelam dalam segala keindahanmu, wahai tuan yang telah aku kagumi semenjak pertama kali melihatmu masuk ke kelasku. dan tidak pernah menyangka, saat naik ke kelas 2, kita di persatukan oleh takdir tuhan.

awal januari 2012, aku mulai menulis di media elektronik. menuliskan segala tentang apa yang mau aku tulis. dan kebanyakan itu tentangmu. dan tanpa aku tau pula, darimana asalnya. kau selalu membaca semua tulisan yang aku buat. entah darimana kau tau.

hobiku saat itu? membaca postingan tentang cinta beda agama. rasis bukan? aku selalu menyayangkan mereka yang tidak pernah mengerti rasanya apa yang kita rasakan. selalu saja ada yang berkomentar. entahalah, mungkin mereka sirik. tapi sudahlah, tak penting bagiku mendengar semua yang mereka katakan.

entah kenapa, tapi aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. terimakasih yang teramat sangat untukmu. untuk kamu yang sempat membuat duniaku tak berwarna. tapi di situah titiknya, itulah inti mengapa aku berterima kasih. krn warna terbatas yang kamu berikan, saat ini saat aku di kenalkan warna, aku lebih dapat mensyukurinya, beribu syukur dan terima kasih. karna sekarang aku benar benar dapat melihat warna yang membuat hariku selalu tersenyum.

orang yang membawakan ku warna? dia adalah lelaki sederhana yang selalu aku doakan dalam setiap hembusan nafas, setiap kedipan mata, dan setiap langkah. lelaki yang sangat istimewa. oh iya, selamat natal ya. semoga masalah yang kamu alami, yang aku dengar dari temanmu sudah tidak lagi menjadi masalah.

Senin, November 17

menunggumu pulang


Malam ini ramai, tanpa rintik hujan seperti kemarin. Sama seperti aku, sekelilingku ramai, tanpa ada kamu di sisiku. Selamat malam kamu, yang entah masih bisa aku panggil kekasih atau tidak. Semoga malam mu ini seramai antrian pom bensin di luar sana.

Hari ini aku mengahbiskan waktuku, bukan untuk berfoya foya, hanya saja untuk menghilangkan sesak. Hari ini aku menghabiskan waktuku di tamna bermain. Kamu tau? Iya, taman bermain yang pernah kita kunjungi. Tak banyak yang berbeda dari taman bermain tersebut. hanya saja mungkin yang berbeda adalah kali ini aku tidak datang bersamamu, melainkan bersama teman temanku. Aku rindu.

Langit siang tadi mendung, mengiringi aku dalam perjalanan ke tempat itu. Memang sudah pernah aku tolak ajakan temanku untuk pergi ke taman bermain itu, entah kenapa pagi tadi semuanya berubah. Aku memutuskan untuk ikut bergabung. Hujan deras dalam perjalanan menemani lamunanku tentangmu, tentang aku yang mungkin saja bertemu kamu dengan gadis lain, mengingat taman bermain itu tidak jauh dari tempatmu menuntut ilmu. Aku terdiam.

Sesampainya di taman bermain, aku memang menikmati setiap wahana yang ada. Melepaskan semua jeritan hingga lemas. Ah akhirnya aku tau, kenapa pada akhirnya aku memutuskan untuk bergabung. Mungkin aku berharap dengan cara seperti itu aku dapat melepaskan sedihku sejenak. Walau aku tau, banyak kenangan tentang aku dan kamu, tentang kita di tempat itu. Aku termenung.

belum cukup sampai disitu, belum cukup tuhan membawaku kembali pada beribu kenangan akan dirimu kala itu. Bisakah kamu menebak kemana perginya aku setelah taman bermain? Aku dan teman temanku memutuskan untuk makan malam, makan makanan kesukaanmu. Aku terduduk di sebuah kursi di kedai bakso, kedai bakso yang berada di ujung jalan itu. Ingat? Kita juga kesana setelah kita puas di taman bermain itu. Iyakan? Apa kamu masih ingat? Aku membisu.

Ada saja cara tuhan untuk selalu mengingatkan aku padamu. Pada semua kenangan kita yang telah terukir sejak kita masih berseragam putih abu. Terlalu banyak cerita, suka dan duka yang telah kita lewati bersama selama itu. Indah saat kita selalu bersama setiap hari tanpa pernah waktu terlewati sendiri, tapi sekarang semuanya berbeda. Mungkin aku da n kamu belum siap di pisahkan jarak dan waktu. Mungkin ini salahku, yang kini terlalu sibuk tentang apa yang aku jalani. Mungkin ini salahku yang tidak sempat menanyakan sedikit saja kabarmu kala kita masih bersama.

Sekarang, aku tak tau tentang kabarmu. Aku tak tau apa yang sedang kau jalani saat ini. Aku tak pernah tau sesuatu tentangmu. Mungkin kini kau sudah bahagia dengan gadis baru pilihanmu, yang akan selalu ada di sampingmu. Tidak seperti aku yang jauh entah dimana. Yang selalu sibuk dengan semua organisasinya. Mungkin kini tak ada aku lagi di pikiran bahkan hatimu.

Aku rindu dekapanmu di kala aku gelisah, aku rindu saat kau hapuskan air mataku saat gundah. Aku benci dengan keadaan sekarang ini. Tapi inilah nyatanya, hanya ada dodo dan didi yang aku dekap, hanya ada tanganku yang mengusap.  Mungkin kamu tidak akan pernah memperdulikan tulisan ini. Tapi ini membantuku merasa lebih tenang. Salahku yang tidak pernah menceritakan semua masalah yang terjadi belakangan ini. Sejujurnya aku tidak mau membebani mu lebih banyak.

Tak ada yang bisa aku perbuat lagi pada rindu ini. Ku titipkan doa untukmu lewat tuhan selalu. Bukan salahmu jika kamu pergi. Bukan salahmu jika kamu bosan. Biar, biar semua terjadi. Biar kamu pergi, tapi pastikan kamu tau kemana kamu akan pulang. jika saja ada kesempatan bagi kita untuk memulai kembali semuanya dari awal, dan menjadikannya selalu bahagia. Jika mungkin suatu saat nanti kamu rindu, kamu pasti tau kemana harus mencariku. Aku pasti akan tetap berada disitu, menunggumu pulang membawa senyuman. Terima kasih kekasih hati.
Untuk kamu pengisi hati,
Dari aku kekasihmu
Yang rindu
Dan mennggumu pulang

Minggu, November 16

tabunganku?

kemana perginya rembulan saat mentari datang?
kemana perginya matahari saat bumi di guyur hujan?
kemana perginya hujan saat pelangi menampakan warnanya?

sore ini rasa itu kembali muncul. rasa yang tak pernah aku pahami. rasa yang membuat tubuh ini gemetar. rasa yang membuat dada ini sesak setengah mati.raasa yang membuat jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya. rasa yang membuat air mata jatuh dengan bebasnya. rasa yang membuatku terduduk lemas tanpa daya.

sore ini cuaca di luar rumah mendung. mentari enggan mengeluarkan kilaunya, hujan pun malu malu untuk menginjakan bulirnya di tanah ini, hanya awan yang sedari tadi bulak balik menguasai langit yang tadinya biru menjadi sendu. rumah ini kosong di tinggal para penghuninya, hanya ada aku yang sibuk bermalas malasan dengan selimut dan remote tv nya.

entah apa yang merasuk, entah apa yang tiba tiba melintas dalam pikiranku. dadaku sakit, dan dengan anggunnya air mata ini menari di pelupuk mata tanpa ada komando dari siapapun. tangis tanpa suara, tangis yang membuat nafasmu sulit di atur. tangis yang menyesakkan. tangis tanpa sebab yang pasti. tangis konyol tanpa arti. aku terduduk di tempat tidurku.

ini memang bukan kali pertamanya aku menangis seperti ini, ini juga bukan kali pertamanya aku bingung, kenapa diriku ini? apa yang salah? apa aku gila? apa aku depresi? apa aku harus ke psikiater? aku tak perna tau pasti mengapa ini bisa terjadi. tapi yang aku tau, mungkin ini adalah sebuah titik dimana apa yang kau kumpulkan sejak lama, lama lama akan memenuhi tempatnya, lama lama isi dalam tempat itu akan keluar. seperti air yang kau tuangkan dalam gelas, jika terus menerus, air itupun akan tumpah dari gelasnya. begitupun sedih.

kemana kamu akan pergi saat kamu merasa tidak ada satupun tempat pelarian yang dapat menyejukkan hati? kemana kamu akan berlari jika suasa muram selalu mengikuti? dimana kamu akan bersembunyi saat tak ada tempat yang dapat di singgahi? saat kamu tak pernah tahu arah tujuan yang tepat untuk mengusir segala rasa dan asa. saat air mata memaksa untuk keluar. saat semua rasa tak mempunyai makna.

jika boleh menebak nebak, mungkin adalah sebuah tabunganku yang sudah penuh, tabungan yang sudah tidak dapat lagi menampung isinya, hingga akhirnya keluar tanpa sebab. tabungan sedihku? kata orang akan lebih ringan bila sedihmu di bagi pada orang lain. tapi pada kenyatannya orang lain juga memiliki masalah, memiliki sedihnya sendiri. dan untuk apa aku membagi punyaku pada mereka?

biar, biarlah mereka dengan urusannya, dan aku dengan urusanku. aku tidak perlu orang yang mau di bagi dengan sedihku, yang mau menolongku keluar dari sedih ini. apalagi orang tidak bisa membuatku bersedih. karna aku tau takan ada orang yang setulus itu. aku hanya perlu orang yang mau meminjamkan bahunya saat aku gelisah, menghapuskan air mataku saat aku menangis, mendekapku saat aku terisak, dan pada akhirnya mengubah sedihku menjadi senyuman yang baru.

semua orang pasti punya sedihnya sendiri, apapun sebabnya. tidak akan ada orang yang selalu ceria tanpa setitikpun kesedihan. yang ada hanyalah orang dengan seribu topengnya. orang yang mampu menutupi sedihnya di hadapan orang lain, orang yang mampu tersenyum dan tertawa tanpa memperlihatkan lukanya pada dunia.

semoga pada waktunya nanti, setiap orang punya obat penyembuh luka dan sedihnya sendiri.

Jumat, November 14

seribu tahun lamanya - tulus

Bila kau sanggup untuk melupakan dia 
Biarkan aku hadir dan menata
Ruang hati yang telah tertutup lama 

Jika kau masih ragu untuk menerima
Biarkan hati kecilmu bicara 
Karena ku yakin kan datang saatnya 

Kau jadi bagian hidupku 
Kau jadi bagian hidupku 
Kau jadi bagian hidupku

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya 
Biarkan terjadi wajar apa adanya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya 

Jika kau masih ragu untuk menerima
Biarkan hati kecilmu bicara 
Karena ku yakin kan datang saatnya 

Kau jadi bagian hidupku 
Kau jadi bagian hidupku 
Kau jadi bagian hidupku
 
Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya 
Biarkan terjadi wajar apa adanya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya 

Selama apapun itu selama apapun itu 
Aku kan setia menunggu

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya 
 Biarkan terjadi wajar apa adanya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya 
 Biarkan terjadi wajar apa adanya 
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
untuk kamu
lelaki sederhana
di tepi sana 

Senin, Oktober 6

mine or yours?

"at same point you will realize that you have done too much for someone or something, that the only next possible to do is to stop. leave them alone. walk away. its not like youre giving up, and its not like you shouldnt try. its just that you have to draw the line of determination from desperation. what is truly yours would eventually be yours, and what is not, no matter how hard you try, will never be" - anony

kalimat itu terus tergiang di pikiranku, setiap detil kata yang tertulis, setaip makna yang tersirat. aku memang bukan seseorang yang mahir dalam menyembunyikan kekecewaan, tapi aku cukup mahir untuk tetap tersenyum dalam kedaan apapun.

katanya akan ada suatu titik dimana kita telah menyadari, bahwa apa yang kita lakukan sudah terlalu jauh untuknya. sudah terlalu banyak yang kita lakukan untuknya. telah banyak pengorbanan. entah dalam bentuk apapun itu. semua pengorbanan kita telah terlihat sia sia. apa yang telah kita berri tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan. apa itu penting? rasanya tak pentig lagi. aku rasa apa yang telah aku lakukan dan aku perbuat untuknya adalah ikhlas. tanpa berharap imbalan apapun.

katanya sudah saatnya kita untuk berhenti, saatnya kita untuk pergi. tapi kadang hidup yang kita jalani tak sebercanda itu bukan? apa yang harus di tinggalkan dan di berhentikan saat kau rasa apa yang telah kau rasakan itu adalah benar, tanpa ada kesalahan yang menurutmu berarti, tanpa ada rasa yang mengganjal saat kau melakukannya.

apa yang kalian tahu tentang putus asa? apa yang kalian tahu tentang kata menyerah? sekali kali berhentilah berkomentar kepada orang yang sedang berjuang. jelas yang sedang berjalan disini adalah aku, bukan kalian atau mereka. aku yang tahu apa yang akan aku tuju, apapun hasilnya bukan kalian yang akan merasakan, tapi aku! bagaimana bisa berkata menyerah jika kalian tidak tahu seberapa besarya keinginanku untuk berjalan di bandingkan keinginanku untuk berhenti? aku tidak selemah itu. biarkan aku maju, biarkan aku teruskan, biarkan aku rasakan hasilnya. pahit manisnya itu urusan nanti. biarkan hasilnya menjadi pelajaran bagi aku.

memang benar apa yang benar-benar milikmu akhirnya akan menjadi milikmu, dan apa yang bukan, tidak peduli seberapa keras kita mencoba, tidak akan pernah menjadi milik kita. lalu apa setiap orang tidak akan mencobanya? darimana mereka tau bahwa ini milikku dan itu milikmu dan apa yang menjadi milikku takan pernah menjadi miliku jika kita tidak pernah mencoba untuk mendapatkannya? maaf kali ini kita melihat dari sisi yang berbeda. maaf jika ambisiku saat ini mengalahkan logika. 

Jumat, Agustus 29

ku titipkan hatiku

aku menulis ini, ketika aku tau apa yang ku harap takan pernah ku dekap. dan aku menulis ini saat aku mengerti apa yang aku pikir takan pernah terukir. untuk pertama kalinya semenjak 2 tahun terakhir aku menulis lagi, bukan tentang dirinya. kini aku menulis tentang dirimu. seseorang yang mampu menarikku keluar dari dunia yang selama ini membuatku berkelana tanpa ujung. dunia gelap yang tidak menyisakan cahaya. bahkan hanya untuk melihat setitik harapan.aku yang telah berkelana sekian lama dalam kegelapan, kini kau tarik pada cahaya. aku berhenti mencari dalam gelap

kamu, lelaki sederhana yang mampu membuatku keluar dari rutinitas yang selalu aku jalani dalam gelap. kamu, lelaki sedrhana yang mampu membuatku melihat bahwa masih banyak warna lain selain hitam. dan kamu, lelaki sederhana yang mampu mengenalkanku pada dunia lai selain dirinya. beribu terimakasih harus aku sampaikan, namun tak sedikitpun aku bisa mengatakannya.

hai, aku rindu. ya aku rindu pada masa dimana kita dapat bermain dan tertawa bersama, saat tidak ada rasa canggung yang aku dan kamu rasakan. saat kedekatan kita indah tanpa ada jarak. mungkin kini kau mencoba menjauh, mungki kau coba meelindungiku dari rasa sakit.

mereka mencoba mengatakan bahwa apa yang aku rasa sekarang ini adalah karena kita dekat, pertemanan kita sangatlah dekat, mereka mencoba mengatakan bahwa kita terjebak dalam dimesi yang di namakan friendzone.namun aku rasa mereka salah. pertemanan yang aku rasakan bermetamorfosis mnjadi kekagumanku padamu. aku melihat banyak sisi baik yang mungkin tidak mereka perhatikan. dan aku, melihatmu dari sudut pandang yang berbeda dari yang mereka lihat. biarlah aku yang tahu.

kini aku merasa ada sekat antara kita, aku juga tidak megerti mengapa sekat itu terbentuk. aku juga tidak mengerti apa yang kamu pikirkan tentangku saat ini. mungkin yang kamu pikirkan tentagku adalah seorang gadis yang etikanya kurang baik, seorang gadis yang tidak bisa merangkul semua teman sekelasnya, seorang gadis yang hanya bisa foya-foya menghabiskan uang, seorang gadis yang masih kekanak-kanakan. jauh bila di bandingkan dia, yang dulu pernah mengisi hatimu. dan mungkin masih mengisi hatimu sampai saat ini. jika memang kau berpikiran seperti itu, ayolah sayang kita telah berteman lama. jangan samakan pikiranmu dengan pikiran mereka yang tidak tau aku sama sekali. kau harusnya tau aku bukan?

aku rindu tertawa bersamamu. kini aku merasa asing denganmu. aku rasa semua tak lagi sama. biarlah bulan malam itu jadi saksinya, biarkan pasir dan ombak yang mendengar gelak tawa bahagia, biar jalanan yang berliku itu yang  melihat senyum yang terkembang, biar semua perjalanan itu menjadi sejarah singkat ketentraman hati. mungkin aku sakit, tapi aku selalu merasa sehat di sampingmu, mungkin aku lemah, tapi aku selalu merasa kuat di dekatmu.

tidakkah kau mau mengajakku berjalan beriringan? agar aku tidak takut lagi tersesat dan sendirian.  tidakkah kau mau berjalan di sampingku? kita akan sama sama menggenggam langit, kita akan sama sama menjadi hebat. siapa tau kita mempunyai tujuan yang sama. tidakkah kau mau mencobanya? aku berjanji tidak akan menyakitimu sedikitpun. tidakkah kau mau kita mencoba untuk menjadi satu? kamu telah membantuku keluar dari gelap, aku akan membantumu keluar dar dunia masa lalumu jika kamu mengizinkan.

boleh aku menitipkan hatiku? aku titipikan hatiku padamu. pada orang yang telah menyelamatkanku, pada orang yang telah membantuku belajar bagaimana caranya tertawa kembali, pada oorang yang membuatku peduli. tolong jaga hatiku sampai aku kembali, atau sampai saat kau sadar ada aku. tidak perlu terburu buru, aku akan berjalan perlahan. berlarilah jika kau sadar.

kini aku tersesat dalam kemilau cahaya, aku terkubur dlam banyak warna, tapi aku suka disini, aku takan kembali pada dunia gelapku, tapi maukah kau tunjukanku satu warna? yang dapat menuntunku pada sesuatu, yang meneragi jalanku agar aku tidak tersesat. aku tidak akan menunggumu di persimpangan ini. aku akan terus berjalan, mungkin berlawanan arah dengamu. dan saat kau melihat ke belakang sudah takan ada aku lagi. dan aku harap saat itu kau tidak akan pernah menyesal meninggalkanku di persimpangan.

Sabtu, Mei 17

karma namanya

malam kali ini dingin, seperti hati ini yang lupa bagaimana rasanya hangat. sepi, seperti detak jantung yang seakan berhenti. gelap seperti masa lalu yang berusaha aku cari secerca cahayanya. selamat malam kamu, aku disini sedang memikirkan kamu. ya kamu yang telah lama pergi.

ya seperti biasa aku hanya bisa berbasa basi, apa kabarmu 'kawan'? ah ya kini kita adalah kawan, bukan lagi kasih. atau bahkan mungkin kamu sudah tidak igi mengenalku lagi, dn tidak ingin menganggap dan berteriak pada seisi bumi kalau dulu kita pernah merajut kenangan indah berdua, ya antara aku dan kamu

entah mengapa rasanya hari ini aku benar benar merasakan rindu. ia datang tiba tiba mengetuk hatiku. apa mungkinn karna aku menemukan boneka yang kau berikan padaku saat waktu pertama dulu? indah rasanya mengingat itu. sepasang remaja yang masih buram tentang cinta, namun memiliki sayang yang tulus. aku dan kamu

oh iya, sore tadi aku tak sengaja melihat profil twittermu. ah kau pendaki ya sekarang? seperti kesukaanmu ya, bebas. dan aku juga melihat kini ada yang menemanimu ya? senang mendaki juga? ah manisnya. di bandingkan aku, aku hanya sosok manja yang telahh sering merepotkanmu.

ngomong ngomong saat kita bersama dulu apa kamu pernah menyesal? kalau aku sejujurnya sangat menyesal. menyesal telah menyakiti dan menyia nyiakan kash tulusmu, dan sangat menyesal pergi tanpa pamit dulu. maaf aku hanya menjadi sosok yang tak tau diri saat itu. aku di butakan oleh hal bodoh. maaf aku menyesal

dulu kita tertawa bersama, saat aku menangis kau selalu ada untukku, apa yang aku mau selalu kau turuti, lalu kenapa aku begitu bodoh untuk melepaskanmu? ah sudahlah tak ada gunanya membahas itu, semua takan kembali seperti dulu.

ingat tidak saat kita mulai masuk sekolah menengah atas? kita berbeda sekolah, dan berbeda jam sekolah. aku selalu masuk pagi dan kamu selalu masuk siang. ingat tidak saat kita berusaha bertemu pada masa itu? ingatkah berapa kali kita membolos sekolah demi bisa bersama? dasar anak muda. aku selalu ingat hari hari itu, aku ingat dimana tempat kita menghabiskan waktu saat itu, aku ingat hal apa yang kita lakukan, aku ingat kemana saja kita pergi, aku ingat jam berapa kita harus pulang. aku selalu ingat semuanya. kenakalan yang tak terlupakan

terlalu banyak basa basi ya? maaf sebenarnya melalui tulisan ini aku ingin meminta maaf setulus hati, maaf telah menhianati rasa tulus yang tellah kamu berikan, meminta maaf atas semua kelakuan bodoh yang aku lakukan selama 3 tahun bersamamu, meminta maaf karna sempat mengaggapmu tak tau semua kelakuanku, meminta maaf untuk rasa sakitmu yang tidak pernah dapat aku obati, maaf telah membuatmu berubah drastis. maaf aku bodoh, maaf aku jahat, maaf aku terlalu terlambat untuk megatakan semua ini.

semoga kamu bahagia sekarang, semoga kamu telah menemukan pelabuan hati yang tepat. yang dapat membawamu kembali dalam senyum. jangan kau tanyakan rindu, karna itu pasti ada. jika suatu saat tuhan dapat mempertemukan kita kembali dalam moment yang tepat, aku akan meminta maaf secara langsung. maaf aku terlalu pegecut hanya bisa menuliskan ini.

untuk kamu
pria 22 september 2009
dari perempuan yang tak tau diri

Sabtu, April 12

rindu

sudah lama aku tak membiarkan jemariku menari di atas keyboard untuk menuliskan sesuatu tentang kamu. hallo, apa kabar? aku harap kamu jauh lebih baik di bandingkan saat temanmu selalu mengirim pesan dalam twitterku. selamat malam kamu. apa kamu masih terbangun? jika kamu masih suka bermain game online mungkin saja kamu masih terjaga sekarang. jam satu dini hari. tidurlah. istirahatlah. jaga kesahatanmu.

sedang sibuk apa? bagaimana kuliahmu? dan bagaimana keadaan hatimu? masih seperti dulukah? aku harap kamu telah merubah hatimu itu menjadi jauh lebih bahagia dari sebelumnya. oia aku lupa selamat ulang tahun kamu. maaf aku terlambat mengucapkannya. lupa? tentu aku tidak lupa. yang penting doaku sudah aku sampaikan pada tuhan. lagipula aku tidak mau mengganggu hari spesialmu itu dengan ucapan singkat dariku. bagaimana dengan dia? iya dia yang bersamamu saat hari spesialmu itu. tidak terasa ya sudah dua tahun semenjak ulang tahunmu yang ke 17, rasanya aku tidk dapatt melupakan hari itu.

kenapa kamu datang lagi? apa aku yang memaksa mengundangmu masuk kembali dalam ingatanku? ah ya di tengah tumpukan kertas yang berserakan, di tengah pikiran yang melayang, dan di tengah keadaan yang sedang bergantung dengan obat. aku menyempaatkan diri mengabadikan ingatanmu dalam tulisan ini. aku rindu.

banyak sekali pertanyaan dalam benakku ini setelah kita tak lagi saling bisa bertatap dan saling melempar senyum malu. contohnya pesan yang temanmu kirimkan dlm twitterku melalui akun twitermu. aku tak yakin itu temanmu, aku rasa itu kamu. atau mungkin aku berharap itu kamu. ya kamu yag rindu aku, kamu yang mal untuk bercakap atas namamu, jadi kau tumbalkan atas nama teman. aku harap kamu juga rindu

kamu tau? aku sempat mengabaikan kegiatan kemahasiswaanku demi berkunjung ke sekolah kita dulu, dengan harapan kau juga datang saat itu. tapi nyatanya kau tidak hadir. kemana kamu? jangan sembunyi. kemarilah ceritakan kisah luar biasamu selama aku dan kamu tak saling bertatapan. aku sangat rindu

salahku. yang tidak bisa melepas lembaran lembaran yang di sebut kenangan itu pergi, ya melepasnya pergi bersama bayanganmu yang tidak bisa aku lihat lagi. pasti kamu menganggapku berlebihan, karna setelah dua tahun berlalu nyatanya aku masih saja menulis hal yang sama, kamu. tapi inilah kenyataannya, inilah aku yang masih saja terjebak dalam parit yang disebut kenangan, ini aku dengan sisa puing puing kata yang pernah kau ucap. aku masih rindu

aku tidak memintamu kembali, aku anya menyampaikan rasa ini. aku tidak memintamu melihat kebelakang lagi, aku hanya menyalurkan isi hati. aku tidak memintamu membantuku pergi, aku  hanya menimati sisa hari. aku tetap rindu

untuk kamu
penyejuk hati