ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Minggu, Oktober 25

aku senja

hal terindah dalam menikmati hari adalah saat kau mencoba melepas penatmu, duduk di balkon sambil menatap mentari yang kelelahan dan perlahan pudar lalu menghilang. jingga kemerahan yang mampu membuatmu melukiskan senyuman di tengah kesibukan yang kamu jalani. 

aku pernah mendengar, ada anak yang bertanya "mengapa senja berwarna merah?" 
lalu di jawablah. "saat kamu jatuh dan terluka, apa warna darah yang keluar?"
"merah, lalu apa hubungannya dengan luka dan senja?"
"dulu, malam dan siang pernah menjadi kekasih. sampai akhirnya mereka berpisah. lalu malam menjalin kasih dengan altarra (bintang), dan siang menjalin kasih dengan senja. malam tak pernah berpisah dengan altarra, mereka selalu bersama. dan siang tidak pernah benar benar  tulus berpisah dengan malam. kasih antara siang dan senja adalah semu. kamu tau siapa yang paling tersakiti disini?"
"senja?"
"ya, karna itulah senja berwarna merah, dan berada antara siang dan malam. senja sebenarnya mengetahui perasaan siang. dan dia menahan rasa sakitnya"

entah darimana awalnya cerita itu berasal, tapi untuk orang yang sedang terbelenggu dalam api asmara, cerita tersebut seakan nyata, dan seakan mengerti bagaimana perasaan senja. ah dan untukku cerita itu begitu indah. betapa tidak, senja yang merasa sakit, mampu menjadi alasan mengapa orang orang masih bisa tersenyum di tengah kepenatan hidupnya. mengagumkan bukan?

aku selalu berharap menjadi senja. yang mampu memancarkan segala keindahannya, di tengah rasa yang membuatnya padam. menjadi senja yang tak kenal lelah untuk terus mempesona, di tengah kesedihan yang melanda. senja merasa sakit, senja merasa pahit, namun ia harus jauh-jauh meninggalkan rasa itu, ia tetap terlihat cantik di langit, tanpa pernah orang tahu rasanya menjadi senja.

Ngomong ngomong soal rasa sakit, bila di hitung aku sudah 8 bulan memelihara rasa sakit yang aku buat sendiri, bukan membuatnya sembuh, namun membiarkannya membusuk. sampai sampai rasa sakit itu sendiri seperti hal yang biasa saja, yang sudah akrab dirasakan tubuh ini. hari hari berlalu, tidak pernah terpikirkan sedikitpun untuk membuat lukanya sembuh. aku merasa jadi orang paling kuat di alam semesta. yang tidak akan gentar dengan sebuah luka. namun nyatanya aku hanya manusia biasa.

semenjak hari itu, aku merasa sebagian dari diriku hilang. pergi bersama kenangan. hancur bersama kepingan cerita yang telah terajut begitu lama. semua perjalanan yang telah terukir selama bertahun tahun, menguap dengan cepatnya bagai embun pagi yang disinari hangatnya senyuman mentari. hari itu tidak ada lagi cerita tentang kita, semua terbang berantakan bagai tumpukan daun kering yang tersapu angin. mulai hari itu semua tampak bias. aku memulai sandiwaraku tentang luka. tentang hati sekuat baja. tentang air mata yang tidak pernah mengalir. tentang senyum yang selalu meanawan. tentang sabar dan ikhlas yang seoalh aku tau persis bagaimana cara melakukannya. sampai aku terbiasa melakukannya, tanpa ada celah untuk mereka melihat, bahwa aku masihlah gadis lemah yang bahkan untuk membereskan hati yang berserakan saja aku tak mampu.

4 bulan berlalu setelah hari itu, semua sandiwaraku berjalan dengan baik. seperti aku adalah aktor papan atas hollywood yang menguasai setiap detail naskah drama. apa yang paling membuat gadis patah hati yang selalu tertunduk mendongakkan kepalanya? apa yang bisa membuat jiwa yang bersembuyi lama keluar dari persembunyiannya? jawabannya sederhana, seseorang yang bisa membuatnya tertawa lepas dan sejenak melupakan sandiwaranya.

berarti sudah 4 bulan aku mengenalnya, bertukar kabar setiap hari. terkadang membuatku harap-harap cemas. membuatku senyum seseungguhnya, bahkan tertawa terpingkal. tanpa semua topeng itu, tanpa naskah sandiwara tokoh drama. merajuk padanya seperti anak kecil yang minta di belikan gula-gula manis atau merengek minta di belikan mainan baru. tapi dia hanya tertawa, tidak pernah keberatan dengan sikapku yangg manjanya melebihi anak kecil itu. walaupun terkadang rajukanku hanya berbuah kalimat tak pastinya, ia mempunyai segudang kesibukan yang belum aku bisa pahami sepenuhnya. tapi anehnya aku tidak pernah keberatan dengan semua itu. 

aku banyak belajar darinya. banyak tingkah uniknya yang membuat aku terkesan. dia datang di waktu yang sangat tepat. sampai sejauh ini aku merasa banyak berterimakasih kepada tuhan telah membawakannya kehadapanku.

aku tidak mau menjadi senja. aku tidak mau terus terusan bersandiwara tanpa henti. seberapa cantik di mata orang. tetaplah diri ini merasakan sakit yang teramat sangat. aku mau menjadi awan saja, yang setia selalu berada di langit. bagaimanapun keadaannya ia selalu disana, menghiasi langit. terlihat lembut, putih dan bersih. dan jikapun ia terlihat gelap, ia mendatangkan kesejukan di bumi, dan sorakan riang anak anak saat hujan turun. dan menciptakan senyuman yang terkembang setelahnya saat pelangi hadir. 
tapi aku masih menjadi senja saat ini. aku senja. dan dia adalah matahari di langit mendugku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar