ada sebuah SENYUMAN yg terkembang di balik semua FANTASI yg di tuliskan :)

Kamis, Oktober 18

solitude



Dalam kesunyian, aku merasakan ada sesuatu yang paling indah, paling manis seperti ada kekuatan magis yang begitu menghanyutkan jiwa, sesuatu yang begitu menarik. Tetapi di dalam kesunyian, aku juga dapat merasakan suatu hal yang menyakitkan, yang menusuk bak duri. Dalam kesunyian, aku juga dapat merasakan dan dapat membayangkan suatu fantasi dan angan yang aku harapkan, seakan ada sepasang sayap yang membawaku terbang berkelana dalam dunia tak kasat mata yang di sebut imajinasi.  Dalam sunyi aku dapat merasakan hal indah dan hal menyenangkan yang silih berganti mengisi hari, dimana aku berpijak, di bumi pertiwi ini. Namun dalam sepi, aku dapat pula merasakan sesuatu yang menusuk di relung hati ini, suatu rahasia yang tak bisa aku ungkapkan, rahasia yang penuh teka teki.  Dalam sepi dan sunyi juga aku dapat merasakan kegelisahan, kebimbangan, kebingungan karena teka teki rahasia yang sulit untuk di ungkapkan. Dalam sepi akupun dapat merasakan ha yang teramat sangat mengecewakan, membuat hati pilu, lagi lagi karna rahasia yang tak kunjung terungkap. Namun dalam sepi aku juga dapat merasakan lembutnya sentuhmu saat kita saling bercakap lewat doa yang aku sampaikan padamu, dan aku selalu merasa bahwa engkau selalu memperhatikanku dari kejauhan, mengasihiku dalam sepi, menyayangiku dalam diam. dalam sepi dan kesunyian, aku selalu mengingat engkau wahai tuhanku.

Jumat, September 14

sepucuk surat

untuk kamu
yang telah memberi warna hari hariku

mengenalmu bukanlah suatu hal yang aku impikan, bukan suatu hal yang aku dambakan. dekat denganmu bukan suatu mimpi yang selalu aku khayalkan. aku sudah cukup puas dengan menikmati senyummu dari jauh setiap harinya. apa yang aku harapkan darimu? tak ada, tak pernah ada.aku haya pengagummu, fans? ya mungkin bisa di bilang seperti itu. aku tidak mengaharapkan untuk bisa sekedar berbicara denganmu.

namun semuanya berbeda setelah adanya kehadiranmu dalam hidupku, dalam hari hariku. penyebab tawaku, penyebab tangisku. mimpilu? bukan ini bukan mimpiku, ini adalah anugrah yang tuhan berikan bagiku. aku menganggapnya seperti itu.

hari hari ku lalui, awalnya biasa saja, hingga sejak saat itu, saat dimana kau mengatakan apa yang tak pernah aku bayangkan, sesuatu yang membuat hati ini seakan melayang, merasakan hal yang amat sangat. tubuh ii gemetar, tanpa sadar air matapun menetes tak terelakkan. aku menangis, haru

aku senang, sangat senang. suatu hal yang tak pernah aku duga, yang aku kira hanya sebuah mimpi dan fantasi, ternyata melesat menyusup masuk dalam kehidupan nyata ini, aku tertegun tak percaya. walau semua itu tak berjalan lama. semua itu berjalan singkat, bahkan sangat singkat. aku belum sempat membagi kebahagiaan yang aku punya denganmu, kau terlajur pergi. pergi bersamanya, seorang yang selalu kau ceriakan. aku tegar.

aku kira rasa itu sudah hilang, bersamaan dengan hilangnya hadirmu dalam hari hariku. namun ternyata aku salah, rasa itu masih bersembunya di elah velah. takut kehadirannya di ketahui ot\rang lain. dengan hebatnya ia bersembunyi, sampai akhirnya dia tidak kuat lagi untuk terus bersembunyi. rasa itu berontak

ia memberotak, seakan ingin meloncat. ia ingin menuntut hasil dari persembunyiannya. ia ingin rasanya terbalaskan/ mungkin tidak, ia hanya ingin satu, yaitu bahagia. rasa itu semakin menjadi, ia semakin meloncat, hingga aku tak dapat menahannya lagi. aku tersentak

kau hadir, walau hanya dalam satu malam yang singkat. malam yang indah. di tengah kegelapan itu kau berikan aku cahaya, mempeseona. tetapi ternyata akhirnya aku tau sesuatu, kau sudah tak ingin lagi mengenaliku. kau sudah tak pernah menganggapku ada. air mataku menetes

darinya aku melihat pesan singkat itu, 2 kata yang mampu membuatku ingin melupakan segalanya. ingin aku berlari tak tetu arah, ingin aku berteriak. namun apa daya, aku hanya bisa terdiam dan megamati lekat lekat isi pesan singkat itu. dua kata yang di pisahkan oleh koma. kata kata yang benar benar seperti pedag ang menohok langsung tepat di jantungm rasanya perih sekali.

dan kini, aku tak tau harus bagaimana lagi. aku hanya bisa menuliskan ini, peredam rasa sakit hati ini. hanya melalui tulisan aku dapat kembali tersenyum, walau luka itu sebenarnya tak hilang. asa itupun masih tetap ada, ia hanya kembali bersembunyi. menunguu wktu yang tepat, ya mungkin jika ada waktu, rasa itu akan mempunyai kesempatan untuk mencicipi bahagia, walaupun hanya sedikit. jika tak ada waktu yang tepat, mungkin rasa itu akan tertidur lelap, karena lelahnya bersembunyi dan menunggu.

Rabu, September 12

lembayung senja

lembayung kali ini gamang
terbungkam dalam hati meradang
menantimu di penghujung senja
rindu ini begitu bersahaja

aku tau, aku salah. salah untuk teteap seperti ini, salah untuk tetap seakan buta tuli dan bisu tentang keadaan sekitar, salah seakan di dunia ini hanya ada aku dan kamu, seakan tak ada orang lain di antara aku dan kamu. ya memang, aku sebenarnya tau ini semua salah, yang aku lakukan untuk terus seperti ini adalah sebuah kesalahan, kesalahan yang besar.

matahari di ufuk senja, memperhatikanku yang sedang termenung sendirian. waktu seakan meyeretku kembali pada masa lalu, masa dimana kamu menjadi penyebab dari tangis dan tawaku, penyebab dari bahagiaku, tokoh utama dari mimpi malamku, penyemangat dari beratnya hariku, dan inspirasi dari segala tulisanku. senja meninggalkanku, sepi.

matahari berganti bulan, senja berganti malam. aku masih tetap menunggu, sendiri. apa yang aku tunggu? keajaiban? mukjizat? atau apa? entahlah, mungkin aku hanya ingin merasakan indahnya bintang malam, malam tenang nan indah. menyendiri, menyentuh sepi, mencari jati diri, merindu dalam hati.

semakin hari, semakin aku rasakan rasa itu. rasa yang selama beberapa bulan ini berusaha untuk aku lupakan, untuk aku hilangkan, untuk aku buang jauh jauh dari pikiran dan hati. namun ternyata sia sia, belakangan ini aku kembali mersakan rasa itu. apakah aku terlalu dalam bermain dengan rasa ini? sehingga aku tak bisa mengeluakannya dan mengusirnya begitu saja. ini terlalu sulit

rasa itu semakin menggebu, semakin berusaha untuk meloncat keluar bebas dari hati, dia sudah lelah terus berdiam diri dalam hati, ia ingin melihat dunianya, yang di sebut bahagia. semenjak hari itu, malam itu. sesuatu yang mungkin orang lain bilang adalah sesuatu yang biasa saja, tidak ada yang spesial. namun begitu spesial dan mampu membuatku seperti merasakan indahnya taman langit, aku terpaku, aku bahagia.

hanya melalui jejaring sosial, melalui tulisan kecil. bukan hal penting menurutmu, tapi sangat penting untukku. satu kalimat yang tersusun rapih, dan mampu menyusun kepingan hati ini utuh kembali. kalimat sederhana yang berefek luar biasa. malam itu, aku menggila

hari hari berlalu semenjak itu. entah mengapa aku merasa intensitas pertemuan kita semakin hari semakin sering, porsi yang tuhan berikan untuk kita saling bertemu semaki banyak. tuhan menyayangiku? ya tuhan selalu menyayangiku, menyayangi ciptaannya yang sedang merasakan bahagia karna cinta ini. cinta? ya mungkin ini bisa di sebut dengan cinta.

mata ini selalu saja berusaha mencuri pandang padamu, pada makhluk tuhan yang kini terlihat sangat indah di mataku. benar benar indah. terkadang aku mendapati matamu yang sedang tertuju padaku, kebetulan lewat? atau memang matamu juga mencoba mencuri pandang? ah aku terlalu banyak berkhayal. hanya akulah yang mencoba mencari cari sosok indahmu di tengah keramaian. apa kau sadar akan kehadiranku disini? bahkan mungkin kau tak pernah menyadarinya.

senja benar benar menghilang, bosan melihatku yang masih saja melamun duduk termenung memikirkan sosok indah dalam benak ini. kini langit berganti gelap, rembulan dengan malu malu menampakkan dirinya, dan tuhan menaburkan bumbu malam yang gemerlap indah mengisi langit malam yang gelap, kontras.

senja berganti dengan malam
meredup sebagaimana mestinya
namun hati ini akan terus bersinar
meskipun mentari berganti rembulan

maliq - terlalu

Tak bisa terus menerus engkau menjaga
Perasaan hati yang terlena
Semakin lama semakin menyiksa
Reff:
Oh aku tak ingin terus terbelenggu
Dengan fikiran tak menentu
Sungguh aku tak bisa
Membuat ku terlalu
Jauh mengkhayalkan tentang kita
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Kenyataannya membuat ku sedikit gila
http://hotliriklagu.com
Terlalu lama kau buat aku menunggu
Setiap ku tanya kau pun tak tahu
Semua ini akan menuju
Back to Reff: 2x
Kau membuatku terlalu
Mengkhayalkan terlalu jauh
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Kenyataannya membuat ku sedikit gila
Karena kau terlalu terlalu
Membuatku terlalu jauh

Jumat, September 7

lagi lagi.....kamu

cinta? kasih? sayang? ah entahlah, aku tak tau. mereka semua menyebutnya jatuh cinta, tapi apakah arti cinta sebenarnya? cinta itu bahagia? tapi aku tidak sepenuhnya merasakan itu, cinta itu senyum? tapi aku seakan tersihir merasa menyesal saat melihatnya. lalu bagian mana yg bisa mereka tafsirkan dr semua ini yang mereka sebut cinta? aku tak percaya cinta, kasih sayang dan suka

hari ini, entah mengapa aku benar benar merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam hati. mereka sebut ini rindu, ya mungkin ini rindu. hari ini bayanganmu, kenangan tentangmu satu persatu teringat dan terulang kembali, bagai deretan foto yang melayang layang di depan mataku, dalam ingatanku. rindu? mengapa aku bisa rindu padamu? padahal jelas jelas aku tersakiti, merasa sakit, merasa kecewa, merasa di campakan dan di permainkan. tidak tidak, memang sebenarnya aku yang bodoh, aku yang memulai segalanya dan aku yang membuat lukaku sendiri.

kau tau? bukan hanya hari ini aku merasakan yang namanya rindu, tapi hari ini memang benar benar terasa sangat menggebu gebu. dan apa artinya mimpi? hanya bunga tidur? atau ada sesuatu yang lain, yang menyebabkan kita bermimpi? apa rindu adalah salah satu faktornya? kau sudah menyita pandanganku di saat aku terjaga untuk tetap memikirkanmu, dan lagi lagi kau dengan seenaknya masuk menelusup ke dalam mimpiku, ya ke dalam mimpiku. bukan sekali atau dua kali kau menyentuhku di dalam mimpi, tapi kau setiap hari tak bosannya datang mengunjungiku di mimpi, ya hanya sebatas mimpi. mimpi indah, mimpi yang sangat indah. tapi mimpi itu berubah menjadi sangat menyeramkan di saat aku membuka mata, karna akhinya aku tersadar bahwa itu hanya sebatas mimpi belaka.

hari ini aku teringat tentang kita, tentang kamu dan aku. ya memang tak pernah bisa di bilang sebagai kita. teringat akan semua kata katamu, isi pesan singkatmu, senyummu, sentuhan jemarimu, amarahmu dan semua tentang kamu. teringat saat kata suka dan sayang, semua orang merasa teramat senang di saat mendengar kata suka dan sayang dr seseorang yg mungkin mereka harapkan. namun tidak dengan aku, kata kata itu terasa seakan ada tombak yg menusuk di dada ini rasanya sakit sekali. ku teteskan ai mataku.

ada penegasan di setiap kata katamu, yang mengartikan bahwa kau benar benar mengatakan itu. tapi kau juga mengatakan hal lain yang membuat aku bingung, sedih dan entah harus bagaimana. kau mengatakan bahwa hatimu masih untuknya dan masih miliknya. aku berterima kasih pada tuhan, karna telah menjadikanku seorang wanita yg tegar, krn di saat membaca pesan singkatmu itu, aku tersenyum.

dan teryata aku sadar, ada rasa yang biasa di sebut sayang dalam hati ini. ya mugkin aku sayang padamu. tapi lagi lagi aku berterima kasih pada tuhan, sayang dan cinta buatku tidak harus selalu aku yg menjadi sebab mengapa orang yang ku sayangi berbahagia, dengan menjadi jembatan untuk kebahagiaanmu pun aku merasa senang, lagi lagi aku bisa tegar.

aku berikan apa yang kau mau. dan ternyata? ya aku berhasil, aku berhasil dengan apa yang aku mau, rencanaku. apa kau menyesal telah menceritakan semuanya pdakau? ku harap kau tidak menyesal, krn kini dia milikmu lagi, aku tegar.

hari demi hari, waktu demi waktu berlalu. aneh memang, tapi kini aku menyesal. tegar? kemana tegar itu? ah iya, memang tidak ada tegar, aku hanya bersandiwara pura pura untuk tegar, dan sekarang aku lelah untuk terus bersandiwara. aku ingin kamu, aku ingin kamu tiba tiba tersadar bahwa akulah yang sepnatasnya ada di sampingmu, dengan semua pejuangan ini, bukan dia! aku terisak.

sandiwaraku ternyata sia-sia, pengorbananku, perjuanganku. aku lelah bersandiwara, aku kini menjadi aku. tapi ternyata semuanya sudah terlambat.  kamu kini telah berbahagia, dan kini aku hanya bisa tersenyum untuk kebahagiaanmu. setidaknya aku bangga pada diriku, aku punya cerita sendiri, aku menjadi bagian dari bahagiamu, walau sebenarnya kamu tidak akan pernah sadar, bahkan orang lain tidak akan pernah tau.

aku rindu kau marahi saat pulang malam, aku rindu saat kau bersikap seolah dewasa tanpa perlu di ingatkan untuk minum obat, aku rindu pesan singkatmu yang memenuhi inbox handphoneku, aku rindu saat kau antar pulang, aku rindu segala tentangmu, semuanya. aku memang berlebhian karna semua ini tidak berlangsung lama tapi sangat membekas di benakku. aku dan kamu, berada sangat dekat namun seakan jauh, di saat jauh namun seakan dekat.

apakah ini semua hanya permainanmu? atau aku yang menganggapmu lebih? jika semua hanya permainan,jika semua hanya berkaitan dengan yang instan, tapi mengapa kau seperti memperhatikanku dengan perhatian yang dalam? memarahiku saat aku pulang malam, bukankah iu artinya kau mengkhawatirkanku? jika semua hanya fantasi, mengapa kau selalu datang dan kembali kemari? merasa kecewa krn aku tidak memperlihatkan rasa senang saat kau memberikan first cake di ulang tahun spesialmu. katanya kau menginginkannya, tapi masih bisa berkata mulai sayang dan tidak mulai sayang. apakah ada hal spesial yang membuatmu terus ingin berlari padaku? ata aku memang hanya pelarian saja? tapi mengenaskan juga jika ternyata hanya aku yang memperlakukan semuanya dengan serius, dan ternyata kamu memang sedang bermain main, meloncat dari satu hati ke hati yang lain.

sungguh, aku tak percaya tentang cinta tanpa tatapan mata dan juga tanpa geggaman tangan yag belum saling bersinggungan. tapi entah mengapa aku mersa takut kehilangan, walau memang kenyataannya aku sudah kehilangan sejak lama. tapi apakah aku masih tak boleh berharap?

Jumat, Juni 8

sesak

Baju hitam paling indah kupakai hari ini, untuk melepas kepergianmu yang bertahun-tahun selalu ada di dalam hidupku, entahlah… mungkin sekitar 10 tahun lamanya. Sekilas sesak kurasakan didalam dada, entah apa ini namanya… sebab sekalipun aku tak pernah merasakan jatuh cinta kepadamu. Mungkin aku hanya terbiasa denganmu, dan aku harus siap tak lagi terbiasa dengan keberadaanmu mulai kini. Air mata terus berjatuhan, kau tahu sendiri bukan? Aku memang wanita cengeng yang kau bilang  “Penuh drama”. Aku harap kau tak menganggapku sedang bersandiwara dan memainkan sebuah watak kini, karena dada ini terus merasa sesak… saat semua orang menghampiriku, mengelus punggungku, bersimpati kepadaku, sambil terus menerus berkata “Sabar ya Atira, ikhlaskan dia… Allah akan menjaga seorang laki-laki baikhati sepertinya, tempatnya akan mulia diatas sana…”

Kau selalu sempurna dimata orang lain, dimata orangtuaku, dimata sahabat-sahabatku, tapi maaf… tidak dimataku.

Kita hanya bertemu beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk bersama, kau pikir sudah saatnya mengikatku dengan sebuah tali yang akan membuatku selamanya berada didalam genggamanmu. Tubuhku ada disini, ditengah ruang keluarga yang sudah penuh sesak dengan orang-orang yang peduli padamu, didepan jenazahmu yang terbujur kaku aku hanya diam mengisak dengan kepala dan pikiran yang melayang kemana-mana. Aku hanya mencoba mengingat hal-hal indah yang pernah kita jalani saat kau masih bernafas… mmmmh, kenapa begitu sulit ya? Sedikitpun ingatan indah tentangmu, tentang kita berdua, tak juga bisa kugali. Kemana mereka semua?

“Atira!! Kemari!!”, setengah berbisik suara itu mengagetkanku dari lamunan tentang suamiku yang baru saja meninggalkan dunia untuk selamanya akibat serangan jantung yang menderanya pagi tadi. Rupanya ada Ardo, adik iparku yang sejak tadi mencoba memanggilku untuk mendekatinya yang kini sedang berdiri di dapur, tepat dibelakangku. Kudekati Ardo yang sepertinya tidak sabar menungguku mendekatinya, “Ada  apa Do?”.

“Ini, kutemukan dilemari Arka saat tadi hendak mengambil foto-fotonya, maaf kalau aku tak sengaja membaca isinya”, suara Ardo sedikit bergetar sambil terus menerus menatapku dengan tatapan aneh. “Buku apa ini Do? Aku tak pernah melihatnya…”, aku mulai penasaran dengan buku merah menyerupai jurnal harian berbahan kulit yang kini sudah ada digenggaman tangan kiriku. “Baca sajalah, aku tak perlu menjelaskan apa isinya. O iya, kau urus sendiri saja acara tahlil nanti setelah magrib, aku banyak kerjaan… maaf tidak bisa membantumu”, dengan ketus Ardo mulai membalikan tubuhnya dan pergi meninggalkanku yang masih bingung atas sikapnya. “Loh, gimana sih Do? Terus siapa lagi yang mau bantu aku kalau bukan kamu? Keluargaku baru datang nanti malam! Tak ada lagi yang bisa kuandalkan Do!”, aku mulai resah atas sikap Ardo yang mendadak jadi menyebalkan. “Kau bayar saja orang lain untuk membantumu, atau mungkin kau bisa minta tolong pada pacarmu untuk mengurus semuanya”, sekilas saja Ardo membalikan wajahnya ke arahku, setengah berteriak dia berkata seperti itu kepadaku, bisa kupastikan… beberapa tamu mulai saling berbisik bereaksi atas ucapan Ardo, sementara aku… hanya diam mematung entah harus mengucap apa.

Kutinggalkan semua orang yang mulai tak lagi bergunjing atas kelakuan Ardo, memasuki sebuah ruang kerja tempat Arka biasa mengerjakan semua pekerjaannya, buku berwarna merah masih saja kugenggam,, tak sabar untuk menelusuri isinya. Mungkin ada sebuah jawaban atas sikap Ardo kepadaku…

Bandung 1 Mei 2008
Sebenarnya aku tak begitu suka menulis, namun buku bersampul kulit ini begitu mencuri perhatianku. Jika kubeli, seharusnya kugunakan juga untuk suatu hal yang mungkin bisa berguna untukku. Aku tidak tahu harus menulis apa diatasnya, toh aku sebenarnya lebih suka menyimpan segala sesuatunya dalam kepalaku, otakku cukup pintar untuk mencerna dan menyimpan segala memori, tentang apapun.
Tapi tak apalah, suatu saat kepalaku tak akan lagi mampu menampung segalanya, mungkin kau akan berguna untukku. Salam kenal, mulai saat ini kita berteman ya…
O iya, kau ingin tahu kenapa aku tertarik untuk membelimu? Karena warnamu, warna yang tidak lumrah, merah yang tak terlalu tua, namun tak terlalu muda. Merah yang membuat mataku sejuk jika memandangnya, merah yang sangat disukai istriku… Atira.

Bandung, 25 Februari 2009
Sudah satu tahun tak menyentuhmu. Sepertinya aku mulai membutuhkanmu… terlalu banyak hal yang tak bisa kuungkapkan kepada manusia-manusia sepertiku. Aku membutuhkanmu, tak untuk mengharap pembicaraan 2 arah, tapi untuk mengingat hal-hal yang terjadi didalam hidupku…
Ada apa dengan hidupku sekarang ini? semua kacau balau, tak sesuai dengan harapan-harapan yang selama ini kurangkai…

Bandung 28 Maret 2009
Sudah 8 tahun aku dan Atira terikat dalam hubungan pernikahan, tak satu tahunpun mampu membuatnya bersikap baik kepadaku, aku tak berharap banyak pada cintanya. Tapi aku mulai muak dengan sikapnya kepadaku. Jika memang aku tak mampu menaklukan hatinya, setidaknya aku berharap dia berpura-pura mencintaiku saja. Aku lelah dengan semua ini, ingin rasanya pergi meninggalkan semua ini…

Mataku melotot kaget membaca bagian dari tulisan Arka barusan, astaga… selama ini aku mengira dia tak pernah lelah terhadapku yang memang selalu memancing kemarahannya, aku ingin berpisah dengannya tapi aku ingin dia yang meninggalkanku. Oh, bagus Arka… ternyata kau memang lelah juga ya? Kenapa harus kau tulis di buku sialan ini sih? Kenapa tak kau ucapkan saja langsung kepadaku? Mungkin kita akan merasa sama-sama bahagia kan? Tak usah membuang waktu!

Tulisan ini membosankan, tapi aku belum menemukan jawaban dari sikap Ardo tadi.


Bandung, 23 September 2009
aku jengah dengan ucapan Atira tentang Ibuku, seburuk apapun Ibuku… dia begitu berjasa bagiku. Wajar jika Ibuku mengungkapkan kerinduannya pada sosok seorang cucu yang berasal dari darah daging kami, kenapa kau harus marah Atira? Kau bisa pura-pura bilang bahwa kita berdua telah berusaha semaksimal mungkin, tak usah malah mendebat dan mencerca Ibuku dengan kata-kata kasarmu. Demi Tuhan Atira untuk satu kali ini saja jika memang tak bisa bersikap baik terhadapku tolong bersikap baiklah kepada Ibuku.


Bandung, 1 Desember 2009
Kulihat Atira menangis hari ini, setelah lama berbicara dengan seseorang ditelepon. Ingin rasanya memeluknya dan berusaha menghiburnya, tapi aku tak kuasa untuk melakukannya, bagaimanapun aku adalah laki-laki yg mencintainya, terlalu sakit bagiku membayangkan kau menangis karena laki-laki lain yang telah menyakitimu. Aku tahu semua tentangmu Atira, aku tahu siapa yang telah membuatmu menangis… biarlah kau begitu, bahagia dengan caramu. Ternyata aku terlalu mencintaimu Tira, sedikitpun tak bisa kuungkapkan amarah padamu…

Bisa kurasakan bagaimana kini wajahku berdenyut-denyut, ada sebuah perasaan aneh yang membuat wajahku tiba-tiba terasa panas. Tulisan di bulan desember 2009 ini membuatku tersadar… Arka tidak bodoh, dia tak sepolos yang kubayangkan. Wajahku mulai tertunduk, entah malu atau apa ini…


Bandung, 13 Februari 2010
Dokter mendeteksi adanya penyakit Jantung dalam diriku, rupanya almarhum Bapa menurunkannya kepadaku. Semoga tidak terjadi hal serius akibat penyakit ini.

Bandung, 16 Maret 2010
Lagi-lagi Atira lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami, selamat ulangtahun pernikahan kita yang ke- 9 istriku Atira… semoga suatu saat kita bisa menemukan kebahagiaan, jika kamu bahagia, aku akan merasakan hal yang sama… dengan siapapun kau merasakan bahagia itu. Semoga malam ini kamu bisa pulang ke rumah, aku menunggumu… belum terlambat untukmu mengingat tanggal ini.

Bandung, 27 Agustus 2010
Alhamdulillah, akhirnya dana yang kukumpulkan selama ini sudah bisa kupakai untuk mewujudkan salah satu cita-cita terbesarku, membangun sebuah panti asuhan. Walau belum terlalu besar, aku cukup bersyukur. Sebuah panti asuhan dengan nama “At-Tira” kupersembahkan untuk istriku…

Pelipisku kini terasa berdenyut, bukan wajah saja yang merasa panas… mataku kini ikut juga merasa panas. Sedikit air mata hampir menetes darinya, banyak hal yang Arka sembunyikan dariku. Baru kusadari ternyata dia adalah laki-laki yang tulus mencintaiku Arka, selama ini selalu saja kuanggap dia patung yang kosong tak punya perasaan apa-apa terhadapku. Aku tak sanggup melihat hal-hal indah yang ternyata telah banyak Arka lakukan tanpa harus kutahu… aku tak pernah tahu suamiku mempunyai sebuah panti asuhan, aku tak pernah tahu dia hapal tanggal pernikahan kami, dan yang lebih parah… aku tak tahu bahwa sebenarnya kau sudah tahu bahwa kau sakit. Kenapa kau tak pernah bicara Arka?? Kenapaa? Kulewat lembar-lembar selanjutnya, aku ingin tahu tulisan-tulisan terakhir yang dia ungkapkan di buku ini. Kubuka lembar terakhir buku ini.. tertanda tanggal 17 Desember 2011, tepat 1 bulan sebelum hari ini, hari kematiannya.


Bandung, 24 Desember 2011
Dada ini terasa sangat sakit, Tuhan kuatkanlah ragaku… aku masih mau hidup, aku masih ingin membahagiakan keluargaku, terlebih membahagiakan istriku… Atira. Seberapa burukpun dia, aku selalu menganggap semua ini terjadi karenaku yang tak becus menjadi seorang suami yang baik untuknya. Keinginan terbesarku kini adalah membuatnya jatuh cinta kepadaku… tak ada kata terlambat bagiku, ini adalah pernikahan kami, sekali untuk selamanya.

“Tidak Arka, kau adalah suami yang baik!!! Bukan kamu yang tidak becus!!! Aku wanita sundal tak tahu diri, aku tak pernah berkaca !! aku yang tidak becus Arka!!!”, aku mulai berteriak sendiri didalam ruang kerja Arka, airmata sudah tak bisa kubendung. Rasa sakit mulai terasa begitu menusuk hati. Kubuka lagi lembar sebelumnya…


Bandung, 11 November 2011
Tuhan, berikan aku kekuatan… kenapa hati ini terasa perih sekali mengingat semua hal yang terjadi di hidupku belakangan ini?

Bandung, 8 November 2011
Atira, tolong jangan menangis lagi… ingin rasanya kubunuh laki-laki itu!! Tolong jangan sampai membuatku meledak marah, bukan marah terhadapmu… tapi terhadapnya yang telah tega membuat seorang wanita cantik sepertimu begitu terluka. Kemarahanku hanya akan membuatnya semakin membenciku, aku bukan suami yang baik… karena tak mampu membuatnya bahagia.

Bandung, 3 november 2011
Kulihat lagi-lagi Atira menangis… kau kehilangan dia ya? Aku jadi ingin tahu bagaimana sikapmu jika aku menghilang dari hidupmu… astagfirullah tak seharusnya aku berpikiran seperti itu…

Bandung, 1 november 2011
Kondisi Atira membaik, dia menjadi wanita yang begitu pendiam dan tak bersemangat, saat kutanyakan keadaannya… dia hanya bilang bahwa dia terlalu lelah beraktivitas. Ayolah Atira, jangan lagi-lagi kau membohongiku… berbicaralah kepadaku… aku ingin mendengar semuanya.

Bandung,  30 Oktober 2011
Kulihat Atira tergeletak diatas kasur kami, disebelahnya kulihat banyak obat-obatan penenang, mulutnya berbusa, sekujur tubuhnya terasa begitu dingin. OH TUHAN APA YANG TERJADI PADANYA? Kubawa dia ke rumahsakit malam tadi, hatiku tak karuan begitu mencemaskannya. Dadaku terasa sakit, tapi aku masih cukup kuat mengatasinya. Syukurlah Atira baik-baik saja… aku melihatnya dari kejauhan, dia tak tahu bahwa aku sudah pulang dari Taiwan. Seharusnya aku pulang lusa, namun entah kenapa hatiku begitu tak tenang untuk segera pulang. Kupercepat kepulanganku, dan benar saja… Atira membutuhkanku…

Bandung, 20 Oktober 2011
Malam ini kulihat Atira menangis tanpa henti… biasanya dia selalu tersenyum bahagia walau bukan bahagia karena aku, Atira… aku suka melihatmu seperti itu, aku ingin bertanya kepada laki-laki itu sebelumnya, bagaimana cara membuatmu bahagia? Tapi kini kau selalu menangis Atira… dia menyakitimu? Benar begitu?

Bandung, 15 Oktober 2011
Tuhan tolong maafkan semua kesalahan istriku, kesalahanku juga… karena tak mampu menjaganya, tak mampu membuatnya bahagia. Kuatkan  pernikahan kami berdua…

Bandung, 30 September 2011
Setiap dia pergi keluar rumah dengan begitu anggunnya, aku hanya bisa mengepalkan tanganku… kutahan semua emosi yang kupendam entah sampai kapan. Asal kau bahagia Atira… asal kau tak pergi meninggalkanku..

Bandung, 29 September 2011
Atira… aku ingin sekali marah padamu… tapi kenapa sulit sekali??

Bandung, 28 September 2011
Kuikuti Atira pergi hari ini, mobilnya terparkir didepan sebuah rumah… aku melihat seorang laki-laki keluar dari rumah itu. Yang kulihat selanjutnya adalah… pemandangan paling menjijikan seumur hidupku, kulihat Atira turun, memeluk dan menciumi laki-laki itu… kulihat untuk pertama kalinya tira tertawa tulus. Tuhan, hatiku sakit sekali…

Tak tahan untuk terus membaca isinya, aku menangis meraung sekeras-kerasnya. 10 tahun bersamanya, sudah ada 3 orang laki-laki lain yang mengisi hidupku dan hatikuyang kuanggap selalu berhasil disembunyikah darinya, dan… dan ternyata… ternyata dia yang tahu semua kebusukanku… dan dan… dan dia selalu diam. Cinta yang selama ini kucari, kebahagiaan yang selama ini kudamba ternyata tak pernah jauh dariku. Arka, kenapa baru sekarang Arka? Kenapa tak kau tunjukkan saja sedikiit saja perhatianmu sejak dulu? Aku hanya tak tahu bahwa betapa engkau mencintaiku… aku tak tahu siapa dirimu, aku tak tahu betapa baiknya kamu terhadapku.

Suara ketukan kudengar begitu keras dari arah luar, disusul oleh suara yang bertanya, “Atira, kau baik-baik saja? Keluarlah Atira berkumpul bersama kami! Jangan memendam kesedihan seorang diri!”, suara itu milik kakakku… yang terdengar begitu khawatir di luar sana. Aku terus menerus menjerit dan kini berteriak menyebut nama Arka, “Kenapa Arka kenapa baru sekarang??? Kenapaaaaaa Arkaaa????” aku terus berteriak. Sementara itu suara orang-orang yang mengkhawatirkan keadaanku dari luar pintu ruang kerja yang sejak tadi kukunci kini terdengar semakin ramai. Kututup kedua telingaku sambil terus menjerit meneriakan nama Arka…

Suara orang-orang itu semakin menggangguku, teriakan khawatir mereka membuatku semakin kesal dan ingin terus menerus menjerit. Aku tak butuh perhatian mereka! Aku hanya butuh sendirian!!! Mencaci maki diriku yang begitu hina…. Kuangkat tubuhku sambil terus mengisak, kuambil remote CD player milik Arka, disana ada CD yang biasa diputarnya, sepertinya ini CD yang sedang disukainya karena hanya dia yang memakai CD player ini, CD yang masih berada didalamnya adalah CD yang sering diputarnya, itu yang aku tahu. Kunyalakan keras-keras, aku hanya ingin menenggelamkan diriku dalam kenangan tentang Arka. Sebuah intro lagu terputar dengan volume sangat keras, meredam semua teriakan orang-orang diluar ruangan ini yang masih saja berteriak…

Kudengarkan lirik demi lirik yang mengalun dari lagu itu…


Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagia bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati..


kata demi kata merasuk kedalam diriku yang masih saja menangis tak kuasa untuk menahan air mata, sedua mataku mengeluarkan mereka layaknya air terjun. Hatiku masih saja sakit mengingat tentang Arka, semua kenangan indah tentang dia tiba-tiba datang menyerangku… walau tak pernah benar-benar nyata kurasakan, mungkin selama ini mereka tertutup kebutaanku terhadap Arka.


Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri…


Mulutku menganga mendengar penggalan lirik yang baru saja mengalun, lagu ini berjudul “malaikat juga tahu” milik seorang penyanyi bernama Dewi Lestari. Entahlah, saat mendengar penggalan itu… aku merasa Arka sedang menyanyikannya untukku.. air mata tak terelakan, semuanya semakin saja deras. Aku tak sanggup menahannya, menahan segala perasaan yang bergumpal menjadi satu perasaan teramat bersalah terhadap suamiku yang kini telah pergi…

Lagu itu terus mengalun, dan berhasil membuatku semakin rapuh. Bagaikan Arka sedang terus menerus berbicara kepadaku, mengungkapkan apa yang dia rasakan selama ini. Tuhan aku tak sanggup lagi mendengarnya, tolong berikan aku sebuah kesempatan lagi, untuk membuka mata untuk Arka… membuka hatiku untuk cintanya… tolong Tuhan bantu aku… aku ingin Arka kembali lagi…

Jeritanku semakin menjadi, aku malu pada Tuhan… aku malu pada Ardo… Aku malu pada kedua orangtua malu pada mertuaku, dan aku sangat malu pada Arka… “Arkaaaaaaaa!!!!!!!! Tolong kembalilah Arkaaaa aku mohoooooooonnn!!!!!”.

Suara ketukan pintu diluar ruangan ini kini semakin berlomba dengan volume lagu yang masih terus berputar, tangisan dan teriakanku tenggelam diantaranya…

risa saraswati

Kamis, Mei 24

Question

Stop the world from shouting
They're burning up my ears
Let me live a daydream
Those fantasies she feels
It's made of copper from the air
It's black charcoal that's golden fair

 What am i suppose to feel?

I only see
And what i want, can not be
Does she always walk on bended knees
Yet soars up high

On happy seas

A silent question in my head
In hers a poetry openly read
She is not of being like mine
She does not seek what she can not find

Stop the world from shouting
They're burning up my ears
Let me live a daydream
Those fantasies she feels
It's made of copper from the air
It's black charcoal that's golden fair

What am i suppose to feel?

Selasa, Mei 22

inspirasiku

selamat pagi tuhan. apa disana pagi? siang? atau malam? entahlah tak ada yang tau. tuhan, bisakah kita berbincang? ya masih dengan topik bahasan yang sama tuhan, masih tentang dia.aku tau tuhan kini dia tidak pernah ada lagi dalam hari hariku, dulu dia penyebab senyumku, penyemangatku, tapi kini? dia ungkin menjadi penyebab kegalauanku ini? mugkin, banyak hal yang sulit kini, namun tetap harus aku jalani sendiri.

tuhan, bukan maksudku mengeluh dengan semua keadaan yang telah berubah sekarang ini. aku juga tidak  menyalahkanmu tentang skenario yang sekarang telah kau ubah. aku tau dan paham kau sedang mempersiapkan yang lebih baik dari kemarin.hanya saja aku tidak mengerti, mengapa kau ambil dia secara langsung? bahkan kau tak menyisakan senyumnya untukku? dia benar benar tidak baik untukku? atau apa?

merasa kehilangan, merasa sepi. sebenarnya tidak seperti itu. kami jarang berkomunikasi, aku jarang menemui pesan singkatnya yang selalu masuk dalam inbox handphoneku. dalam jarak dekatpun kami jarang berkomunikasi. tapi itu yang membuatku senang tuhan. pesan singkatnya yang tiba tiba, mampu membuatku terjaga di saat kantuk sudah melanda, senyumnya yang terlukis di wajahnya, seperti magis yang bisa mebuatku tersenyum tanpa sebab. namun kini? tak ada lagi pesan singkatnya, tak ada lagi senyumnya.

tuhan, kini tak pernah lagi aku melihat matanya yang tersenyum padaku. yang ku lihat adalah kebencian. banyak hal yang tidak aku mengerti tuhan, apa kau bisa jelaskan padaku? apa yang sebenarnya ia rasakan kini tuhan? perasaannya padaku? dan apa yang menyebabkan sikapnya seperti itu kini? kana sosok wanita itu? katanya wanita itu adalah kekasihnya, namun mengapa ada seorang lelaki yang berkata bahwa dia dan wanita itu sedang dekat tuhan? apa yang terjadi? siapa yang berbohong? lalu tuhan, orang itu, ya lelaki itu tuha, temannya. apa maunya? mengapa ia  senang sekali mengadu domba dan membuatku seakan terjatuh di hadapannya? apakarna dendam?demdamnya padaku? dendam karena aku mengetahui kelakuan busuknya pada wanita? apa karna itu? ia tidak suka kah? mengapa ia harus mengarang cerita dan menjadi kompor untuk dia yang seharusnya kii masih tersenyum padaku? bahkan ia pun tak tau apa yang sebenarnya terjadi.

tuhan sebenarnya apa yang kau persiapkan untukku? isak tangis kehilangannya, lamunan mengingat masa lalu. itu cukup menyiksaku. senyum yag dulu ada, kini tak ada lagi. aku hanya ingin menjelaskan semua padanya, menjelaska semua yang telah keluar dari jalurnya. tidak hanya kali ini aku merasa di fitnah dan menjadi terabaikan tuhan. apakah akan ada hal yang seperti ini lagi? kini keluhanku tuhan, aku lelah menjadi bahan fitnahan, aku lelah terus merasa sendiri tuhan. sudah lama aku bersabar, namun entah mengapa kini aku merasa lelah, mungkin ini titik jenuhnya. tuhan, rangkul aku, tersenyumlah untukku. bantu aku mengatakan pada mereka, pada inspirasiku, bahwa aku bukan seperti yang  mereka dengar dari manapun.tidak ada yang benar benar mengerti aku, selain aku dan kau ya tuhan.

untuk kamu, inspirasiku

Senin, April 23

gadis dengan sejuta senyuman

dari aku...
untuk kamu...
pria dengan beribu rahasia...

harapan yang kau beri, atau aku yang berharap? kau yang memberi perhatian, atau aku yang merasa di perhatikan? kata katamu yang terdengar selalu manis, atau aku yg selalu merasa kata katamu selalu manis? apa ini? fantasi? atau sekedar penasaran cinta? dari segi mana aku melihatnya? dari segi mana kamu melihatnya?

aku tidak mungkin berharap jika kamu tidak memberikan harapan itu, aku tidak mungkin tersenyum tanpa alasan pada hari hariku, perhatian kecilmu, kata katamu, pengakuanmu, tingkah lakumu, cemburumu, amarahmu. itu yang membuatku tertarik untuk menyelami suatu kisah dan membuat sesuatu yang bisa di kenang di masa yang akan datang bersamamu.

tapi ternyata semuanya palsu, mungkin ini yang kau maksud dengan fantasi dan aku tidak akan mengerti. kau membuatku seperti boneka yang bisa kau mainkan sesuka hatimu, kau membuatku seperti pelampiasan cinta yang pernah menyakitimu, kau membuatku tersenyum, kau membawaku terbang tinggi, namun kau hempaskan begitu saja. apa yang aku rasakan? sakit tentunya! apa yang kau rasakan? kau tidak pernah merasa telah menyakitiku.

jika di lihat dari segi yang mungkin kau lihat. kau menganggapku seseorang yang mungkin saja sedang memujamu, berlebihan mengharapkanmu? yasudahlah jika itu yang mungkin kau lihat dari diriku, aku sudah tidak peduli lagi.

kata katamu yang selama ini, sekarang aku tau, semuanya BOHONG. terima kasih telah membohongiku, kau tidak akan berterima kasih padaku? ah iya, kau merasa aku bukan seseorang yg hebat kan? mungkin awalnya ada sedikit peranku untuk menjembatani antara kalian berdua. kalau aku tidak menjembatani itu, apa yg sekarang sedang kau lakukan? masih membohongiku dengan kata kata manismu itu? atau apa?

aku penghancur? aku perusak? bodoh! aku tidak tau menau tentang apapun. kau kira aku ini apa suka merusak hubungan orang? dia saja yang pikirannya sempit, dengan tiba tiba menyalahkan dan menuduh orang sembarangan. kau juga menyalahkanku? yasudah kalau begitu. aku mau berterima kasih padamu, sangat berterima kasih padamu. aku tidak marah padamu krn kamu ikut menyalahkanku. aku mau berterima kasih karena kamu telah membukakan mataku, telah membuka hatiku dan pikiranku yan sempat menjadi bodoh karena semua kebohonganmu, sekarang aku melihat sisi lain, yaitu kebohonganmu, menjadikanku pelarian, boneka? ya mungkin itu juga. terima kasih karena kini rasaku bukan kecewa, namun sedikit kesal krn sempat di bohongi.

yasudahlah, akan aku lupakan semua kebohonganmu itu, walau kebohonganmu itu sempat membuatku tersenyum, namun teteap saja itu sebuah kebohongan, semua adanya. terima kasih banyak telah mengajarkanku menjadi orang yang sabar, orang yang peduli, orang yang rela berbagi, orang yang tanpa pamrih menolong. banyak pelajaran yang aku terima. kini aku yang selalu bisa tersenyum telah kembali, tanpa kamu, tanpa kebohonganmu. bawa jauh semua kebohonganmu, jangan pernah berbohong lagi padaku, jaga dia baik baik, jangan lepaskan dia lagi.

mungkin aku telah di permainkan, tapi itu membuatku menjadi lebih mengerti tentang pentingnya lebih mengenal seseorang. memberiku pengalaman berharga tentang menolong tanpa pamrih, pengalaman tentang ikhlasnya dengan tuduhan kosong tanpa jawaban. kini di malam yang penuh bintan ini, aku kembali tersenyum senang, kembali menjadi dirku, kembali menemukan jati diri yang hilang tertimpa kebohongan, kembali menjadi seseorang yang kuat. mulai hari ini, takan ada kamu lagi, takan ada tentang kamu lagi, akan ku buka lembaran baru.

tertanda.....
gadis dengan sejuta senyuman

Senin, April 16

maaf memulainya kembali


Kamu! Ya kamu! Seseorang yang telah merubah segalanya. Kamu! Ya kamu! Seseorang yang kini selalu menjadi penyebab tangis dan tawaku. Kamu! Ya kamu! Seseorang yang selalu aku riundukan, dan kamu! Ya kamu! Seseorang yang selalu hilir mudik dalam pikiranku.

Langit biru itu kini telah berubah menjadi jingga kemerahan. Matahari yang sedari tadi menatapku heran, kini sudah mulai menghilang. Semilir angin yang semula tenang, kini terdengar lebih berdesah di antara dedaunan. Dan daun daun yang semula hanya terpaku menatapku, kini mulai bergoyang seperti hendak mengatakan sesuatu. Ya, inilah aku, aku yang selalu menghabiskan sisa senjaku bersama pepohonan, burung burung dan serangga serangga kecil disini. Ya disini, tempat indah yang selalu membuatku tenang, tepi danau.

Tepi danau, tempat yang snagat sejuk, tempat yang sangat nyaman, tempat yang mampu membuatku tersenyum selain dirimu, ya selain dirimu. Mungkin terdengar seperti sesuatu yang di besar besarkan, tapi inila nyatanya. Hanya kamu yang bisa mebuatku tersenyum tulus, dan yang kedua ya hanya sesuatu yang terjadi tanpa di duga di danau ini.

Tapi kemana kamu? Kemana kamu sekarang? Kemana saja kamu? Kenapa kamu pergi? Kenapa kamu tak kembali? Kenapa aku merasakan ada yang aneh? kenapa sikapmu berubah? Semua pertanyaan itu seakan membombardir perasaan ini, semua hancur seketika, semua menjadi tak beraturan. Hey kenapa ini? Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak mengerti apa apa? Apa salahku?

kini akupun seakan tersadar dari mimpi indah yang diam diam menghilang dan kembali menjadi kenyataan yang seharusnya aku jalani. sku tersadra bahawa aku selalu bermimpi untuk bisa memiliki senyummu itu. ya hanya aku, tapi kenyataannya memang itu hanya sebuah mimpi yang tak mungkin dan tak akan pernah mungkin untuk menjadi kenyataan.

aku telah mengatakan padamu yang sebenarnya, dan kamu lebih memilih untuk menjauh bukan? ntah lah, sebenarnya aku tidak mau hal itu terjadi, walau memang kita jarang bahkan tidak pernah berkomunikasi secara langsung.  aku juga tidak pernah menyesali hal itu terjadi, walau diam diam aku sering menunggu pesan singkatmu menyapa. ini hanya keinginanku, keinginanmu bukan aku pastinya.

aku mengerti jika aku tidak pernah singgah di hatimu walaupun hanya sebentar, aku juga sangat mengerti jika kamu merasa risih dengan sikapku dan ingin pergi menjauh. sekarangpn dia yang pernah mengisi relung relung hatimu dan mungkin masih mengisinya sampai sekarang,  telah datang kembali ke kehidupanmu. dia yang dulu menghlang, ini kembali hadir di hadapanmu. mungkin ada rasa pilu yang tercipta saat dia bercerita dengan sangat senangnya, kata katanya sakan menari, tapi dari tarian itu seperti mampu menyayat hati ini

saat dia menanyakan nomer ponselmu, saat dia memperlihatkan pesan sinkat antara kamu dan dia, saat rasa bahagia yang dia rasakan dapat aku rasakan juga, hatinya menggebu gebu. aku hanya bisa tersenyum, hanya bisa ikut bahagia, entah tulus ikut bahagia atau hanya sebuah sandiwara belaka. semoga sja benar benar ikut berbahagia. ku rapalkan anammu dalam doa, semoga kamu bahagia, semoga kamu mendapatkan duniamu yang hilang kembali hidup.

mataharipun mulai lelah dan enggan untuk menemani, gemerisik dedaunan pun seakan seedang saling berbisik bertanya, serangga yang sedari tadi terpaku mendengar celotehanku kini beranjak pulang ke rumah, kini bintang yang seakan menari menghiburku, bulan yang tersenyum penuh arti seakan mengatakan jangan bersedih lagi, dan aku yang masih terdiam termenung disini, mencoba menfsirkan segala yang ada di dalam hati ini, mencoba memberi penjelasan pada semua saksi bisu yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik gadis beia ini. mencoba mencari jalan untuk keluar dari labirin hati yang rumit ini, namun tetap setiap melangkah jalan buntu yang aku temui, tersesat dalam labirin hati, dengan langkah gontai tetap berusaha untuk keluar, walau sulot akan tetap ku coba. akankah ada uluran tangan yang membantu berdiri dan membantu menyelesaikan labirin ini bersama sama? itu rahasia tuhan.

Selasa, April 3

tawamu, kesakitanku

lagi lagi aku harus berusaha membuang jauh apa yang kau rasakan sekarang ini, sesuatu yag membuat dada ini sesak, sesuatu yang membuat mata ini memanas, sesuatu yang membuat ebar jantung ini tak beraturan. apa ini? rasa apa ini? sakit hati? cemburu? cemburu pada orang sepertimu? orang yang jelas jelas telah menyakiti hatiku berulang ukang, orang yang telah menjadkan aku seperti mainan, seperti layangan yang dengan seenknya bisa kau tarik ulur. berkali kali, berulang ulang.

apash sebenarnya yang kau nginkan darku ini? aku yang telah kau sakiti , aku yang telah kau berikan hadiah berupa luka hati yang cukup menyita waktu indah ku yang snagat berharga itu.belum cukup puaskah kamu dengan semua yang telah kau lakukan padaku? kau ngin melihatku jatuh terpuruk dan tak berdaya? apkah itu yang kau iginkan?

kau memg benar benar bukan manusia ya, kau tidak punhya hati, kau tidak punya akal sehat. dari semua koruptor keji yang ada di indonesia ini, kau bisa di bilang lebih keji dari itu. mereka mengambil uang semua orang, tapi tidak semuanya, masih ada yang mereka sisakan. sedangkan kamu? kamu mengambil semua hatiku, tanpa menyisakan sedikitpun untuk aku bisa hidup, dan untuk aku bisa bernafas.

semua tawamu yang selalu menghiasi wajahmu itu, itu adalah hal yang menyakitkan untukku saat ini.kau tau mengapa? karna ini semua merupakan suatu kenyataan yang harus aku terima dan tidak bisa aku hindari. pertahanan yang aku buat selama ini, semua rasa yang berusaha aku kubur dalam dalam. seketika menyeruak ke permukaan, keluar begitu saja tanpa di minta, penghalang yang aku buat seketika hancur berkeping keping.

tontonan indah yang di lihat orang orang, mungkin bukan sebagai tontonan yag romantis di mataku, melainkan sesuatu yang menembus relung hati, dengan perlahan mengiris iris setiap bagian di hati ini. benar kan ? semua yang kau katakan itu adalah omong kosong.

bodohnya aku, selalu berusaha melupakan semua tetangmu. tapi semakin lama aku berusaha melupakanmu, semakin sulit untuk bis amenjadi diriku sendiri. kekejamanmu yang telah membuat hari hariku menjadi kelabu. melihat semua adegan romanti yang kau ciptakan bersamanya,awal luka yang kau lukiskan.

ya bsudahlah, ceritamu biar saja menjadi cerita bahagiamu. ceritaku? ya biarlah aku sendiri yang merangkai semua hal indah dalam kisahku sendiri. dalam semua kebisuan yang sepi ini. dalam sebuah sandiwara yang aku cptakan untuk sementara waktu. lakukanlah apa yang kau suka, lakukan apa yang kau mau. lakukan semua kegoisanmu, lakukan tanpa memikirkan perasaan orang yg diam diam telah merasakan sakit karenamu.

sambungan dari - semua hanya omong kosong

aku bukan boneka cantikmu

wanita itu bukan mainan yang bisa di bawa ksana kemari, bukan boneka yang bisa di atur sesuai keinginan, bukan wayang yang bisa di mainkan sesuai kehendak dalang. wanita itu bukan hanya pemanis di dunia ini, tapi dia itu sebagai peran utama. jika tidak ada wanita, makhluk di bumi ini tidak akan pernah bertambah, malah akan selalu berkurang. jadi jangan jadikan wanita sebagai sebuah permainan.


hari hari yang aku lewati biasa saja, tak ada yang begitu menarik. semua berjalan stabil tanpa ada letupan atau guncangan. semua benar benar biasa saja sampai akhirnya sosokmu mulai muncul dalam kaehidupanku, kehidupanku yg lurus lurus saja. sosokmu yang entah muncul kapan dan muncul dari mana kini selalu hadir untukku.

ya, hari hariku mulai menjadi tidak biasa. yang biasanya berjalan lurus, kini memiliki jalan berbelok, menanjak, dan juga menurun. sosokmu yang mengubah semua jalan di hidupku, yang dulu mengambil keputusan untuk tidak mau mempunyai perasaan lebih dari sekedar teman pada sesosok makhluk yang di sebut pria. tapi setelah mengenalmu, perlahan kata kata itu tenggelam, yang muncul kini adalah perasaan yang lebih dari sekedar teman, entah kagum, atau apalah akupun tak mengerti.

cukup lama aku menikmati keadaan ini, keadaan di saat perhatianmu selalu menghujani hari hariku, pesan singkatmu yang selalu memenuhi telpon genggamku, senyummu yang menjadi penyemangatku melewati hari demi hari. tak terasa 6 bulan sudah berlalu. ya, waktu yang cukup lama dan selalu aku nikmati setiap inci kejadian yang terlewati saat bersamamu.


belakangan ini aku melihat tingkahmu yang berbeda dari biasanya. apakah ada orang lain di hatimu? ah mungkin hanya perasaanku saja. ku abaikan dugaan itu, dan ku tepiskan jauh jauh pikiran itu dari otakku. tapi mungkin ternyata memang benar ada orang lain di hari harimu, kini bukan aku penyebab senyummu itu? sudahlah, itu hakmu bukan?

sampai suatu hari seseorang menghampiriku, berusaha berbicara padaku, seperti ada sesuatu yang benar benar serius. benar saja, dia berkata sesuatu yang tak pernah aku duga, tak pernah aku kira dan tak pernah aku bayangkan. dia yang saat itu tengah berdiri di hadapanku memasang muka yang memelas, menahan rasa bersalah yang teramat sangat. dia, yang kini berusaha mendapat maaf dariku.

ya tentu saja aku memaafkannya, aku bukan type orang yang pendendam. ini juga bukan sepenuhya salahnya. aku juga bersalah, aku yang tidak mengerti tentang perasaan yang aku rasakann ini, perasaan yang membuatku bisa terus tersenyum sepanjang hari, terus berjingkrak bernari dalam sepi, perasaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. mungkin terlalu dini aku merasakannya, sehingga aku tidak bisa menafsirkan semua itu.

ada seseorang yang menita sorot matamu itu, ya ada seseorang yang mewarnai hari harimu. aku tau siapa orang itu, aku tau sosok itu, aku tau dia, aku benar benar mengenalnya. dan aku juga mendengar kabar bahwa sebentar lagi kau akan menyatakan perasaanmu? hey untuk apa pesan singkatmu selama ini? yang bukan sekedar pesan singkat biasa, untuk apa perhatianmu selama ini? untuk apa semua ini? sandiwaramu? tega sekali ! dan benar saja kau telah menyatakan perasaanmu itu padanya, pada saat acara perpisahan itu. untung saja aku berhalangan hadir, sehingga aku tidak usah bersusah payah menahan air mata dan menahan gejolak perasaan yang saling beradu, tidak usah menonton adegan romantis yang menyakitkan itu, biarlah saja hanya sebuah cerita.

diam diam ada sedikit rasa aneh di dada ini, sesak yang tak biasa. mungkinkah ini yang namanya sakit hati? ternyata diam diam, sosoknya yang mungkin adalah cinta pertamaku, dan mungkin yang pertama kali juga menorehkan sedikit luka yang mendalam di hati ini. benar benar kennagan yang sulit untuk di lupakan.

hey, apa lagi ini? temanmu itu ! mau apa dia? mempermainkanku juga? menjadikanku barang taruhan juga? sudah cukup aku merasakan sakit yang kau berikan, yang secara mengendap endap menusuk relung hati ini. aku yang tidak tau tentang dunia percintaan telah kau bawa ke dalam lembah cinta itu, dan kau sendiri yang mendorongku masuk dalam jurang luka dan sakit hati.

dulu aku di jadikan barang taruhan olehmu, sekarang apa lagi yang akan temanmu itu lakukan padaku? untuk apa dia mendekatiku? kau sengaja melemparku padanya? supaya aku bisa melupakanmu? itu kah maksudmu? hey jangan naif dulu, jangan terlalu naif!

kau pikir saat mendorongku ke jurang luka itu, kau berhasil mendorong segalanya? mungkin memang ada rasa sakit yang sempat membuatku lemah, tapi semangatku terus maju, dia tak pernah padam. dengan mudahnya aku bisa keluar dari jurang itu! lihat aku kini, lihat aku sekarang, aku tak butuh kamu lagi! aku tak butuh manusia penuh sandiwara sepertimu!

kau pikir kau dalang dari semua sandiwara ini? kau pikir aku ini wayangmu? bonekamu? kau salah. aku ya aku, aku bukan bonekamu! bukan wayangmu yang bisa kau permainkan seenaknya! aku bisa menjalani hidupku sendiri, aku tida butuh dalang egois sepertimu! hari hariku yang lurus lebih berarti karna semua itu tanpa kepalsuan ! tanpa sandiwara, dan tanpa sebuah taruhan!

hey pria yang disana. iya kamu yang menganggap dirimu segalanya! aku memang pernah kau sakiti, tapi aku telah bangkit! aku memang telah kau butakan, tapi kini mataku sudah terbuka! aku bukan mainanmu!  aku bukan bonekamu! aku bukan wayangmu! aku juga bukan barang yang bisa kau jadiakn taruhan! aku harap kau sadar dan menyesal! aku harap tak ada lagi yang kau jadikan mainan dan kau jadikan boneka. biarlah aku yang merasakan, ya biarlah aku wanita yang di pilih tuhan, wanita tegar yang spesial di mata tuhan yang bisa menjalani kepahitan ini. tuhan tau aku mampu, makannya dia menunjukku.

ingat sekali lagi dan camkan dengan baik, aku bukan mainanmu! aku bukan barang yang bisa seenaknya kau jadikan bahan taruhan! jangan bertindak bodoh! karna hukum karma masih akan tetap berlaku. roda selalu berputar. biar tuhan juga yang membalas perbuatanmu itu padaku, nanti giliranku yang tersenyum saat tuhan telah membalaskan atas semua tindakanmu itu.

Jumat, Maret 30

semua hanya omong kosong

jangan pernah berjanji jika tak yakin untuk membuatnya menjadi nyatam jangan pernah berucap jika semuanya hanya memang sebuah kata kata, jangan bersikap manis jika itu haya sebuah sandiwara, jangan pernah membohongi orang lain, jangan pernah membohongi diri sendiri. jadilah apa yg kamu inginkan, jangan berusaha bersikap seolah kamu segalanya kalau memang km tidak mampu.

dengan lembut alunan lagu rosa - aku bukan untukmu mengalun, mengisi ruangan yang sepi ini. dinding pun menjadi saksi bisu atas segala yang terjadi dalam ruangan ini. rasa senang, rasa gelisah, rasa sakit, senyum, tawa hingga isak tangis.

dahulu kau mencintaiku
dahulu kau menginginkanku
meskipun tak pernah ada jawabku
tak berniat kau tinggalkan aku

lagu yang benar benar cocok untuk di jadikan soundtrack percintaan yang sekarang ini sedang aku rasakan. aku tak pernah menjawab saat kau berkata ingin menjadi bagian dalam hidupku, karna itu belum waktunya. aku hanya ingin menjaga perasaan seseorang, seseorang yang sangat menginginkan dan mengharapkanmu, aku hanya tidak ingin menjadi egois, aku masih peduli dengan sekitarku, karna percintaan bukan saja milik dua orang.

perhatianmu yang akhirnya aku nikmati, perasaanmu yang kini diam diam terbalaskan. lama sekali kau menyimpan perasaan itu padaku, berkali kali kau memintaku menjadi bagian hidupmu. berkali kali aku berusaha mengabaikanmu demi perasaan orang lain, dan lama sekali aku menyimpan rasa gelisah. dulu dan sekarang, roda memnag telah berputar.

sekarang kau pergi menjauh
sekarang kau tinggalkan aku
di saat ku ulai mengharapkanmu
aku mohon maafkan aku

sekarang kau telah pergi, ya pergi. aku menyesal menjadi bodoh seperti ini. kau pergi di saat aku telah berkata menyimpan rasa yang lebih dari sekedar teman padamu. di saat itu kau menginginkan kita untuk menjauh saja. di saat aku mengatakan alasan  mengapa kita tidak bisa bersama, kau menegrti, kau bilang kau mengerti karna alasan itu.

buktinya ? kau bodoh ! sangat bodoh, kau tidak mengerti maksudnya ! aku disini yang berusaha menjaga hati orang sekitarku, berusaha menjadi tidak egois, berusaha menyingkirkan semua keinginanku. berusaha untuk menjaga lingkungan tetap berjalan beriringan. tapi kau merusaknya, kau yang mengahncurkannya.

kau pergi dengan meninggalkan luka untukku, luka akan kenyataan kau ternyata pergi bersamanya, orang yg berusaha aku jaga hatinya. bodoh! kau ini manusia apa bukan sih ? pernahkah kamu berpikir betapa sakitnya yang aku rasakan? selalu melihatmu bersamanya ! diam diam rasa sakit menggelitik hati ini saat melihat canda tawa kalian berdua.

mana janjimu? janji akan menunguku hingga aku siap untuk menjalani hari hari berdua denganmu, mana janjimu ? mana kata kata manismu yang selalu meyakinkanku untuk memberikan rasa ini untukmu ? semua hanya omong kosong ! semua hanya kata kata yang bernari dan berlompatan dari mulutmu, mulut berbisa mu itu ! tidak bisa kau buktikan, tidak bisa kau jadikan nyata.

lalu di saat bersamanya, kau datang padaku lagi, untuk menanyakan perasaan yang aku rasakan sekarang? untuk apa kau menanyakan hal seperti itu padaku? kau ingin menyakitinya? atau sedang menyusun rencana untuk membuatku lebih terpuruk lagi? lagi lagi aku harus membohongi diriku sendiri, demi orang orang sekitarku, berusaha memendam yang aku rasakan, berbohong dengan mengatakan tidak menyukaimu lagi.  dengan bodohnya kau percaya kata tidak itu, ini salahku apa salahmu sih?

kau berkata 'aku memang masih menyukaimu, dan masih akan menunggumu' nyatanya? kini tak ada lagi aku dalam pikiranmu, hanya ada dia dan dia. kau benar benar ingin membunuhku secara perlahan! membiarkanku menonton adegan sinetron yang kau hadirkan bersama dia, mendengar cerita telenovela dari dia yang meceritakan tentang kamu dan dia. manusia bodoh ! egois !

kau tau? itu menyakitkan untukku ! berusaha untuk menjadi tidak egois, tapi jadi seperti ini. berusaha baik, tapi merasakan sakit. jangan pernah berkata masih tetap menyukaiku, dan masih akan menungguku jika kenyataannya kau mermilih untuk bersamanya! aku muak dengan semua ini, semakin kau menjadi, bisa saja aku akan mengatakan semua hal yang terjadi antara kita, ya antara aku dan kamu kepadanya, biar saja dia merasakan sakitnya. aku yang berusaha menghargai orang lainpun tidak di hargai sama sekali. aku lelah dengan sandiwara ini, aku ingin keluar dari semua ini.


Selasa, Maret 27

mungkin ini yg terakhir :)

untuk seseorang yang kini mungkin tersenyum kembali

munafik ? ya memang itu yang aku rasakan, memang itu aku yang sekarang. menjadi seseorang yang munafik, so baik. membohongi diri sendiri. berpura pura semua baik baik saja, berpura pura apa yang aku lakukan ini benar, dan tidak berdampak buruk, berpura pura sama sekali tidak merasakan yang namanya sakit hati, berpura pura sangat tegar di hadapan orang lain. padahal sebenarnya sakit sekali.

aku ingin memberikan sesuatu yang selalu kau inginkan dari dulu, ya yang selalu ada dalam benakmu, dalam hatimu. aku ingin kau bisa mewujudkan keinginan itu. membuatmu melupakan keinginanmu itu? sepertinya sulit, aku sudah mencobanya, dan kau bersikukuh untuk tetap membiarkan keinginanmu itu hidup dalam benakmu. yasudah mau bagaimana lagi, itu maumu, akupun ingin yg terbaik untukmu.

dengan niat yang kuat, aku akan mewujudkan mimpimu itu. ya walau hanya sebatas mengantarkan mimpimu itu padamu, ya ibaratnya seperti membuat lagu, aku memberikan nada dasarnya untukmu, untuk kau lanjutkan. atau mungkin bisa di bilang seperti jembatan, ya jembatan yang mengubungkan antara kamu dan mimpimu. ya aku pikir cukuplah, dari pada km yang selama ini hanya bermimpi tanpa ada usaha untuk mewujudkannya.

memang mungkin terlihat gampang, bahkan sangat gampang. tanpa hambatan apapun, tapi kau tau? ini sangat sulit untukku, amat sangat sulit. aku melawan egoku, melawan segala rasa yang ada, berusaha melawan sesuatu yg di sebut sakit, melawan arus yang ada dalam hati. benar benar melakukan hal yang berlawanan dengan hati. tapi aku senang dan aku ikhlas melakukan semua itu

kini semuanya telah selesai aku kerjakan, telah ku jembatani antara kamu dan keinginanmu itu. tlah ku kerjakan apa yang aku mau, yaitu mendekatkanmu pada apa yang kamu inginkan. entah lah apa yang aku rasakan sekarang, sakit mungkin, senang. tapi yasudahlah , semua tak penting lagi bukan ? yang penting misi ku telah selesai.

semoga kamu bahagia atas apa yg kamu inginkan.semoga kini senyummu sellau tulus. semoga kini di benakmu takan ada lagi kata 'luka'. semoga yang terbaik selalu bersamamu. jika kau membutuhkan teman curhat, kau masih bisa menghubungiku, jika kau butuh bantuan lain, kau juga masih bisa menghubungiku, karna itu gunanya teman kan ?

hadiah spesial
untuk seseorang yang spesial
di hari yang spesial

Sabtu, Maret 24

aku memang hanya bisa berada di balik layar :)

saat seseorang sedang merasakan yang namanya 'sakit hati' terkadang orang itu tidak pernah melihat ke sekitarnya, melihat sekelilingnya, melihat lingkungannya. tidak pernah memperdulikan orang lain. hanya bisa bersikap egois, memikirkan diri sendiri. padahal tanpa dia sadar, orang di sekitarnya selalu berusaha membantu mengikis rasa sakitnya sedikit demi sedikit. tapi orang itu hanya bisa bilang 'km tidak tau apa yg aku rasakan'. rasa sakit itu akan selalu ada selama km tetap menginginkannya.

sorot matamu yang selalu teduh, sorot matamu yg selalu membuatku tersenyum, sorot matamu yang membuat hariku menjadi berwarna. kini ada kebohongan di balik sorot matamu itu. mata indahmu menyembunyikan sesuatu yg kau sebut 'luka'. senyum indahmu, tawa lepasmu, kini tak lagi aku rasakan sepenuhnya. senandung lagu yang kau nyanyikan setiap waktu, yang dulu selalu aku anggap sebagai sandiwara, kini terlihat jelas sebagai ungkapan hati yang selalu kau pendam dan tak bisa kau ungkapkan.

kmn sosokmu yang dulu selalu ku lihat ceria ? ah ternyata mataku telah terbuka sekarang, aku tau semuanya. aku tau cerita tentangmu, aku tau kisahmu. sandiwara ? hidupmu selama ini selalu bersandiwara. hebat, aku salut terhadap sikapmu yang mampu tersenyum di atas luka hatimu itu. hey, aku ini penikmat senyummu ! jangan racuni senyum manismu itu dengan luka.

kau seorang yang hebat sangat hebat, walau untukku kau itu seseorang yg sangat membingungkan dan sulit di tebak. lalu siapa yg menganggapmu hebat ? ya aku ! aku yang mengetahui cerita tentangmu, kisahmu, lukamu, senyummu. aku yang menganggapmu hebat !

terima kasih karna kamu yang telah percaya untuk menceritakan semuanya padaku, tapi maaf ternyata aku tidak bisa mendengarnya, terlalu menyakitkan bagiku, ya sangat menyakitkan. tapi kini aku sadar, sebagai orang satu satunya yg kamu percaya, aku harus membantumu keluar dari duniamu itu. dan kini aku siap, aku merasa siap mendengar semua ceritamu lebih jelas lagi, lebih mendalam lagi. siap membantumu keluar dari duniamu yg hitam putih itu, siap membantu mencari warna yang seharusnya ada dalam duniamu.

aku memang bukan malaikat, tapi aku akan berusaha membuat senyummu itu tetap ada. tidak pernah beraharap menjadi alsan kau tersenyum, tidak pernah berharap untuk menjadi sesuatu dalam hidupmu, tidak pernah beraharp kau menjadi sesuatu dalam hidupku, tidak pernah berharap lebih atas segala yg aku rasa, tidak pernah berharap menjadi segalanya, hanya berharap kau bisa keluar dr sesuatu yg di sebut luka itu.

indah pada waktunya, ingatlah itu. mungkin saja beberapa hari setelah ini, kau akan benar benar merasakan bahagia, di hari bahagiamu, yang tidak akan pernah kau lupakan, mungkin :)
aku hanya akan selalu mendoakan yg terbaik untukmu, senyummu penyebab senyumku juga :)
aku disini menjadi sesorang yg nyata, yg akan selalu menjaga senyummu, dan akan membantumu keluar dr duniamu :)