untuk kamu
yang telah memberi warna hari hariku
mengenalmu bukanlah suatu hal yang aku impikan, bukan suatu hal yang aku dambakan. dekat denganmu bukan suatu mimpi yang selalu aku khayalkan. aku sudah cukup puas dengan menikmati senyummu dari jauh setiap harinya. apa yang aku harapkan darimu? tak ada, tak pernah ada.aku haya pengagummu, fans? ya mungkin bisa di bilang seperti itu. aku tidak mengaharapkan untuk bisa sekedar berbicara denganmu.
namun semuanya berbeda setelah adanya kehadiranmu dalam hidupku, dalam hari hariku. penyebab tawaku, penyebab tangisku. mimpilu? bukan ini bukan mimpiku, ini adalah anugrah yang tuhan berikan bagiku. aku menganggapnya seperti itu.
hari hari ku lalui, awalnya biasa saja, hingga sejak saat itu, saat dimana kau mengatakan apa yang tak pernah aku bayangkan, sesuatu yang membuat hati ini seakan melayang, merasakan hal yang amat sangat. tubuh ii gemetar, tanpa sadar air matapun menetes tak terelakkan. aku menangis, haru
aku senang, sangat senang. suatu hal yang tak pernah aku duga, yang aku kira hanya sebuah mimpi dan fantasi, ternyata melesat menyusup masuk dalam kehidupan nyata ini, aku tertegun tak percaya. walau semua itu tak berjalan lama. semua itu berjalan singkat, bahkan sangat singkat. aku belum sempat membagi kebahagiaan yang aku punya denganmu, kau terlajur pergi. pergi bersamanya, seorang yang selalu kau ceriakan. aku tegar.
aku kira rasa itu sudah hilang, bersamaan dengan hilangnya hadirmu dalam hari hariku. namun ternyata aku salah, rasa itu masih bersembunya di elah velah. takut kehadirannya di ketahui ot\rang lain. dengan hebatnya ia bersembunyi, sampai akhirnya dia tidak kuat lagi untuk terus bersembunyi. rasa itu berontak
ia memberotak, seakan ingin meloncat. ia ingin menuntut hasil dari persembunyiannya. ia ingin rasanya terbalaskan/ mungkin tidak, ia hanya ingin satu, yaitu bahagia. rasa itu semakin menjadi, ia semakin meloncat, hingga aku tak dapat menahannya lagi. aku tersentak
kau hadir, walau hanya dalam satu malam yang singkat. malam yang indah. di tengah kegelapan itu kau berikan aku cahaya, mempeseona. tetapi ternyata akhirnya aku tau sesuatu, kau sudah tak ingin lagi mengenaliku. kau sudah tak pernah menganggapku ada. air mataku menetes
darinya aku melihat pesan singkat itu, 2 kata yang mampu membuatku ingin melupakan segalanya. ingin aku berlari tak tetu arah, ingin aku berteriak. namun apa daya, aku hanya bisa terdiam dan megamati lekat lekat isi pesan singkat itu. dua kata yang di pisahkan oleh koma. kata kata yang benar benar seperti pedag ang menohok langsung tepat di jantungm rasanya perih sekali.
dan kini, aku tak tau harus bagaimana lagi. aku hanya bisa menuliskan ini, peredam rasa sakit hati ini. hanya melalui tulisan aku dapat kembali tersenyum, walau luka itu sebenarnya tak hilang. asa itupun masih tetap ada, ia hanya kembali bersembunyi. menunguu wktu yang tepat, ya mungkin jika ada waktu, rasa itu akan mempunyai kesempatan untuk mencicipi bahagia, walaupun hanya sedikit. jika tak ada waktu yang tepat, mungkin rasa itu akan tertidur lelap, karena lelahnya bersembunyi dan menunggu.
ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)
Jumat, September 14
Rabu, September 12
lembayung senja
lembayung kali ini gamang
terbungkam dalam hati meradang
menantimu di penghujung senja
rindu ini begitu bersahaja
aku tau, aku salah. salah untuk teteap seperti ini, salah untuk tetap seakan buta tuli dan bisu tentang keadaan sekitar, salah seakan di dunia ini hanya ada aku dan kamu, seakan tak ada orang lain di antara aku dan kamu. ya memang, aku sebenarnya tau ini semua salah, yang aku lakukan untuk terus seperti ini adalah sebuah kesalahan, kesalahan yang besar.
matahari di ufuk senja, memperhatikanku yang sedang termenung sendirian. waktu seakan meyeretku kembali pada masa lalu, masa dimana kamu menjadi penyebab dari tangis dan tawaku, penyebab dari bahagiaku, tokoh utama dari mimpi malamku, penyemangat dari beratnya hariku, dan inspirasi dari segala tulisanku. senja meninggalkanku, sepi.
matahari berganti bulan, senja berganti malam. aku masih tetap menunggu, sendiri. apa yang aku tunggu? keajaiban? mukjizat? atau apa? entahlah, mungkin aku hanya ingin merasakan indahnya bintang malam, malam tenang nan indah. menyendiri, menyentuh sepi, mencari jati diri, merindu dalam hati.
semakin hari, semakin aku rasakan rasa itu. rasa yang selama beberapa bulan ini berusaha untuk aku lupakan, untuk aku hilangkan, untuk aku buang jauh jauh dari pikiran dan hati. namun ternyata sia sia, belakangan ini aku kembali mersakan rasa itu. apakah aku terlalu dalam bermain dengan rasa ini? sehingga aku tak bisa mengeluakannya dan mengusirnya begitu saja. ini terlalu sulit
rasa itu semakin menggebu, semakin berusaha untuk meloncat keluar bebas dari hati, dia sudah lelah terus berdiam diri dalam hati, ia ingin melihat dunianya, yang di sebut bahagia. semenjak hari itu, malam itu. sesuatu yang mungkin orang lain bilang adalah sesuatu yang biasa saja, tidak ada yang spesial. namun begitu spesial dan mampu membuatku seperti merasakan indahnya taman langit, aku terpaku, aku bahagia.
hanya melalui jejaring sosial, melalui tulisan kecil. bukan hal penting menurutmu, tapi sangat penting untukku. satu kalimat yang tersusun rapih, dan mampu menyusun kepingan hati ini utuh kembali. kalimat sederhana yang berefek luar biasa. malam itu, aku menggila
hari hari berlalu semenjak itu. entah mengapa aku merasa intensitas pertemuan kita semakin hari semakin sering, porsi yang tuhan berikan untuk kita saling bertemu semaki banyak. tuhan menyayangiku? ya tuhan selalu menyayangiku, menyayangi ciptaannya yang sedang merasakan bahagia karna cinta ini. cinta? ya mungkin ini bisa di sebut dengan cinta.
mata ini selalu saja berusaha mencuri pandang padamu, pada makhluk tuhan yang kini terlihat sangat indah di mataku. benar benar indah. terkadang aku mendapati matamu yang sedang tertuju padaku, kebetulan lewat? atau memang matamu juga mencoba mencuri pandang? ah aku terlalu banyak berkhayal. hanya akulah yang mencoba mencari cari sosok indahmu di tengah keramaian. apa kau sadar akan kehadiranku disini? bahkan mungkin kau tak pernah menyadarinya.
senja benar benar menghilang, bosan melihatku yang masih saja melamun duduk termenung memikirkan sosok indah dalam benak ini. kini langit berganti gelap, rembulan dengan malu malu menampakkan dirinya, dan tuhan menaburkan bumbu malam yang gemerlap indah mengisi langit malam yang gelap, kontras.
senja berganti dengan malam
meredup sebagaimana mestinya
namun hati ini akan terus bersinar
meskipun mentari berganti rembulan
terbungkam dalam hati meradang
menantimu di penghujung senja
rindu ini begitu bersahaja
aku tau, aku salah. salah untuk teteap seperti ini, salah untuk tetap seakan buta tuli dan bisu tentang keadaan sekitar, salah seakan di dunia ini hanya ada aku dan kamu, seakan tak ada orang lain di antara aku dan kamu. ya memang, aku sebenarnya tau ini semua salah, yang aku lakukan untuk terus seperti ini adalah sebuah kesalahan, kesalahan yang besar.
matahari di ufuk senja, memperhatikanku yang sedang termenung sendirian. waktu seakan meyeretku kembali pada masa lalu, masa dimana kamu menjadi penyebab dari tangis dan tawaku, penyebab dari bahagiaku, tokoh utama dari mimpi malamku, penyemangat dari beratnya hariku, dan inspirasi dari segala tulisanku. senja meninggalkanku, sepi.
matahari berganti bulan, senja berganti malam. aku masih tetap menunggu, sendiri. apa yang aku tunggu? keajaiban? mukjizat? atau apa? entahlah, mungkin aku hanya ingin merasakan indahnya bintang malam, malam tenang nan indah. menyendiri, menyentuh sepi, mencari jati diri, merindu dalam hati.
semakin hari, semakin aku rasakan rasa itu. rasa yang selama beberapa bulan ini berusaha untuk aku lupakan, untuk aku hilangkan, untuk aku buang jauh jauh dari pikiran dan hati. namun ternyata sia sia, belakangan ini aku kembali mersakan rasa itu. apakah aku terlalu dalam bermain dengan rasa ini? sehingga aku tak bisa mengeluakannya dan mengusirnya begitu saja. ini terlalu sulit
rasa itu semakin menggebu, semakin berusaha untuk meloncat keluar bebas dari hati, dia sudah lelah terus berdiam diri dalam hati, ia ingin melihat dunianya, yang di sebut bahagia. semenjak hari itu, malam itu. sesuatu yang mungkin orang lain bilang adalah sesuatu yang biasa saja, tidak ada yang spesial. namun begitu spesial dan mampu membuatku seperti merasakan indahnya taman langit, aku terpaku, aku bahagia.
hanya melalui jejaring sosial, melalui tulisan kecil. bukan hal penting menurutmu, tapi sangat penting untukku. satu kalimat yang tersusun rapih, dan mampu menyusun kepingan hati ini utuh kembali. kalimat sederhana yang berefek luar biasa. malam itu, aku menggila
hari hari berlalu semenjak itu. entah mengapa aku merasa intensitas pertemuan kita semakin hari semakin sering, porsi yang tuhan berikan untuk kita saling bertemu semaki banyak. tuhan menyayangiku? ya tuhan selalu menyayangiku, menyayangi ciptaannya yang sedang merasakan bahagia karna cinta ini. cinta? ya mungkin ini bisa di sebut dengan cinta.
mata ini selalu saja berusaha mencuri pandang padamu, pada makhluk tuhan yang kini terlihat sangat indah di mataku. benar benar indah. terkadang aku mendapati matamu yang sedang tertuju padaku, kebetulan lewat? atau memang matamu juga mencoba mencuri pandang? ah aku terlalu banyak berkhayal. hanya akulah yang mencoba mencari cari sosok indahmu di tengah keramaian. apa kau sadar akan kehadiranku disini? bahkan mungkin kau tak pernah menyadarinya.
senja benar benar menghilang, bosan melihatku yang masih saja melamun duduk termenung memikirkan sosok indah dalam benak ini. kini langit berganti gelap, rembulan dengan malu malu menampakkan dirinya, dan tuhan menaburkan bumbu malam yang gemerlap indah mengisi langit malam yang gelap, kontras.
senja berganti dengan malam
meredup sebagaimana mestinya
namun hati ini akan terus bersinar
meskipun mentari berganti rembulan
maliq - terlalu
Tak bisa terus menerus engkau menjaga
Perasaan hati yang terlena
Semakin lama semakin menyiksa
Reff:
Oh aku tak ingin terus terbelenggu
Dengan fikiran tak menentu
Sungguh aku tak bisa
Membuat ku terlalu
Jauh mengkhayalkan tentang kita
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Kenyataannya membuat ku sedikit gila
http://hotliriklagu.com
Terlalu lama kau buat aku menunggu
Setiap ku tanya kau pun tak tahu
Semua ini akan menuju
Back to Reff: 2x
Kau membuatku terlalu
Mengkhayalkan terlalu jauh
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Kenyataannya membuat ku sedikit gila
Karena kau terlalu terlalu
Membuatku terlalu jauh
Perasaan hati yang terlena
Semakin lama semakin menyiksa
Reff:
Oh aku tak ingin terus terbelenggu
Dengan fikiran tak menentu
Sungguh aku tak bisa
Membuat ku terlalu
Jauh mengkhayalkan tentang kita
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Kenyataannya membuat ku sedikit gila
http://hotliriklagu.com
Terlalu lama kau buat aku menunggu
Setiap ku tanya kau pun tak tahu
Semua ini akan menuju
Back to Reff: 2x
Kau membuatku terlalu
Mengkhayalkan terlalu jauh
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Kenyataannya membuat ku sedikit gila
Karena kau terlalu terlalu
Membuatku terlalu jauh
Jumat, September 7
lagi lagi.....kamu
cinta? kasih? sayang? ah entahlah, aku tak tau. mereka semua menyebutnya jatuh cinta, tapi apakah arti cinta sebenarnya? cinta itu bahagia? tapi aku tidak sepenuhnya merasakan itu, cinta itu senyum? tapi aku seakan tersihir merasa menyesal saat melihatnya. lalu bagian mana yg bisa mereka tafsirkan dr semua ini yang mereka sebut cinta? aku tak percaya cinta, kasih sayang dan suka
hari ini, entah mengapa aku benar benar merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam hati. mereka sebut ini rindu, ya mungkin ini rindu. hari ini bayanganmu, kenangan tentangmu satu persatu teringat dan terulang kembali, bagai deretan foto yang melayang layang di depan mataku, dalam ingatanku. rindu? mengapa aku bisa rindu padamu? padahal jelas jelas aku tersakiti, merasa sakit, merasa kecewa, merasa di campakan dan di permainkan. tidak tidak, memang sebenarnya aku yang bodoh, aku yang memulai segalanya dan aku yang membuat lukaku sendiri.
kau tau? bukan hanya hari ini aku merasakan yang namanya rindu, tapi hari ini memang benar benar terasa sangat menggebu gebu. dan apa artinya mimpi? hanya bunga tidur? atau ada sesuatu yang lain, yang menyebabkan kita bermimpi? apa rindu adalah salah satu faktornya? kau sudah menyita pandanganku di saat aku terjaga untuk tetap memikirkanmu, dan lagi lagi kau dengan seenaknya masuk menelusup ke dalam mimpiku, ya ke dalam mimpiku. bukan sekali atau dua kali kau menyentuhku di dalam mimpi, tapi kau setiap hari tak bosannya datang mengunjungiku di mimpi, ya hanya sebatas mimpi. mimpi indah, mimpi yang sangat indah. tapi mimpi itu berubah menjadi sangat menyeramkan di saat aku membuka mata, karna akhinya aku tersadar bahwa itu hanya sebatas mimpi belaka.
hari ini aku teringat tentang kita, tentang kamu dan aku. ya memang tak pernah bisa di bilang sebagai kita. teringat akan semua kata katamu, isi pesan singkatmu, senyummu, sentuhan jemarimu, amarahmu dan semua tentang kamu. teringat saat kata suka dan sayang, semua orang merasa teramat senang di saat mendengar kata suka dan sayang dr seseorang yg mungkin mereka harapkan. namun tidak dengan aku, kata kata itu terasa seakan ada tombak yg menusuk di dada ini rasanya sakit sekali. ku teteskan ai mataku.
ada penegasan di setiap kata katamu, yang mengartikan bahwa kau benar benar mengatakan itu. tapi kau juga mengatakan hal lain yang membuat aku bingung, sedih dan entah harus bagaimana. kau mengatakan bahwa hatimu masih untuknya dan masih miliknya. aku berterima kasih pada tuhan, karna telah menjadikanku seorang wanita yg tegar, krn di saat membaca pesan singkatmu itu, aku tersenyum.
dan teryata aku sadar, ada rasa yang biasa di sebut sayang dalam hati ini. ya mugkin aku sayang padamu. tapi lagi lagi aku berterima kasih pada tuhan, sayang dan cinta buatku tidak harus selalu aku yg menjadi sebab mengapa orang yang ku sayangi berbahagia, dengan menjadi jembatan untuk kebahagiaanmu pun aku merasa senang, lagi lagi aku bisa tegar.
aku berikan apa yang kau mau. dan ternyata? ya aku berhasil, aku berhasil dengan apa yang aku mau, rencanaku. apa kau menyesal telah menceritakan semuanya pdakau? ku harap kau tidak menyesal, krn kini dia milikmu lagi, aku tegar.
hari demi hari, waktu demi waktu berlalu. aneh memang, tapi kini aku menyesal. tegar? kemana tegar itu? ah iya, memang tidak ada tegar, aku hanya bersandiwara pura pura untuk tegar, dan sekarang aku lelah untuk terus bersandiwara. aku ingin kamu, aku ingin kamu tiba tiba tersadar bahwa akulah yang sepnatasnya ada di sampingmu, dengan semua pejuangan ini, bukan dia! aku terisak.
sandiwaraku ternyata sia-sia, pengorbananku, perjuanganku. aku lelah bersandiwara, aku kini menjadi aku. tapi ternyata semuanya sudah terlambat. kamu kini telah berbahagia, dan kini aku hanya bisa tersenyum untuk kebahagiaanmu. setidaknya aku bangga pada diriku, aku punya cerita sendiri, aku menjadi bagian dari bahagiamu, walau sebenarnya kamu tidak akan pernah sadar, bahkan orang lain tidak akan pernah tau.
aku rindu kau marahi saat pulang malam, aku rindu saat kau bersikap seolah dewasa tanpa perlu di ingatkan untuk minum obat, aku rindu pesan singkatmu yang memenuhi inbox handphoneku, aku rindu saat kau antar pulang, aku rindu segala tentangmu, semuanya. aku memang berlebhian karna semua ini tidak berlangsung lama tapi sangat membekas di benakku. aku dan kamu, berada sangat dekat namun seakan jauh, di saat jauh namun seakan dekat.
apakah ini semua hanya permainanmu? atau aku yang menganggapmu lebih? jika semua hanya permainan,jika semua hanya berkaitan dengan yang instan, tapi mengapa kau seperti memperhatikanku dengan perhatian yang dalam? memarahiku saat aku pulang malam, bukankah iu artinya kau mengkhawatirkanku? jika semua hanya fantasi, mengapa kau selalu datang dan kembali kemari? merasa kecewa krn aku tidak memperlihatkan rasa senang saat kau memberikan first cake di ulang tahun spesialmu. katanya kau menginginkannya, tapi masih bisa berkata mulai sayang dan tidak mulai sayang. apakah ada hal spesial yang membuatmu terus ingin berlari padaku? ata aku memang hanya pelarian saja? tapi mengenaskan juga jika ternyata hanya aku yang memperlakukan semuanya dengan serius, dan ternyata kamu memang sedang bermain main, meloncat dari satu hati ke hati yang lain.
sungguh, aku tak percaya tentang cinta tanpa tatapan mata dan juga tanpa geggaman tangan yag belum saling bersinggungan. tapi entah mengapa aku mersa takut kehilangan, walau memang kenyataannya aku sudah kehilangan sejak lama. tapi apakah aku masih tak boleh berharap?
hari ini, entah mengapa aku benar benar merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam hati. mereka sebut ini rindu, ya mungkin ini rindu. hari ini bayanganmu, kenangan tentangmu satu persatu teringat dan terulang kembali, bagai deretan foto yang melayang layang di depan mataku, dalam ingatanku. rindu? mengapa aku bisa rindu padamu? padahal jelas jelas aku tersakiti, merasa sakit, merasa kecewa, merasa di campakan dan di permainkan. tidak tidak, memang sebenarnya aku yang bodoh, aku yang memulai segalanya dan aku yang membuat lukaku sendiri.
kau tau? bukan hanya hari ini aku merasakan yang namanya rindu, tapi hari ini memang benar benar terasa sangat menggebu gebu. dan apa artinya mimpi? hanya bunga tidur? atau ada sesuatu yang lain, yang menyebabkan kita bermimpi? apa rindu adalah salah satu faktornya? kau sudah menyita pandanganku di saat aku terjaga untuk tetap memikirkanmu, dan lagi lagi kau dengan seenaknya masuk menelusup ke dalam mimpiku, ya ke dalam mimpiku. bukan sekali atau dua kali kau menyentuhku di dalam mimpi, tapi kau setiap hari tak bosannya datang mengunjungiku di mimpi, ya hanya sebatas mimpi. mimpi indah, mimpi yang sangat indah. tapi mimpi itu berubah menjadi sangat menyeramkan di saat aku membuka mata, karna akhinya aku tersadar bahwa itu hanya sebatas mimpi belaka.
hari ini aku teringat tentang kita, tentang kamu dan aku. ya memang tak pernah bisa di bilang sebagai kita. teringat akan semua kata katamu, isi pesan singkatmu, senyummu, sentuhan jemarimu, amarahmu dan semua tentang kamu. teringat saat kata suka dan sayang, semua orang merasa teramat senang di saat mendengar kata suka dan sayang dr seseorang yg mungkin mereka harapkan. namun tidak dengan aku, kata kata itu terasa seakan ada tombak yg menusuk di dada ini rasanya sakit sekali. ku teteskan ai mataku.
ada penegasan di setiap kata katamu, yang mengartikan bahwa kau benar benar mengatakan itu. tapi kau juga mengatakan hal lain yang membuat aku bingung, sedih dan entah harus bagaimana. kau mengatakan bahwa hatimu masih untuknya dan masih miliknya. aku berterima kasih pada tuhan, karna telah menjadikanku seorang wanita yg tegar, krn di saat membaca pesan singkatmu itu, aku tersenyum.
dan teryata aku sadar, ada rasa yang biasa di sebut sayang dalam hati ini. ya mugkin aku sayang padamu. tapi lagi lagi aku berterima kasih pada tuhan, sayang dan cinta buatku tidak harus selalu aku yg menjadi sebab mengapa orang yang ku sayangi berbahagia, dengan menjadi jembatan untuk kebahagiaanmu pun aku merasa senang, lagi lagi aku bisa tegar.
aku berikan apa yang kau mau. dan ternyata? ya aku berhasil, aku berhasil dengan apa yang aku mau, rencanaku. apa kau menyesal telah menceritakan semuanya pdakau? ku harap kau tidak menyesal, krn kini dia milikmu lagi, aku tegar.
hari demi hari, waktu demi waktu berlalu. aneh memang, tapi kini aku menyesal. tegar? kemana tegar itu? ah iya, memang tidak ada tegar, aku hanya bersandiwara pura pura untuk tegar, dan sekarang aku lelah untuk terus bersandiwara. aku ingin kamu, aku ingin kamu tiba tiba tersadar bahwa akulah yang sepnatasnya ada di sampingmu, dengan semua pejuangan ini, bukan dia! aku terisak.
sandiwaraku ternyata sia-sia, pengorbananku, perjuanganku. aku lelah bersandiwara, aku kini menjadi aku. tapi ternyata semuanya sudah terlambat. kamu kini telah berbahagia, dan kini aku hanya bisa tersenyum untuk kebahagiaanmu. setidaknya aku bangga pada diriku, aku punya cerita sendiri, aku menjadi bagian dari bahagiamu, walau sebenarnya kamu tidak akan pernah sadar, bahkan orang lain tidak akan pernah tau.
aku rindu kau marahi saat pulang malam, aku rindu saat kau bersikap seolah dewasa tanpa perlu di ingatkan untuk minum obat, aku rindu pesan singkatmu yang memenuhi inbox handphoneku, aku rindu saat kau antar pulang, aku rindu segala tentangmu, semuanya. aku memang berlebhian karna semua ini tidak berlangsung lama tapi sangat membekas di benakku. aku dan kamu, berada sangat dekat namun seakan jauh, di saat jauh namun seakan dekat.
apakah ini semua hanya permainanmu? atau aku yang menganggapmu lebih? jika semua hanya permainan,jika semua hanya berkaitan dengan yang instan, tapi mengapa kau seperti memperhatikanku dengan perhatian yang dalam? memarahiku saat aku pulang malam, bukankah iu artinya kau mengkhawatirkanku? jika semua hanya fantasi, mengapa kau selalu datang dan kembali kemari? merasa kecewa krn aku tidak memperlihatkan rasa senang saat kau memberikan first cake di ulang tahun spesialmu. katanya kau menginginkannya, tapi masih bisa berkata mulai sayang dan tidak mulai sayang. apakah ada hal spesial yang membuatmu terus ingin berlari padaku? ata aku memang hanya pelarian saja? tapi mengenaskan juga jika ternyata hanya aku yang memperlakukan semuanya dengan serius, dan ternyata kamu memang sedang bermain main, meloncat dari satu hati ke hati yang lain.
sungguh, aku tak percaya tentang cinta tanpa tatapan mata dan juga tanpa geggaman tangan yag belum saling bersinggungan. tapi entah mengapa aku mersa takut kehilangan, walau memang kenyataannya aku sudah kehilangan sejak lama. tapi apakah aku masih tak boleh berharap?
Langganan:
Komentar (Atom)