ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Minggu, Juni 28

pelangi

“ternyata dia bukan matahari, dia hanya pelangi yang hadir dengan segala warnanya yang indah tapi hanya sejenak – mengejar matahari, 2004”

Seperti daun yang tak pernah membenci angin yang telah menjatuhkannya ke tanah.
Seperti embun yang tak pernah membenci mentari yang telah membuatnya tiada arah.
Seperti batu yang tak pernah membenci hujan yang membuatnya terkikis terbelah.
Seperti langit yang tak pernah membenci mendung yang telah megahalangi birunya yang indah.
Aku, yang tak akan pernah membencimu yang telah menjadikanku bayang bayang, enyah.

Entah apa yang aku rasakan kali ini. Haruskah aku senang? Haruskah aku sedih? Atau haruskah aku marah? Aku tak tahu pasti, aku masih terdiam.

Detik demi detik terus bergerak maju, membuat irama yang sama. Langit siang itu sedang bersemangat, sehingga matahari pun tak mau kalah memancarkan sekuat tenaga sinarnya. Aku masih terdiam, terduduk di kursi belakang bus yang akan membawaku pulang. Tidak menghiraukan sekitar, hanya tertarik pada gumpalan awan di langit yang sedari tadi hilir mudik mengejek aku yang termenung terdiam penuh tanya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Aku yang menganggap semuanya baik baik saja. Aku yang menganggap semuanya berjalan dengan tenang. Aku yang tak pernah memikirkan ‘hatimu bebas’. Hari itu di buat sibuk oleh kelakuan otak dan hatiku yang bertengkar soal ‘rasa’. Satu kalimat dari gadis itu, yang membuat otak mulai berpikir dan hati mulai menangis. Ini terjadi lagi. Aku lelah.

Otakku selalu berkata, jangan di buat bodoh oleh kelakuan ini yang tak pernah tau arah dan tujuannya, yang tak pernah tau dimana nantinya semua ini akan berakhir. Hidup bukanlah sebuah lelucon yang dengan mudahnya bisa membuatmu tertawa dan semua terasa ringan. Hidup bukanlah sebuah sandiwara di televisi yang selalu berakhir indah. Aku harus membuka mataku, masih banyak jalan yang bisa di lalui. Masih banyak tujuan yang lebih menjanjikan.

Namun hati selalu berkata, kesabaran akan berbuah manis. Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatnya terjerumus pada apa yang tidak seharusnya. Di ujung jalan nanti, yakinlah ada hal yang indah. Yakinlah kesabaranmu akan berbuah, dan akan kau petik lalu rasakan hasilnya kelak. Percayalah kata hatimu, karna kata hatimu adalah sesuatu yangpaling kau inginkan namun tak bisa di ucapkan.Mereka tak pernah sejalan, tak pernah beriringan.

Kau tau? Nyatanya diam diam aku mendukung hatiku, memenangkannya, dan menurut padanya.  Tak memperdulikan otakku yang masih sibuk memberikan berbagai rambu peringatan. Rasanya percuma. Urusan hati seperti ini tidak pernah aku melibatkan otakku. Sebagaimanapun hatiku akan selalu di buat menang.

Hal tersulit adalah saat pada kenyataanya hatiku telah kalah. Hati ini salah menafsirkan setiap kata dan kejadian. Hati ini hanya melihat kefatamorganaan hidup. Hati ini di butakan oleh janji janji manis yang di buatnya sendiri. Tentang cerita kebahagiaan masa depan yang nyatanya ia karang sendiri. Yang sebenarnya tak ada satupun yang tau, dimana semua ini akan berakhir.

Kamu pasti mengerti kemana arah semua perkataan ini. Aku yakin kamu pintar. Dan kamu akan dengan mudahnya menerjemahkan tentang semua yang tertulis disini. Tentang perasaanku, keadaanku dan segala tentang masalah hati dan otak. Aku berterima kasih.

Mungkin aku senang karena akan terus melihatmu dengan semangat baru yang berkobar dalam dadamu, dan juga senang karna akan ada senyum yang selalu terlukis di bibir itu. Mungkin aku bersedih karena apa yang membuatku bersemangat kini telah padam, dan bersedih karna penyebab senyummu itu nyatanya bukan aku. Mungkin aku marah karena terlalu bodoh mengagungkan namamu di hatiku, dan aku marah karna telah berlaku tak seharusnya selama ini.

Hai kamu yang mampu menarikku keluar dari dunia yang selama ini membuatku berkelana tanpa ujung. dunia gelap yang tidak menyisakan cahaya. bahkan hanya untuk melihat setitik harapan. Terimakasih telah menjadi pelangi dalam hari hariku. Menjadi inspirasi yang baru dalam segala hal. Menjadi penyemangat dan menjadi sebab dari senyum dan tawaku. Kamu tau pelangiku? Pelangi selalu datang setelah hujan, dan membuat langit menjadi lebih indah. Aku langitnya, kau pelanginya. Kau datang di saat kesedihan hadir lalu pergi. Kau mengusirnya. Mengganti rintik hujan dan awan kelabu dengan kemilau warna warni cahaya. Mempesona

Aku tidak pernah berharap semua itu terjadi, namun saat itu terjadi, yakinlah bahwasanya aku telah siap dengan semuanya. Dan akan menjadi orang yang akan selalu mendukungmu. Tidak, aku tidak akan membohongi diriku sendiri. Aku yakin semua akan baik baik saja, semua hanya masalah waktu. Aku berjanji akan terus tersenyum. walaupun dengan memikirkannya mendadak perutku terasa sakit. Andaikan semua benar terjadi, pastilah aku akan tetap tegap berdiri, memandang hamparan luas langit dan percaya pelangi akan datang kembali.

Teruntuk kamu,
Pelangiku selama 14 bulan
Salam rindu, aku
Langit birumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar