cinta? kasih? sayang? ah entahlah, aku tak tau. mereka semua menyebutnya jatuh cinta, tapi apakah arti cinta sebenarnya? cinta itu bahagia? tapi aku tidak sepenuhnya merasakan itu, cinta itu senyum? tapi aku seakan tersihir merasa menyesal saat melihatnya. lalu bagian mana yg bisa mereka tafsirkan dr semua ini yang mereka sebut cinta? aku tak percaya cinta, kasih sayang dan suka
hari ini, entah mengapa aku benar benar merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam hati. mereka sebut ini rindu, ya mungkin ini rindu. hari ini bayanganmu, kenangan tentangmu satu persatu teringat dan terulang kembali, bagai deretan foto yang melayang layang di depan mataku, dalam ingatanku. rindu? mengapa aku bisa rindu padamu? padahal jelas jelas aku tersakiti, merasa sakit, merasa kecewa, merasa di campakan dan di permainkan. tidak tidak, memang sebenarnya aku yang bodoh, aku yang memulai segalanya dan aku yang membuat lukaku sendiri.
kau tau? bukan hanya hari ini aku merasakan yang namanya rindu, tapi hari ini memang benar benar terasa sangat menggebu gebu. dan apa artinya mimpi? hanya bunga tidur? atau ada sesuatu yang lain, yang menyebabkan kita bermimpi? apa rindu adalah salah satu faktornya? kau sudah menyita pandanganku di saat aku terjaga untuk tetap memikirkanmu, dan lagi lagi kau dengan seenaknya masuk menelusup ke dalam mimpiku, ya ke dalam mimpiku. bukan sekali atau dua kali kau menyentuhku di dalam mimpi, tapi kau setiap hari tak bosannya datang mengunjungiku di mimpi, ya hanya sebatas mimpi. mimpi indah, mimpi yang sangat indah. tapi mimpi itu berubah menjadi sangat menyeramkan di saat aku membuka mata, karna akhinya aku tersadar bahwa itu hanya sebatas mimpi belaka.
hari ini aku teringat tentang kita, tentang kamu dan aku. ya memang tak pernah bisa di bilang sebagai kita. teringat akan semua kata katamu, isi pesan singkatmu, senyummu, sentuhan jemarimu, amarahmu dan semua tentang kamu. teringat saat kata suka dan sayang, semua orang merasa teramat senang di saat mendengar kata suka dan sayang dr seseorang yg mungkin mereka harapkan. namun tidak dengan aku, kata kata itu terasa seakan ada tombak yg menusuk di dada ini rasanya sakit sekali. ku teteskan ai mataku.
ada penegasan di setiap kata katamu, yang mengartikan bahwa kau benar benar mengatakan itu. tapi kau juga mengatakan hal lain yang membuat aku bingung, sedih dan entah harus bagaimana. kau mengatakan bahwa hatimu masih untuknya dan masih miliknya. aku berterima kasih pada tuhan, karna telah menjadikanku seorang wanita yg tegar, krn di saat membaca pesan singkatmu itu, aku tersenyum.
dan teryata aku sadar, ada rasa yang biasa di sebut sayang dalam hati ini. ya mugkin aku sayang padamu. tapi lagi lagi aku berterima kasih pada tuhan, sayang dan cinta buatku tidak harus selalu aku yg menjadi sebab mengapa orang yang ku sayangi berbahagia, dengan menjadi jembatan untuk kebahagiaanmu pun aku merasa senang, lagi lagi aku bisa tegar.
aku berikan apa yang kau mau. dan ternyata? ya aku berhasil, aku berhasil dengan apa yang aku mau, rencanaku. apa kau menyesal telah menceritakan semuanya pdakau? ku harap kau tidak menyesal, krn kini dia milikmu lagi, aku tegar.
hari demi hari, waktu demi waktu berlalu. aneh memang, tapi kini aku menyesal. tegar? kemana tegar itu? ah iya, memang tidak ada tegar, aku hanya bersandiwara pura pura untuk tegar, dan sekarang aku lelah untuk terus bersandiwara. aku ingin kamu, aku ingin kamu tiba tiba tersadar bahwa akulah yang sepnatasnya ada di sampingmu, dengan semua pejuangan ini, bukan dia! aku terisak.
sandiwaraku ternyata sia-sia, pengorbananku, perjuanganku. aku lelah bersandiwara, aku kini menjadi aku. tapi ternyata semuanya sudah terlambat. kamu kini telah berbahagia, dan kini aku hanya bisa tersenyum untuk kebahagiaanmu. setidaknya aku bangga pada diriku, aku punya cerita sendiri, aku menjadi bagian dari bahagiamu, walau sebenarnya kamu tidak akan pernah sadar, bahkan orang lain tidak akan pernah tau.
aku rindu kau marahi saat pulang malam, aku rindu saat kau bersikap seolah dewasa tanpa perlu di ingatkan untuk minum obat, aku rindu pesan singkatmu yang memenuhi inbox handphoneku, aku rindu saat kau antar pulang, aku rindu segala tentangmu, semuanya. aku memang berlebhian karna semua ini tidak berlangsung lama tapi sangat membekas di benakku. aku dan kamu, berada sangat dekat namun seakan jauh, di saat jauh namun seakan dekat.
apakah ini semua hanya permainanmu? atau aku yang menganggapmu lebih? jika semua hanya permainan,jika semua hanya berkaitan dengan yang instan, tapi mengapa kau seperti memperhatikanku dengan perhatian yang dalam? memarahiku saat aku pulang malam, bukankah iu artinya kau mengkhawatirkanku? jika semua hanya fantasi, mengapa kau selalu datang dan kembali kemari? merasa kecewa krn aku tidak memperlihatkan rasa senang saat kau memberikan first cake di ulang tahun spesialmu. katanya kau menginginkannya, tapi masih bisa berkata mulai sayang dan tidak mulai sayang. apakah ada hal spesial yang membuatmu terus ingin berlari padaku? ata aku memang hanya pelarian saja? tapi mengenaskan juga jika ternyata hanya aku yang memperlakukan semuanya dengan serius, dan ternyata kamu memang sedang bermain main, meloncat dari satu hati ke hati yang lain.
sungguh, aku tak percaya tentang cinta tanpa tatapan mata dan juga tanpa geggaman tangan yag belum saling bersinggungan. tapi entah mengapa aku mersa takut kehilangan, walau memang kenyataannya aku sudah kehilangan sejak lama. tapi apakah aku masih tak boleh berharap?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar