ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Jumat, September 14

sepucuk surat

untuk kamu
yang telah memberi warna hari hariku

mengenalmu bukanlah suatu hal yang aku impikan, bukan suatu hal yang aku dambakan. dekat denganmu bukan suatu mimpi yang selalu aku khayalkan. aku sudah cukup puas dengan menikmati senyummu dari jauh setiap harinya. apa yang aku harapkan darimu? tak ada, tak pernah ada.aku haya pengagummu, fans? ya mungkin bisa di bilang seperti itu. aku tidak mengaharapkan untuk bisa sekedar berbicara denganmu.

namun semuanya berbeda setelah adanya kehadiranmu dalam hidupku, dalam hari hariku. penyebab tawaku, penyebab tangisku. mimpilu? bukan ini bukan mimpiku, ini adalah anugrah yang tuhan berikan bagiku. aku menganggapnya seperti itu.

hari hari ku lalui, awalnya biasa saja, hingga sejak saat itu, saat dimana kau mengatakan apa yang tak pernah aku bayangkan, sesuatu yang membuat hati ini seakan melayang, merasakan hal yang amat sangat. tubuh ii gemetar, tanpa sadar air matapun menetes tak terelakkan. aku menangis, haru

aku senang, sangat senang. suatu hal yang tak pernah aku duga, yang aku kira hanya sebuah mimpi dan fantasi, ternyata melesat menyusup masuk dalam kehidupan nyata ini, aku tertegun tak percaya. walau semua itu tak berjalan lama. semua itu berjalan singkat, bahkan sangat singkat. aku belum sempat membagi kebahagiaan yang aku punya denganmu, kau terlajur pergi. pergi bersamanya, seorang yang selalu kau ceriakan. aku tegar.

aku kira rasa itu sudah hilang, bersamaan dengan hilangnya hadirmu dalam hari hariku. namun ternyata aku salah, rasa itu masih bersembunya di elah velah. takut kehadirannya di ketahui ot\rang lain. dengan hebatnya ia bersembunyi, sampai akhirnya dia tidak kuat lagi untuk terus bersembunyi. rasa itu berontak

ia memberotak, seakan ingin meloncat. ia ingin menuntut hasil dari persembunyiannya. ia ingin rasanya terbalaskan/ mungkin tidak, ia hanya ingin satu, yaitu bahagia. rasa itu semakin menjadi, ia semakin meloncat, hingga aku tak dapat menahannya lagi. aku tersentak

kau hadir, walau hanya dalam satu malam yang singkat. malam yang indah. di tengah kegelapan itu kau berikan aku cahaya, mempeseona. tetapi ternyata akhirnya aku tau sesuatu, kau sudah tak ingin lagi mengenaliku. kau sudah tak pernah menganggapku ada. air mataku menetes

darinya aku melihat pesan singkat itu, 2 kata yang mampu membuatku ingin melupakan segalanya. ingin aku berlari tak tetu arah, ingin aku berteriak. namun apa daya, aku hanya bisa terdiam dan megamati lekat lekat isi pesan singkat itu. dua kata yang di pisahkan oleh koma. kata kata yang benar benar seperti pedag ang menohok langsung tepat di jantungm rasanya perih sekali.

dan kini, aku tak tau harus bagaimana lagi. aku hanya bisa menuliskan ini, peredam rasa sakit hati ini. hanya melalui tulisan aku dapat kembali tersenyum, walau luka itu sebenarnya tak hilang. asa itupun masih tetap ada, ia hanya kembali bersembunyi. menunguu wktu yang tepat, ya mungkin jika ada waktu, rasa itu akan mempunyai kesempatan untuk mencicipi bahagia, walaupun hanya sedikit. jika tak ada waktu yang tepat, mungkin rasa itu akan tertidur lelap, karena lelahnya bersembunyi dan menunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar